Hijrah Seorang Gadis

Hijrah Seorang Gadis
bertemu sahabat


__ADS_3

keesokan harinya aku bangun jam 5 pagi lalu melaksanakan salat subuh berjamaah di masjid dekat rumah karena biasanya aku memang sering salat berjamaah di masjid namun sesekali salat di rumah sepulang dari masjid aku membantu bunda menyapu halaman belakang rumah yang sudah banyak daun kering berserakan sebab halaman belakang rumah yang cukup luas banyak ditumbuhi pohon ada pohon alpukat mangga sirsak nangka manggis anggur buah naga pun stroberi yang ditanam di halaman belakang adapula tanaman sayur dan cabe sedangkan di halaman depan ditumbuhi beberapa jenis bunga bunga lingkungan yang sangat asri karena nara masih tinggal di pedesaan bukan kota besar


selepas menyapu halaman aku berjalan jalan santai mengelilingi rumah tetangga lalu menuju ke lapangan bola yang letaknya tak jauh dibelakang rumahku sambil berjalan aku menghirup udara pagi sebanyak banyaknya kampung halaman yang pasti nanti aku rindukan ketika aku pergi jauh merantau saat kuliah nanti


untuk melepaskan lelah aku duduk di atas rumput lapangan bola yang setinggi tumit kaki tak jauh dari sana aku melihat seorang laki laki sedang melakukan gerakan pemanasan hingga akhirnya lari lari kecil mengelilingi lapangan bola yang luas melihat hal itu aku hanya bisa duduk manis sambil terus menatap orang yang dari tadi lewat di depannya tanpa sedikitpun melirikku


setelah 5 kali putaran akhirnya orang itu pun berhenti lalu duduk sambil selonjoran sambil minum air yang dibawanya melihat hal itu aku pun bangkit dari duduk hendak pulang ke rumah namun langkahku terhenti ketika seseorang memanggilku


" ra.. " panggilnya yang membuatku seketika menoleh padanya


" iya " jawabku bingung kenapa orang ini memanggilku


" mau kemana kamu " tanya orang itu


" pulang " jawabku


" kenapa pulang " tanyanya lagi


" capek, mau pulang nanti di cari bunda " jawabku sambil berlalu pergi


" yaudah " balasnya lesu seperti tidak rela melihatku pergi berlalu meninggalkannya sendirian


sesampainya di rumah aku menghampiri bunda yang masih sibuk memasak di dapur sedangkan ayah lembur jadi tidak pulang dan kakak nara masih di bandung belum pulang karena belum ada libur kuliah


" bun masih masak " tanyaku menghampiri bunda


" iya ra kamu darimana pulang dari masjid bilangnya mau nyapu halaman tapi pas bunda liat kok ga ada " tanya bunda sambil mengaduk masakan


" tadi nara abis jalan jalan santai bun ke lapangan bola enak udaranya seger kapan lagi nikmatin pemandangan disini apalagi nanti aku kan mau kuliah jauh dari sini " jawabku


" kalo pergi tuh bilang jangan langsung ngilang biar bunda ga nyariin " omel bunda


" iya bun, abisnya kalo bilang bunda dulu lama hehe toh nara perginya deket ini ga jauh " jawabku membela diri


" nih pindahin ke meja makan bunda mau mandi dulu kalo mau makan duluan aja ya "


perintah bunda


" iya bun siap" aku langsung mengerjakan perintah bundanya


sehabis selesai makan aku pergi ke kamar melihat handphone yang dari semalaman belum di sentuh melihat banyak notif yang masuk aku pun membukanya satu persatu dari beberapa notif aku tertuju pada notif grup seleksi masuk universitas setelah di buka ternyata para pendaftar disuruh melakukan serangkaian tes tulis secara online dan mengirim berkas yang diperlukan mengetahui hal itu aku bergegas mandi lalu siap siap berangkat ke sekolah guna untuk mengumpulkan berkas yang dibutuhkan untuk mendaftar

__ADS_1


setelah siap aku berpamitan pada bunda yang sedang duduk di sofa menonton film di televisi


" bun nara izin mau pergi ke sekolah ngumpulin berkas " ucapku


" berangkat sama siapa ra " tanya bunda mengalihkan perhatiannya kepadaku


" sendiri bun, kalo bawa motor ga apa apa kan bun " pintaku memelas


" yaudah boleh, tapi hati hati ya ra " jawab bunda mengizinkan


" iya bun pasti makasih ya, nara pamit dulu ya " ucapku menyalami bunda


" iya sayang jangan pulang sore ya, kalo udah beres langsung pulang jangan keluyuran "


amanat bunda padaku


" siap bundaku " balasku berlalu menuju pintu depan rumah


aku pergi ke samping rumah untuk mengambil motor yang tersimpan di sana karena garasi dengan rumah letaknya bersebelahan tidak menyatu aku yang baru saja keluar dari gerbang rumah disapanya lagi padahal tadi ketemu di lapangan bola


" ra.. " ucapnya sambil mendekat ke arahku


" iya kak " jawabku singkat


" ke sekolah " jawabku malas


" oh gitu, hati hati di jalan ya " ucapnya menghentikan pertanyaan yang sudah terlintas dalam benaknya ketika melihat aku yang buru buru


aku hanya membalasnya dengan anggukan kepala saja karena jujur aku malas meladeni pertanyaan orang lain apalagi ketika buru buru setelah menempuh perjalanan selama 30 menit nara pun sampai digerbang sekolah dan langsung memarkirkan motor


lalu bergegas pergi ke ruang guru yang letaknya di lantai 2 saat hendak menaiki tangga aku berpapasan dengan Sahabat baikku yang sudah 2 minggu lebih tidak bertemu denganku untuk melepas rindu aku tanpa segan memeluk sahabatku walaupun akhirnya menjadi pusat perhatian orang yang ada di sana


mendapat perlakuan yang berlebihan dariku dian hanya tersenyum lebar dan membalas pelukanku yang memang tidak tahu malu sadar menjadi pusat perhatian dian pun melepas pelukanku lalu menjitak pelan kepalaku


" duh di sakit main jitak jitak aja emang kamu tuh ga sayang sama aku " keluhku sambil mengusap kepala yang tadi di jitak dian


" siapa suruh jadi sahabat ga tau malu gini udah tau ini tempat umum main peluk peluk aja ga malu apa jadi bahan omongan adik kelas sama guru " omel dian memonyongkan bibirnya


" ya maafin abis aku kangen sama sahabat aku yang satu ini " belaku sambil membetulkan kerudung yang sempat tertarik ke depan


" lah emang kamu punya berapa sahabat ra cuma punya satu tapi lagaknya kayak punya 10 ekor " sungut dian tangannya sudah gatal ingin menjitak nara kembali

__ADS_1


" iya deh sadar aku mah apa atuh ga punya banyak temen cuma hanya kamu.. " ujarku


" alhamdulillah anak ini sadar diri " kekeh dian


" udah mending ke ruang guru sekarang yuk keburu nanti banyak orang ngantri nanti kita " ajakku


" yaudah ayok dari tadi juga mau kesana kok " jawab dian ketus memang nyebelin sahabat nya ini pikirnya


" jangan cemberut dong nanti aku teraktir jajan di kantin deh " bujukku


" nah gitu dong " jawab dian bersemangat


sesampainya di ruang guru aku dan dian mengumpulkan berkas lalu mendengarkan arahan yang diberikan guru pembimbing tentang aturan dan hal apa saja yang perlu dan harus dilakukan ketika akan melaksanakan tes tulis online nanti


berhubungan waktu tes dilakukan jam 1 siang aku mengajak dian pergi ke kantin sekolah untuk membeli jajan karena keadaan kantin yang ramai dian pun mengusulkan untuk makan di taman yang ada disamping sekolah saja


taman sekolah yang teduh oleh rimbunnya pepohonan yang membuat aku dan dian betah untuk duduk lama di sana sambil memakan snack yang dibeli di kantin tadi kami duduk bersebelahan bercerita banyak hal tentang 2 minggu yang masing-masing kami lalui


jam menunjukan pukul 12.10 siang aku beranjak dari duduk lantas mengajak dian untuk melaksanakan solat dzuhur terlebih dahulu sebelum memulai tes


" ra aku nunggu di sini aja ya, lagi ga solat " ujar dian memberitahuku sambil duduk manis di depan masjid


" oh okeh aku mau wudhu dulu ya " jawabku sambil berlalu ketempat wudhu perempuan


kemudian aku masuk kedalam masjid memakai mukena dan duduk bersama yang lain untuk menunggu imam agar solat berjamaah sembari menunggu aku mengambil handphone lalu mengetik pesan kepada bunda untuk memberitahu aku tidak bisa pulang cepat sebab harus mengikuti tes dulu


tak lama kemudian imam sudah berada ditempatnya komat pun dikumandangkan solat dzuhur berjamaah pun dilaksanakan dengan khusyuk selesai mengucapkan salam yang kedua aku berdoa kepada yang maha kuasa supaya diberi kemudahan dalam mengerjakan tes tulis nanti dan mendapatkan hasil yang memuaskan


selesai berdoa mukena dilipat dan disimpan kembali ditempatnya karena aku tidak membawa mukena sendiri aku menghampiri dian yang duduk termenung didepan masjid


" kenapa di, jangan bengong nanti kesambet tanya ku sambil duduk di samping dian


" iya ini juga kesambet pangeran yang di sana " tunjuk dian menggunakan dagunya


aku yang mendengar itupun sontak mengikuti arah dagu dian di sana berdiri seorang laki laki tinggi putih yang baru saja selesai berwudhu


" MasyaAllah gantengnya pangeran surga " gumam dian yang masih bisa didengar nara


" tapi ini di bumi di, bukan surga " ucapku terkekeh melihat tingkah sahabatku


mendengar itu dian hanya komat kamit tidak jelas tak lupa sambil memonyongkan bibirnya yang terpoles lipstik berwarna merah muda aku hanya mengacuhkan nya lalu menariknya untuk segera pergi dari sana sebab waktu sudah menunjukkan pukul 12.50 siang sebentar lagi tes akan segera dimulai

__ADS_1


tanpa suara kami berdua pergi menuju lab komputer yang berada di lantai 1 samping ruang kesenian sesampainya mereka kemudian duduk di depan komputer lalu guru pembimbing pun mengarahkan siswanya untuk memulai tes


__ADS_2