Hijrah Seorang Gadis

Hijrah Seorang Gadis
dia dijodohkan


__ADS_3

hari terus berganti kedekatan aku dengannya semakin lekat tapi tetap tidak dapat mengubah kenyataan bahwa aku dan dia tidak pernah berjumpa secara nyata padahal kami sudah dekat 6 bulan sejujurnya aku ingin sekali terjadi perjumpaan diantara aku dengannya sampai saat di satu waktu aku menanyakan kejelasan kedekatan aku dan dia


" kak sebenarnya kita ini gimana, aku ga mau kita jalan tapi ga tau arah nya kemana " aku ketik pesan untuknya padahal hati sudah tidak karuan menunggu responnya


" kamu maunya aku gimana? " balasnya lama


" seenggaknya ada tujuan yang jelas " ujar ku penuh harap


" kamu tau kan keadaan kita sekarang tanpa harus aku jelaskan " balasnya penuh tekanan


" iya aku sadar makanya aku menanyakan "


" memang nya kenapa harus nanya gini, enggak cukup kah seperti ini aja? "


" tapi aku mau kita punya arah kak "


" maaf aku belum ada pikiran kesana, kamu tau sendiri aku belum mapan banyak hal yang masih aku kejar "


" aku ga minta kita nikah kak, bukan itu maksud aku "


" lalu apa mau mu sih dek, bilang saja ga usah berbelit belit gini "


" sebenarnya kita ini apa, kamu anggap aku apa "


" mau mu aku anggap apa " balasnya tanpa memikirkan perasaanku


" lebih dari teman "


" tapi memang kita teman kan. "


saat membaca pesan nya nafasku sesak aku tak habis pikir jadi perhatian dan ucapan manisnya selama ini hanya bualan semata tak berarti apa apa, pesannya tak aku balas lagi aku sudah takut membahasnya terlalu jauh bisa saja ada hal yang lebih menyakitkan daripada ini


Setelah 2 hari aku diamkan pesan nya di sore hari yang gerimis tiba tiba dia menelepon aku yang sedang membaca buku terdiam sesat melihat nama yang tertera di layar handphone


aku bimbang entah langkah mana yang harus aku ambil diangkat aku tidak jika di angkat entah harus bersikap bagaimana kalo pun di diam kan penasaran dengan apa yang hendak dia bicarakan


akhirnya setelah 2 kali panggilan tak terjawab aku memutuskan untuk menelpon balik terdengar suara sambungan tapi tak kunjung diangkat aku heran akhirnya aku kirim dia pesan karena aku pikir mungkin orang nya sedang tidak memegang handphone


" ada apa kak "


beberapa menit berlalu namun tak kunjung ada balasan aku yang jenuh menunggu akhirnya melanjutkan kembali membaca buku yang tadi sempat tertunda, selang 10 menit terdengar suara notif masuk tapi aku abaikan aku yang sedang fokus membaca terganggu rasa penasaran pun akhirnya mengambil handphone yang aku simpan di samping tempat aku duduk


sebelum aku melihat dengan jelas foto yang dia kirim dia menelepon tanpa pikir panjang langsung aku angkat dari sebrang terdengar ramai belum ada sahutan sampai aku memberanikan diri menyapa duluan


" assalamu'alaikum kak " ucapku ragu


belum ada sahutan balasan dari nya sampai terdengar dari sebrang hening diapun bersuara tanpa menjawab salam yang aku ujarkan untuknya


" apa kabar ra " sapanya tidak seperti biasanya dia memanggilku dengan nama pendek


" baik kak, maaf sudah 2 hari tidak mengabari, masih marah kah sama aku "


" oh tidak apa apa, tidak marah biasa saja " jawabnya membuat ku agak kecewa berarti selama 2 hari ini dia tidak merasa kehilangan aku

__ADS_1


" begitu kah kak, kakak baik baik saja kan, ada apa nih nelpon aku " ucapku mencoba mencairkan suasana


" sebenarnya ada hal penting yang ingin aku sampaikan ra "


" bilang saja kak "


" aku.. " ucap nya terjeda hening sesaat sampai diapun melanjutkan


" aku dijodohin ra sama keluargaku, disuruh tunangan 2 minggu lagi " serasa di sambar petir aku bungkam tak bisa berkata kata


" ra kmu masih disitu kan, aku minta pendapat menurut kamu perjodohan ini aku Terima atau tidak " tanpa perasaan dia meminta pendapatku


" terserah kamu saja, kamu yang akan menjalani bukan aku " balasku sambil menahan suara disebabkan air mata yang sudah mengalir dari pelupuk mataku


setelah mengucapkan itu dia tidak menjawab lagi hening yang terdengar entah apa yang terjadi padanya aku yang masih tergugu tanpa suara pun mengakhiri panggilan itu


aku yang sibuk menangis tidak menghiraukan notif yang masuk sampai tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 18.20 saking terlarut dalam kesedihan suara adzan maghrib sampai tak terdengar dengan kaki gemetar aku pergi mengambil wudhu untuk melaksanakan solat fardhu maghrib berharap pada yang maha kuasa agar hati yang lemah ini dikuatkan


Selepas menemui sang Pencipta aku memberanikan diri melihat notif yang masih tertera dilayar handphone ternyata pesan darinya hanya bertulis kata maaf tidak kurang tidak lebih seperti tidak ada hal lain yang bisa dia ungkapkan gerutuku dalam hati


dibandingkan kesal dan sedih berkelanjutan aku memutuskan untuk keluar kamar dan menghampiri bundaku yang sedang memasak di dapur beliau terlihat sibuk dengan masakan yang sedang dibuatnya


" kakak sama ayah dimana bun? " ucapku mengagetkannya


" astaghfirullah copot, nara ihh dikira setan datang dateng langsung depan muka aja mana ga basa basi langsung nanya lagi " omelnya tanpa menjawab pertanyaanku


aku yang jahil pun mencolek wajan yang masih ada masakan bunda yang hampir matang


aku hanya cekikikan melihat wajah bunda yang di tekuk cemberut memonyongkan bibirnya


" iya deh maafin nara bun ga bantuin bunda abisnya sih bunda tumben ga nyariin nara biasanya kan gitu kalo mau nyuruh teriak kek di hutan " Ucapku tanpa dosa


mendengar itu bunda semakin cemberut dan menjewer telingaku aku mengaduh kesakitan tapi tetap saja lebih sakit hati putus cinta daripada dijewer sama bunda


" sana bantu bunda nata makanan sama piring dimeja makan jangan cuma bisa makan doang " perintah bunda


" siap bu " langsung mengerjakan perintah bunda karena takut kena omel lagi


semua makanan sudah rapi ditata ayah dan kakak pun menghampiri ke meja makan melihat masakan bunda yang terlihat menggiurkan membuat tangan nakal kakak mencolek piring berisi masakan bunda


" nah sekarang kakak nya tadi adiknya emang ini produk ayah ga ada bedanya "


" lah kok ayah sih bund baru juga duduk udah kena semprot "


kakak yang mendengar bunda mengomel hanya Tersenyum lebar memperlihatkan giginya tanpa berdosa mendahului yang lain mengambil nasi dan menambahkan beberapa lauk ke dalam piring lalu langsung memakannya lahap melihat itupun aku menyusul kakak lalu bunda


kami makan dengan lahap karena memang masakan bunda enak sekali walaupun kadang kadang bosan dengan masakan bunda tapi ya mau bagaimana lagi tak mungkin juga aku yang menggantikan bunda memasak


selepas makan aku membantu bunda mencuci piring dan membereskan meja makan berhubung di rumah memang tidak ada pembantu karena bunda hanya ibu rumah tangga jadi bunda merasa tidak membutuhkannya


setelah semuanya beres aku ke ruang keluarga dan menonton televisi di sana bunda menghampiri aku yang sedang asik menonton tayangan film beliau duduk di sofa sebelahan denganku dan memulai obrolan tentang tujuanku setelah lulus sekolah


" ra jadi gimana kelanjutan tujuan kamu, jadikan mau lanjut kuliah nya? "

__ADS_1


" jadi bund, ini sedang proses pendaftaran tapi lagi ngumpulin dulu berkas nya bund "


" memang mau kuliah dimana ngambil jurusan apa kamu "


" maunya sih daerah semarang bu tapi kalo jurusan nya aku belum tau masih bingung "


" kenapa ga di Bandung aja ra kuliahnya ra kayak kakak "


" ah bosen bund masa ngikut kakak sih aku pengen nyari suasana baru "


" tapi semarang itu jauh ra "


" kan nanti aku bisa pulang tiap libur bund tenang aja ya "


" iya deh terserah kamu aja semoga lancar semuanya"


" aamiin, nah gitu dong bund kan enak denger nya "


" yaelah ini anak seneng banget jauhan sama bunda ternyata sengaja ya kuliah jauh biar ga ketemu bunda lagi "


" lah ga gitu bundaku, sensi banget ini bunda "


" sedih lah bunda tuh ditinggal sendirian di rumah kakak kuliah kamu kuliah ayah kerja "


" kan ayah pasti pulang bunda"


" ya tetep aja bunda kesepian di rumah, apa bunda kerja aja ya "


" ga usah bund, udah diem aja di rumah mending bantu ngurus usaha nya kakak aja "


" iya juga ya tapi bunda pengen beraktivitas ra biar ga ngerasa kesepian banget "


" lah itu sih beresin rumah emang bukan aktivitas ya bun hehe"


" itu mah udah biasa ra pengen nyoba hal baru aja bunda tuh "


" yaudah kalo bunda ada modal sama diizinin ayah ya buka usaha aja bun tapi di rumah ya jangan keluar "


" ide bagus tuh "


" yakin ga nih ntar ngeluh cape "


" yakin dong kan enak kalo bunda punya penghasilan toh kamu juga bakal nikmatin "


" iya juga sih nambah uang jajan aku nanti "


" jajan terus, nabung ra kamu tuh "


" iya bun, aku ke kamar dulu mau lanjut belajar "


" iya sana belajar yang rajin ya biar lolos masuk universitas yang kamu pengen jangan bikin malu bunda "


Aku berlalu pergi kamar sebelum belajar aku menjalankan solat fardhu isya memohon kemudahan dan pertolongan agar segala urusanku dan keluarga di lancarkan sang Maha Esa selesai berdoa aku belajar untuk persiapan ujian tes masuk Perguruan tinggi negeri selama 3 jam lebih aku berkutat dengan buku buku terasa lelah menghampiri mata pun sudah mengantuk akhirnya aku pun terlelap tidur tanpa menghiraukan handphone yang sedari aku belajar menyala terus terusan

__ADS_1


__ADS_2