HIJRAH KITA

HIJRAH KITA
siapa dia??


__ADS_3

"Coba kalian perhatikan baik-baik ini adalah seorang perempuan, aku sudah membuat foto itu menjadi lebih jelas" ujar Fikri menunjukkan foto yang sempat ia kirim ke laptopnya.


"Jadi selama ini yang kita cari itu perempuan, pantas saja kita tidak pernah menemukannya" ujar Arif


"Tunggu tunggu, kalian berdua sudah mencari dia tanpa bantuan dari gue, hahaha.... Rasain capekkan hahaha.... Makannya kalau ada tugas gue diajak dong hahaha.... " Tawanya keluar membuat Arif dan Eva geram dengan usahanya, "Eh tapi sejak kapan kalian cari nih orang?"


"Sejak Eva nyuruh gue cari" ujar Arif dengan entengnya seolah-olah itu adalah usahanya sendiri tanpa bantuan siapapun.


"Gue nyuruh lo nyampe sekarang belum dapet dapet bego"


"Intinya sejak kapan kalian disuruh Bos?" Menegaskan Arif dan Eva


"Sejak dua Minggu yang lalu" ucap Eva


"Dua Minggu" beo Fikri "bukannya dua Minggu belakangan bos pergi keluar?"


"Terus kalian gak dapet kabar nyampe sekarang, buang buang waktu tau gak kalau bos tau habis kalian!, terus kenapa lo gak minta bantuan gue aja langsung dari pada minta bantuan sama si gobl***ok ini jadi gak kelar-kelarkan" ucap Fikri menatap Eva dan menunjuk Arif


"Enak aja gue gak gobl***ok ya, cuma gue lagi males ngunain otak gue" elak Arif tak mau disebut dengan nama lain apa lagi terdengar sangat menghinanya itu.


"Sama aja gobl***ok" ucap Fikri dengan tegas.


"Udah udah lo diem" Eva menyuruh Arif untuk diam dan beralih menatap Fikri yang sedang duduk di depannya dengan laptop di pangkuannya. "Bukannya lo lagi sibuk-sibuknya sama kaya gue waktu itu dan dia sendiri lagi gak ada kerjaan ya udah gue kasih dia kerjaan tapi malah gak becus jadi gue harus turun tangan sendiri dan baru kali ini gue turun ke jalanan lagi" ucap Eva.


"Wih seru dong main di jalanan" ejek pria itu seakan-akan ia ingin ikut bermain di jalan.


"Lebih seru jadi pembunuh dari pada jadi mata-mata"

__ADS_1


"Jadi bener ya yang gue bawa itu dia" ucap Arif membuat Eva dan Fikri memandangnya, berbeda dengan tatapan eva pada Arif, Fikri sendiri menatap Arif dengan penyelidikan seakan akan meminta penjelasan.


"Bawa?, Maksud kalian, kalian udah nemuin dia?" Tanya Fikri yang di jawab dengkuran dari Eva.


"Wih keren juga, gue mau liat dong bener apa gak kalau kalian udah dapetin tuh orang"


Berbeda dengan intan yang masih disekap dalam ruangan itu ia terus berusaha untuk melepaskan ikatannya walau kini pergelangan tangannya sudah terlihat sangat merah dan nafas yang tidak beraturan.


"Sebenarnya apa yang kak David lakukan sampai-sampai orang orang yang ada disini tidak mau melepaskan aku" gumamnya.


Intan terus berusaha untuk terlepas hingga ia mendengar pintu didorong dan menampilkan seorang pria dengan pakaian yang begitu rapih.


"Sekeras apapun usahamu untuk melepaskannya tali itu tidak akan pernah terlepas dengan sendirinya, dan percuma kamu bersikeras karena tanganmu akan terluka" ucap seseorang yang baru saja membuka pintu


"Siapa kau?" Tanya intan yang tak pernah melihat pria itu.


"Kata Arif kau kenal dengannya dan kau kenal dengan Eva teman kampusmu itu, dan kau tadi bertanya apa? Siapa aku, aku akan perkenalkan diriku, aku sering dipanggil dengan sebutan tuan muda F, kau pasti tau kenapa aku di sebut dengan tuan muda" ucap Fikri dengan nada yang biasa seolah-olah sedang meminta jawaban dari intan.


"Jika kau memohon sebaiknya dengan baik-baik bukan dengan cara yang seperti kau lakukan tadi"


"Baiklah. Ehem, mas aku minta tolong lepasin aku, lagi pula aku tidak punya salah padamu kan tolonglah mas lepaskan aku" intan memohon dengan nada yang begitu lembut dengan wajah yang dibuat semenyedihkan mungkin.


"Hahahaha lucu juga caranya meminta tolong dengan baik-baik hahahaha" tawa seseorang yang berada di pintu membuat intan kembali kesal.


Fikri yang sebenarnya hanya ingin menggoda intan kini dibuat kalung oleh Arif dengan tawanya di tambah kini Arif menggodanya.


"Lebih baik kau pergi, jangan menganggu aku dan dia" usir Fikri menunjuk intan.

__ADS_1


"Cie yang udah nyaman saat pandangan pertama, aku akan menjaga pintu agar tidak ada orang lain yang akan masuk untuk mengganggu kalian tenang saja" ucapnya yang langsung menutup pintu dengan pelan.


Setelah melihat Arif keluar kini intan langsung menatap Fikri dengan tatapan tajam, hal itu diketahui oleh Fikri tapi ia memilih untuk menghiraukannya saja.


"Kenapa kau diam saja, aku sudah memohon dengan baik-baik bahkan aku ditertawakannya oleh temanmu itu, cepat lepaskan aku" ucap intan dengan nada kesalnya.


"Kenapa kau kembali marah padaku, aku kan sudah bilang jika kau ingin dilepaskan sebaiknya kau meminta tolong dengan cara baik-baik bukan seperti itu, tapi baiklah karena kau sudah meminta dengan cara baik aku akan melepaskanmu tapi kau harus menjawab pertanyaanku terlebih dahulu bagaimana"


Melihat intan diam saja ia langsung mengeluarkan pisau kecil dan foto dari saku jasnya lalu mendekat kearah intan.


"Jika kau terdiam tandanya kau menjawab iya baiklah, apa kau tau siapa dia?" pria itu menunjukkan foto didepan wajah intan.


Intan memperhatikan foto itu dengan teliti 'motor itu memang milik Abang karena plat motor itu, tapi dari jaket dan helm yang digunakan sepertinya bukan Abang lalu siapa yang menggunakan motor Abang" gumam intan dalam hati


"Kenapa, kau terkesima dengan foto itu" ujarnya yang langsung memasukkan foto itu kedalam saku jasnya dengan tangan kanan bermain pisau kecil. "Sayangnya dia itu sepertinya perempuan jadi apakah itu kau"


"Hahaha kau menuduhku, kau itu bodoh atau apa?" Ucap intan membuat pria didepannya geram "jelas aku tau dia siapa karena aku ada di tempat kejadian" bohongnya 'tuhan maafkan hambamu ini yang sudah berbohong' dalam hati


"Kalau kau tau katakan siapa dia" tanyanya lebih tegas


"Kau ingin bertemu dengannya, hahaha kau telat karena dia sudah lebih dulu bertemu dengan" intan menggantung ucapannya agar ia bisa melihat reaksi pria didepannya itu.


"Dengan siapa, kenapa kau menghentikan ucapanmu itu cepat katakan dengan siapa dia bertemu?" Ujarnya dengan wajah geramnya


"Sudahlah lupakan saja dia dan lepaskan aku"


Melihat wajah pria itu membuat intan ketakutan dengan tatapannya

__ADS_1


"Baiklah aku akan mengatakannya tapi kau harus melepaskaku"


Tak ada jawaban dari pria itu membuat nyali intan menciut


__ADS_2