Hijrah Seorang Gadis

Hijrah Seorang Gadis
rencana bunda


__ADS_3

sesampainya di kamar aku tidak langsung tidur gara gara perkataan bunda tadi membuat aku teringat pada orang itu entah sekarang bagaimana kabarnya apakah benar benar sudah tunangan atau bahkan akan menikah


mengingat itu membuat kepalaku pusing lantas aku pun rebahan sambil menenangkan hati yang kembali frustasi tak lama terdengar notifikasi pesan masuk setelah aku liat ternyata dari rian


" ra, udah tidur? " tanyanya


" belum kak" balas ku cepat


" kenapa, masih belajar ya? "


" enggak kak barusan abis nge teh sama bunda"


" emang biasanya kamu tidur jam berapa? "


" ya sengantuk nya aja kak kenapa emang nya?"


" ga apa apa ra "


" kak yan belum tidur? "


" belum ngantuk, ada apa nih manggilnya jadi beda"


" ya nostalgia aja kak hehe"


" iya kamu dulu ga bisa bilang R sih"


" ih malah di perjelas gitu"


"kenyataan gitu ra"


" iya aku ngaku aku cadel tapi dulu ya"


"hehe iya iya, yaudah yuk tidur udah malem biar ga ke siangan solat subuhnya"


" iya kak" balasan terakhirku setelah itu aku simpan HP di nakas dirasa posisi sudah nyaman aku pun memejamkan mata dan tak lupa berdoa


...****************...


pukul 4 pagi aku bangun lalu membereskan kasur kemudian solat subuh sehabis solat akupun mandi rasanya sangat segar mandi jam segini membuat semangat menjalani hari apalagi siang nanti rian mau mampir ke rumah


jam 6 aku keluar kamar menuju dapur mencari bunda yang pasti sedang sibuk masak tapi ternyata bunda tidak ada di dapur dan aku lihat dimeja makan sudah tersaji makanan yang baru dimasak


aku mencari bunda ke depan rumah dan benar saja bunda sedang menyiram bunga kesayangan nya yang berjajar rapi di dalam pot besar dan kecil


" bund, mau di bantuin ga? " tanyaku pada bunda


" kamu nyapu halaman belakang aja ra, daun kering udah pada berserakan" perintah bunda padaku mendengar hal itu aku pun berlalu ke belakang rumah dan benar saja baru 2 hari tidak aku sapu daun kering sudah berserakan memenuhi segala penjuru halaman


setelah menyapu selesai aku sarapan berdua bersama bunda sehari hari di rumah memang hanya berdua saja dengan bunda ayah jarang pulang dan kakak pulang kalo libur kuliah saja


" bund, ayah kapan pulang?"


" mungkin beberapa hari lagi ra, kenapa nanyain ayah kangen yah"


" ya ga enak aja bund tiap hari di rumah cuma berdua aja "


" makanya kamu jangan kuliah jauh ra, bunda di rumah sendiri ga ada temen nya"

__ADS_1


" tapi bund, udah terlanjur daftar di luar kota gimana dong"


" ya nanti daftar lagi aja disekitar daerah sini "


" ya udah, tapi maaf ya bun nanti kalo yang di luar kota keterima nara ga bisa nolak "


" iya ra, bunda buka usaha aja deh biar ada kerjaan"


" yakin nih bund, emangnya udah di obrolin sama ayah"


" nunggu ayah pulang ra"


" mau buka usaha apa bund"


" bikin kue, abis sarapan temenin bunda belanja bahannya"


" eh emang mau sekarang banget bund buka usaha nya"


" iya lebih cepat lebih baik, mumpung ada kamu jadi bunda mau coba coba bikin dulu kue apa yang cocok buat dijual nanti, pokoknya bantuin bunda bikin sama nyicipin nanti ya ra"


" mau berangkat sekarang bund? "


" iya sana mandi dulu ra bunda juga mau mandi dulu"


" udah dong tadi subuh nara sih ganti baju aja cukup"


" yaudah ayo siap siap"


sambil menunggu bunda mandi aku ke kamar untuk siap siap mengetahui bunda membuka usaha aku jadi tidak tega meninggalkan bunda sendiri di rumah apa aku harus nurut sama keinginan bunda atau aku tetap lanjut kuliah di luar kota


lantas aku pun mengirim pesan kepada dian agar siang ini datang ke rumahku untuk mendiskusikan keputusanku nanti karena hal ini aku sampai melupakan satu janji yang nanti aku sesali


sedang asiknya berbalas pesan dengan dian aku sampai terlena hingga bunda datang ke kamar dan mengajakku pergi ke supermarket yang lumayan jauh dari rumah berhubung di rumah ada mobil ayah bunda mengajak menggunakan mobil saja sebab nanti repot belanja banyak bahan kalo pakai motor


" bun nanti mau beli apa aja"


" yang utama bahan kue nya sama beli peralatan yang simpel dulu kan bunda mau coba coba dulu ra "


" udah kepikiran belum bund mau bikin kue apa"


" bunda mau coba bikin kue basah sama kue kering aja ra"


" wah enak tuh bund, tau aja nara suka itu"


" awas loh nanti jangan abis di makanin kamu ya, inget bunda bikin buat jualan bukan buat kamu"


" hehe iya bund tenang aja, eh bund mau nara bikin selebaran ga nih biar selain nanti nara promosiin di sosmed kan lebih enak juga bikin selebaran buat dibagiin sama tetangga sama ditempel di tempat umum"


" boleh banget, nanti kamu yang bikin kamu yang bagiin juga ya kan kamu asisten nya bunda"


" okeh deh, yang penting jangan lupa bonus sama gajinya ya bu bos"


" tenang urusan itu sih kecil"


ternyata bahagia juga buka usaha bareng bunda selain membantu bunda juga membantu uang jajanku bertambah banyak hehe


20 menit perjalanan akhirnya kami berdua sampai di supermarket yang dituju setelah memarkirkan mobil kita berdua masuk dan menuju tempat bahan dan peralatan pembuatan kue bunda juga membeli berbagai jenis sampel kue kering dan basah yang akan di buat nanti

__ADS_1


tidak terasa 1 jam kami disini setelah semua selesai dibeli aku mengajak bunda makan di restoran samping supermarket berjalan di supermarket cukup melelahkan dan membuat aku lapar dan haus


kami berdua memesan makanan yang tersedia di menu restoran tak lupa minuman manis dan dingin yang menyegarkan tenggorokan sambil menunggu pesanan datang aku melihat beberapa pesan masuk lalu aku balas satu persatu


5 menit menunggu pesanan pun datang aku makan dengan lahap sampai bunda terheran heran melihatku seperti belum makan 2 hari


sampai sampai bunda ingin memesan lagi tapi aku cegah karena nanti juga makan lagi di rumah pikirku


semua makanan habis bunda pun membayarnya di kasir sedangkan aku berlalu duluan ke mobil di jendela mobil terlihat bunda yang berjalan keluar dari restoran aku perhatikan bundaku aku baru sadar bunda cantik sekali pantas ayah cinta mati sama bunda


apakah aku secantik bunda atau justru aku malah mirip sama ayah lantas aku pun bercermin memperhatikan dengan teliti setiap inci wajahku baru aku sadari ternyata ada jerawat dan komedo di area hidung dan daguku


duh tidak terawat nya wajah ini batinku pantas tidak ada yang suka sama aku selama disekolah aku terlalu fokus dengan prestasi akademik saja sedangkan penampilan dan wajahku tak terurus


bunda yang tiba tiba masuk ke mobil mengagetkan aku yang sedang asik melamun sambil melihat mukaku yang ga karuan menurutku


" kenapa ra, cemberut gitu"


" eh copot, ih bunda ngagetin"


" kenapa liatin cermin, baru sadar ya mukanya buluk" ucap bunda mengejekku


" wah tega banget bilang gitu, bund kasih solusi dong biar mukanya bisa cantik kayak bunda"


" lah kamu udah manis gini ra, emang mau gimana mukanya"


" yah terawat aja bund biar enak di liatnya"


" wah anak bunda udah puber nih makanya perhatiin penampilan gini biasanya amburadul juga kamu bodo amat"


" aku udah gede bund mau lebih rawat diri aja bund"


" ke salon aja yuk, bunda juga mau perawatan"


" wah tumben nih, ada apa bund kok tiba tiba gini"


" hehe ayah mau pulang jadi bunda mau dadan maksimal ya selain nyenengin bujuk ayah juga biar bolehin bunda usaha bikin kue"


" pinter banget taktiknya bunda, semoga berhasil ngerayu ayah ya bund"


" aamiin, nanti kamu mau perawatan apa aja ra?"


" wah kurang tau bund emang di salon tuh gimana aja perawatan nya nara ga tau bund"


" yaudah deh nanti ngikut bunda aja yah"


tak terasa kami sudah sampai di depan salon yang di bicarakan bunda tempatnya besar dan banyak kendaraan yang terparkir sepertinya salonnya ramai pengunjung


aku hanya bisa mengikuti bunda semua rangkaian perawatan yang tersedia di salon aku coba tidak aku sangka ternyata bunda suka nyalon walaupun cuma sesekali saja pantas diusianya tetap cantik dan terlihat awet muda


3 jam menghabiskan waktu menyenangkan diri baru pertama kali aku merasakan nyalon rasanya rileks dan menyenangkan tapi aku ga mau coba coba lagi soalnya biaya nya cukup mahal untukku yang tidak berpenghasilan ini


setelah pembayaran selesai kami pulang dengan penampilan yang cukup berbeda selain perawatan tadi aku sempat konsultasi dengan orang salon tentang perawatan wajah mandiri dengan baik hati mereka memberikan aku tips dan trik supaya tetap cantik mempesona


tanpa sadar aku tertidur di mobil tak terasa bunda sudah memarkirkan mobil di halaman rumah lalu membangunkanku aku yang mendapat guncang dipundakpun terbangun lantas segera turun dan membantu bunda mengeluarkan semua bahan dan peralatan kue yang tadi dibeli bunda


aku menyusunnya di meja makan setelah selesai aku beranjak ke kamar untuk melaksanakan solat dzuhur dulu sebelum membantu bunda membuat kue

__ADS_1


__ADS_2