HIJRAH KITA

HIJRAH KITA
siapa kamu??


__ADS_3

Setelah memberikan penjelasan tetap saja intan mendapatkan surat peringatan satu di kampusnya yang baru beberapa jam ini ia masuki.


"Kalian semua kembali ke kelas masing-masing" ujarnya


Akhirnya mahasiswa pun keluar dari ruangan BK itu wanita yang di bela intan kini kembali ke kelas dan pria yang mengganggu wanita itu pergi ke kantin sedangkan intan sendiri memilih untuk pulang karena sudah tidak ada jadwal kelasnya lagi.


Di sisi lain Eva yang baru saja sampai di rumah, mendengar suara deringan telepon miliknya, ia merogoh saku jaketnya mengambil benda pipih itu.


"Hm..."


"......"


" Apa kau hanya ingin menanyakan itu padaku"


"......."


Eva tak menjawab ucapan seseorang yang berada di sebrang, tetapi ia langsung mematikan sambungan telepon itu. Eva langsung memasuki kamarnya setelah bertemu dengan ibunya. Tak butuh lama telepon Eva berdering kembali dan Eva pun mengangkatnya.


"Jangan ganggu gue kalau gak ada kerjaan, apalagi cuma basa-basi gue gak suka ya!"


"........."


"Cepat katakan, kau taukan gue gak suka bertele-tele"


"........"


"Kau ingin mati?" Ujarnya sedikit kesal karena menurutnya tidak ada pembicaraan yang penting.


"......."


"Ok, gue langsung kesana" ujarnya lalu bersiap-siap untuk pergi.


Namun berbeda dengan intan di hari pertamanya yang seharusnya mengikuti pelajaran didalam kelas ia justru tak mengikutinya karena ia terlibat dalam perkelahian untuk menolong seseorang, disaat sampai parkiran motor ia di kejutkan dengan seseorang dengan senyuman yang begitu menggoda dan penuh makna.


"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya intan dengan wajah yang tak bersahabat.

__ADS_1


"Apa kau berkelahi, di hari pertama kau kuliah berkelahi kau ini, kau itu perempuan atau laki-laki sih!" Ujar pria itu saat melihat sudut bibir intan sedikit membiru.


"Cepat katakan apa yang membuatmu kesini?"


"Aku ingin meminjam motormu,hanya kali ini saja"


"Memangnya motormu kemana"


"Ada di depan gerbang, cuma hari ini saja kok nanti sore aku kembalikan lagi, begini deh nanti aku akan membelikanmu bakso"


"Cuman bakso aku gak mau"


"Aku tambah 20 deh, nih" pria itu mengambil dompet dari saku celananya dan memberikan uang berwarna hijau itu.


"Mana cukup, yang ini baru cukup" ucap intan mengambil uang 100 dari tangan David "nih kuncinya, eh tapi anterin aku dulu ketempat parkiran motormu itu" ujar intan yang langsung menaiki motornya.


Baru beberapa meter dari kampus ia di hadang oleh segerombolan pria berbaju serba hitam menghampirinya, intan yang sedang fokus mengendarai sepeda motornya terhadang oleh pria-pria itu akhirnya intan pun menghentikan motornya.


"Siapa kalian?" Tanya intan dengan sedikit ketakutan walaupun ia bisa beladiri tapi tetap saja ia harus waspada.


Intan terbangun ia mulai melihat sekeliling, gelap itulah yang iya lihat saat ini, semua badannya diikat diatas kursi. Tiba-tiba pintu terbuka dan menampilkan sosok wanita dengan pakaian yang berwarna hitam dengan rambut yang diikat kuda dan wajahnya tertutup oleh cadar. Wanita itu terkejut dengan apa yang ia lihat, ya wanita itu yang pagi tadi ia lihat sedang berkelahi di kampus dan wanita itu adalah mahasiswa baru di kampusnya. Wanita itu terlihat sedang kesal dan langsung membalikkan badannya untuk meninggalkan tempat itu, baru dua langkah kakinya terhenti saat wanita yang di ikat itu membuatnya terkejut.


Intan yang melihat wanita itu dengan tatapan intimidasi, seketika ia melihat wanita itu bergerak untuk pergi meninggalkan tempat yang ia sekap itu.


"Lepaskan aku, aku tau siapa dirimu?"


Eva membulatkan matanya seketika ia kira wanita itu tak mengenalinya tapi apa katanya wanita itu mengenal Eva bagaimana bisa.


Sebelum pintu terbuka intan mendengar seseorang menyebutkan nama David berulang kali.


*Flashback on*


Seorang wanita yang baru saja sampai dengan motornya di sambut oleh anak buahnya dengan ramah.


"Orang yang anda tunggu sudah ada di dalam" ujarnya menerima helm yang diberikan oleh wanita itu, wanita itu melirik kearah motor yang baru ia lihat.

__ADS_1


"Kalian membawa motornya juga haha" ujarnya "Aku akan masuk kedalam kamarku dulu setelah itu aku akan menemuinya" ujar wanita itu melangkah menaiki anak tangga.


Ia segera mengganti pakaian dan mengambil cadar untuk menutupi separuh wajahnya agar seseorang yang ia sekap tak mengenalinya. Ia langsung melangkahkan kakinya menuju tempat seseorang yang ia sekap, ia melihat dua anak buahnya berdiri tegak di depan pintu.


"Apa kalian benar-benar membawa pria itu?" Tanyanya


"Iya kami bahkan sempat berkelahi dengan David" ucap salah satu penjaga itu


"Kalian tidak salah orang kan, kalian menculik David kan, jangan sampai kalian salah sasaran lagi, jika kalian menculik seseorang yang bukan David kalian akan kena hukumannya" ujarnya lalu melangkah masuk.


*Flashback off*


"Bagaimana kau tau itu aku, bahkan aku sendiri tidak mengenalmu?" Ujarnya melihat kearah intan "aku memang melihatmu berkelahi di kampus, tapi aku tak tau kau itu siapa" lanjutnya.


"Hahaha kau pikir aku mengenalmu lebih dari itu, aku hanya bercanda dan aku tak mengenal dirimu juga, lebih baik kau lepaskan aku" ujar intan


Eva tak menjawabnya ia langsung pergi begitu saja tanpa melepaskan ikatan ditubuh intan.


"Hey lepaskan aku" teriakan intan mengema di ruangan itu.


Eva keluar dengan wajah yang tak bersahabat, ia langsung memukuli dua pria yang berjaga didepan pintu itu, pria itu terkejut dengan reaksi Eva yang tiba-tiba memukulinya hingga seseorang datang dan mereraikannya.


"Eva apa yang kau lakukan, mereka berdua bisa mati olehmu" ucapnya menghentikan Eva untuk tidak memberikan pukulan lagi.


"Kau pun sama Arif, kau bodoh, kau tau siapa yang kau sekap didalam sana hah,kau bodoh Arif kau bodoh, seharusnya kau perhatikan anak buahmu itu, aku sudah bilang berkali-kali tapi apa, kau tak pernah becus dengan pekerjaan ini, jika tuan Andrea tau semuanya bisa kacau" ujar Eva dengan kemarahannya ia melangkah untuk meninggalkan tempat yang membuatnya kesal.


Berbeda dengan seseorang yang berada didalam ruangan itu ia hanya menebalkan telinganya dan seketika seseorang menyebutkan nama Eva dan dibalas dengan sebutan nama Arif.


"Siapa mereka, kenapa mereka ingin menangkap kak David?, Sebenarnya apa yang kak David lakukan sampai sampai mereka ingin menangkap kak David?" Ujar intan dengan rasa ketakutan dan penasarannya. "Aku harus mencari cara agar bisa menemui kak David dan minta penjelasan apa yang telah dilakukannya" lanjutnya, ia mulai memberontak agar terlepas ikatan yang ada ditubuhnya.


********


maaf ya teman-teman kalau karya aku ini terlalu tidak nyambung😁 karena ini karya pertamaku.


berikan dukungan kalian ya dengan like, komentar, dan vote yang banyak ya

__ADS_1


terimakasih 🙏


__ADS_2