Hijrah Seorang Gadis

Hijrah Seorang Gadis
melepas rindu


__ADS_3

20 menit berlalu seluruh soal tes satu persatu terjawab dengan mudah karena 1 bulan terakhir aku sudah belajar dan membaca buku buku tentang tes masuk universitas setelah semua beres aku keluar ruangan dan menunggu dian yang masih sibuk mengisi soal


sambil menunggu aku membuka sosmed saat sedang melihat beranda ada postingan baru yang muncul seketika membuatku mematikan handphone tanpa ada niat memastikan kebenaran dari sebuah foto yang baru di posting itu


angin sepoi sepoi menambah rasa hampa dalam batin ini sebegitu teganya dia mempermainkan hatiku yang sudah terlanjur menyimpan rasa, perasaan sakit membuatku termenung sambil melihat lapangan basket sekolah pikiran yang kosong mata merah mengembun menandakan ada bulir yang akan jatuh


sampai ketika ada tepukan keras di bahu lamunanku buyar tanpa berdosa dian hanya cengengesan tapi melihat mataku dian terdiam seakan mengerti suasana hatiku lalu dia memelukku erat sambil berbisik


" ra, jangan sedih ya ada aku disini kalo ada hal yang ga enak nanti cerita ke aku ya jangan sungkan " tuturnya menenangkan aku


" makasih ya di kamu emang yang paling ngerti tanpa aku harus cerita dulu" balasku


" iyalah aku kan peka ga kayak kamu"


" hehe aku kan cuma ga suka ikut campur urusan orang aja" balasku sambil tersenyum melepas pelukan


" aku kan sahabatmu ra bukan orang lain" ucap dian kesal


" ya udah maaf ya, yuk main ke rumah aku dulu ini kan masih jam 2"


" tapi aku yang bawa motor kamu ya "


"oke deh, yuk ke parkiran"


setelah 15 menit perjalanan kami sampai di rumah tidak lupa sebelum masuk rumah aku mengucap salam dulu di sofa ruang tamu ada bunda sedang duduk selonjoran sambil main handphone


" assalamu'alaikum bun"


"waalaikumsalam, udah pulang ra loh ada dian ternyata"


" iya tante, dian izin ya mau main disini" ucap dian sambil menyalami bunda


"ya santai aja biasanya juga suka kesini, tapi kok tumben 2 minggu ini ga keliatan main kemana aja"


"ada di rumah aja tan ga pergi kemana mana kok, bantu bantu mamah di rumah"


" oh gitu pantesan, nanti kalo mau makan ngambil aja ya tadi tante udah masak makan bareng sama nara ya jangan sungkan sungkan"


" baik tante, makasih"


" udah yuk ke kamar aku aja, kamu malah ngobrol sama bunda di"


" ya ga apa apa dong ra masa gitu aja ga boleh" ucap bunda sewot


" iya bun yang cantik dan baik hati boleh kok" balasku sedikit mengejek


" udah ra ayok katanya mau ke kamar" bisik dian


" yuk, kita rebahan dulu aku cape banget" jawabku sambil menggandeng tangannya


kamu masuk ke kamar lalu dian merebahkan badannya di kasur tanpa rasa sungkan melihat itu aku hanya terkekeh lalu ikut bergabung rebahan di samping dian


" di aku lagi kalut, solusi kamu gimana" tanyaku sambil menghadapkan badan ke arah dian


" cukup jangan di pikiran, kamu fokus sama tujuan kamu sekarang harus bisa bodo amat yang paling penting sekarang cita cita tercapai ra" balas dian memandang langit langit kamar


" tapi aku masih suka di, ada rasa yang ga bisa aku bohongi" balasku sedih

__ADS_1


" aku kan ga nyuruh kamu buat lupain atau hilangin itu rasa ra, aku nyuruh kamu fokus sama tujuan kamu aja" sambung dian


" gitu ya di "


" iya ra, kesampingkan dulu hal hal yang bikin kamu susah" lanjut dian


" hmm, makasih ya di "


" sama sama"


percakapan aku dengan dian berakhir tanpa sadar kami berdua tertidur hingga ketika ketukan pintu membangunkan aku setelah aku buka ternyata bunda yeng mengetuk pintu


" loh ra malah tidur udah sore ini" ucap bunda saat melihat aku


" iya bun ga sengaja ketiduran" balasku cepat


" udah jangan dilanjut sana solat terus makan, ajak juga dian" sambung bunda


" bunda mau kemana udah rapi gini" tanyaku


" oh ini bunda mau mesjid ada pengajian bulanan" balas bunda


" kirain mau kemana, ya udah bun hati hati"


" iya ra pintunya kunci aja ya takut bunda pulangnya lama, bunda pamit assalamu'alaikum " ucap bunda sambil berlalu


" siap bun, waalaikumsalam" balasku menutup pintu kamar


aku yang ingat belum solat ashar bergegas ke kamar mandi untuk wudhu dan melaksanakan solat seusai mengucap salama aku sempatkan memanjatkan doa kepada yang maha kuasa meminta padanya agar semua hal yang aku harapkan bisa tercapai semua


setelah puas kemudian aku membangunkan yang masih pulas tidur di kasurku sambil memeluk guling kesayanganku yang bermotif bunga


" masih malem ini mah jangan bangunin dulu" jawabnya lalu mendengkur kembali


" lah malah di sangka mamahnya" omelku


" bangun di, ini udah jam 4 loh kamu mau nginep aja di rumah aku? " tanyaku


" hah jam 4 kok bisa " balasnya membuka mata lebar


" ya bisa lah, makanya ayo bangun"


"iya nih, wc mana wc mau cuci muka" jawab dian terburu buru bangun


"buset di, santai aja noh sebelah kiri segitu udah sering kesini masa ga tau juga" balasku terheran melihat tingkah dia yang masih setengah sadar


terdengar suara air mengalir akupun melepas muka dan melipatnya kembali melihat tempat tidur berantakan aku membereskannya juga sekalian selesai akunya aku duduk di kursi meja belajar merapihkan buku yang sudah aku baca tapi belum di simpan ke tempatnya


dian baru keluar dari wc mukanya lebih segar dan sepertinya kesadaran nya sudah penuh tidak linglung lagi


" mandi apa cuci muka di lama banget" tanyaku


" eh heheh aku tadi berak dulu ra, maaf ya jadi nunggu" jawab dian


" oh pantesan, ya udah yuk makan dulu sebelum kamu pulang" ajak ku


kami berdua turun menuju meja makan di sana sudah tertata nasi dan beberapa macam lauknya bunda kalo urusan masak emang paling semangat batinku

__ADS_1


tanpa banyak kata lagi aku dan dian makan kami makan makanan dengan agak cepat karena kami memang sudah lapar apalagi dian terlihat antara buru buru mau pulang sama lapar juga hehe


"pelan pelan aja di, takut keselek tenang ya nanti baliknya aku anterin yah" ucapku


" hmm iya ra makasih ya, nanti aku yang bawa motor ya biar kamu ga pegel banget" balas dian cepat


"oke deh" jawabku melanjutkan makan


setelah selesai makan aku membereskan meja lalu mencuci piring supaya tidak ada piring kotor yang menumpuk dan itung itung meringankan pekerjaan bunda


" di duduk dulu bentaran yah jangan langsung berangkat baru juga makan nih suka ga enak tau perut nya" kataku


" iya ra sama aku juga mau duduk dulu, eh mau ngambil tas dulu deh di kamar kamu" jawab dian


" ah iya sekalian siap siap aja ya, yuk ke kamar" ajakku


sebelum pergi aku dandan seadanya saja tak lupa juga mengabari bunda aku mau mengantarkan dian pulang


keadaan jalan cukup ramai mungkin berhubung waktu sudah sore banyak yang keluar jalan ataupun pulang sekolah atau kerja setelah 20 menit perjalanan akhirnya sampai juga depan gerbang rumah dian


" ra ayok masuk dulu" ajak dian padaku


" lain kali aja di, aku mau langsung balik aja soalnya udah mau magrib takut di cariin bunda, kapan kapan aku main yah" balasku


" oh ya udah kalo gitu, makasih yah hati hati di jalannya jangan kebut kebut" ucap dian mengingatkan


aku melambaikan tangan lalu berlalu pergi meninggalkan dian yang masih berdiri melihatku berlalu


sepanjang jalan aku menikmati udara dan suasana sore ini aku membawa motor dengan kecepatan yang pelan saja sebenarnya tidak buru buru juga dan mungkin aku mau mampir dulu membeli sesuatu


sampai depan minimarket aku parkirkan motor lalu masuk untuk ngadem dulu ketika berjalan di lorong rak makanan ringan aku bertemu tetanggaku yang menyapa tadi pagi dia lumayan terkejut melihat aku tiba tiba ada di depannya


" eh ra, ngagetin aja kok kamu ada disini" tanyanya padaku


" ya ini tempat umum lah suka suka aku mau kemana" jawabku cuek


" kamu mau beli apa ra " tanyanya lagi seakan tidak peduli aku cuekin


" ngadem aja pengen yang dingin dingin" jawabku cepat


aku lanjut berkeliling tidak lagi menghiraukan rian yang aku tinggal di belakang tapi rupanya dia mengikuti aku keliling di dalam minimarket entah apa yang dia cari aku masa bodoh dia mau jalan kemana juga


setelah mendapatkan apa yang aku cari kemudian aku ke kasir untuk membayar sedangkan rian masih mengekori aku dibelakang beres membayar dia juga ikutan membayar


aku keluar lalu duduk di kursi yang disediakan di depan minimarket sambil kemudian membuka makanan dan minuman yang barusan aku beli rasanya nikmat saja duduk sendirian sambil menikmati ramainya jalanan di depan minimarket


tanpa sadar rian duduk di kursi sebelahku dia tidak berkata apa apa hanya ikutan menikmati yang sedang aku lihat sambil sesekali melihat kearah ku beberapa kali helaan napas kasar keluar darinya


" kenapa " tanyaku padanya


" ga apa apa ra, cuma aku heran sama sikap kamu yang jadi cuek gini" jawabnya


" aku ga berubah yan " kataku


" terus kenapa setiap aku tanya kamu ketus" tanyanya balik


" sebelum kamu tanya aku coba kamu tanya diri sendiri udah sepeduli apa kamu sama aku" jawab ku sambil melangkah pergi menuju motor

__ADS_1


rian hanya terdiam tidak menjawab pertanyaanku tidak juga mencegah aku pergi dia hanya duduk menyaksikan aku berlalu meninggalkan nya sendiri


__ADS_2