Hujan Berwarna Merah Darah

Hujan Berwarna Merah Darah
BAB 1


__ADS_3

Namanya nilon, nilon anak ke satu dari dua bersaudara.paman nilon adalah


seorang penjaga buku nilon terkadang menghabiskan waktunya untuk membaca buku


pemberian pamannya, ia sangat senang membaca.


nilon bersekolah di sma pelita raya. duduk di bangku kelas tiga, ini adalah


tahun terakhirnya ia sekolah.


Pagi yang indah adalah awal yang bagus untuk memulai hari


nilon membuka jendela kamarnya, hembusan angin segar masuk memberi semangat.


Melihat tanaman yang indah dengan semerbak bunga yang berwarna-warni memberi


ketenangan tersendiri. Nilon bersiap ke dapur untuk membuat kopi, turun ke bawah


dari lantai atas kamarnya. di tangan kanannya memegang ponsel, nilon melihat


baju bayi perempuan milik adiknya yang tak sempat adiknya kenakan, adik nilon


bernama Sekar, nilon teringat wajah bayi lucu, dan gemes adik perempuannya.


sekar adiknya nilon wafat pasca dilahirkan. takdir tetaplah takdir tak ada yang


bisa merubahnya, kecuali Tuhan. tapi kami harus menerimanya,tidak berlarut-larut


dalam kesedihan.


menurut nilon, ibunyalah orang yang paling terpukul atas meninggalnya


sekar,butuh waktu lama ibu menerima dan mengiklaskannya


nilon tuang air panas ke dalam gelas yang sudah terisi kopi, aromanya tercium


Mengudara memenuhi seisi dapur. kopi selesai seduh,nilon membawanya naik ke atas


kamarnya.


"Tunggu, perasaan tadi aku taruh ponselku di atas meja belajar"batin nilon


"Apa mungkin tertinggal di dapur"ucap batin nilon


Nilon bergegas kebawah lagi mencari ponselnya yang tertinggal. nilon berjalan ke


arah dapur, Nilon melihat lihat di sekitar dapur, mencari di tempat tadi ia


naruh kopi,ternyata nihil tidak ada di dapur ponselnya.


nilon teringat sebelum ia berjalan ke arah dapur, nilon menghampiri ke arah


tumpukan baju adiknya. nilon melihat lihat baju adiknya, ia memeriksa baju,


nilon melihat ada warna merah persis dengan warna ponselnya, ia mengambil benda


berwarna merah ternyata benar itu ponselnya yang tertinggal.ibu baru saja keluar


dari kamar,di kejauhan ibu melihat nilon sedang mengacak baju Sekar yang semalam


ibu rapihkan.


"Kak!, kok baju adikmu berantakan tadi malam ibu sengaja merapihkan baju


adikmu"tanya ibu sambil terheran


"Nilon ambil ponsel nilon Bu, tadi tertinggal. kok ibu merapihkan baju Sekar,ini


bajunya mau di kemanain Bu?"saut nilon


"Baju ini mau ibu kasih, dari pada gk kepakai"jawab ibu sambil merapihkan baju


kembali


Nilon bantu ibunya merapihkan baju sambil menatap


"Ini baju mau kasih ke siapa Bu?"tanya nilon

__ADS_1


"Ini baju, ibu akan kasihkan ke Pamanmu, kemarin istrinya paman melahirkan


kebetulan anaknya perempuan"jawab sang ibu dengan raut muka tersenyum


Baju selesai rapih kembali, nilon lanjut berjalan kembali ke kamarnya. ia duduk


di kursi meja belajar sambil meneguk sedikit-sedikit kopinya. nilon membuka


kunci layar ponsel, ia melihat ada pesan masuk dari ponselnya,itu bernard.


bernard adalah kawan nilon, ia berambut pendek, berbadan gemuk dan mempunyai


tanda lahir di pipinya.nilon membaca isi pesan dari Bernard sambil meneguk


kopinya yang mulai dingin.


Bernard :Bro Nil,tugas matematika yang minggu kemarin sudah belum


Nilon :Wish wish wish ada yang lagi rajin nih


Bernard :Bukan rajin Nil gua mau liat tugas matematika punyamu Nil


Nilon :Owh iyh,pr matematika minggu kemarin ya,saya lupa nard.tumben kali kamu


ingat pelajaran


Bernard :Ntar kalau selesai tugasnya kirim-kirim Yo Nil


Nilon :Ok,gmna nanti aja ya nard,hehe


Nilon dan Bernard satu kelas, dan duduk satu meja. dalam urusan pembelajaran


Bernard suka bermalas-malasan tapi ketika di ujung kenaikan kelas,ia berubah


seratus sembilan puluh derajat menjadi lebih rajin.


nilon mengambil buku di tasnya, tas yang tersimpan di bawah meja belajarnya,


nilon membuka buku pr matematikanya ia cermati isi soalnya menurutnya sepertinya


soal ini agak rumit.nilon tak begitu suka dengan rumus matematika karena


Nilon meneguk kopinya yang sebentar lagi meyisakan gelasnya


bel rumah berbunyi, ibu nilon bergegas untuk membuka pintu. nilon sibuk mencari


jawaban tugas matematikanya, ia coba mengotret lalu hapus sampai berulang ulang


karna hasil jawabannya belum tepat. semua hasil yang ia kotret rata rata


hasilnya ada yang kurang atau bahkan lebih.ibu memanggil nilon dan memberi tahu


teman tetangganya menunggu di ruang tamu.


"Kak, ini ada angga di ruang tamu"panggil ibu nilon


"Iya Bu,bentar lagi nilon kebawah"jawab nilon sambil merapihkan bukunya


Ibu nilon berjalan melangkah ke dapur untuk melanjutkan masaknya. Nilon


menyentuh gelas kopinya yang sudah dingin, ia bergegas kebawah untuk menemui


angga. melewati anak tangga, melangkah ke bawah di kejauhan nilon melihat Angga


sedang duduk menunggu, nilon menghampiri. nilon menyapa Angga, Angga menoleh ke


arah nilon,terlihat senyum Angga untuk balas sapanya nilon.


ya angga kawan nilon sejak kecil, nilon dan angga tetangaan ia juga teman satu


kelas nilon, rambut kriting,kurus dan agak sedikit tinggi dari nilon.


"Nil, udah belum tugas matematika"


Tanya Angga sambil merapihkan rambut kritingnya


"Belum gga, baru keinget tadi pagi,yang ngingetin juga Bernard lagi"jawab nilon

__ADS_1


"Wahh, iya?"ucap Angga sambil terheran


"Iya gga, kamu sendiri sudah?"tanya nilon


"Baru Lima soal yang beres,10 soal lagi kerjain bareng ya Nil"jawab gga


Angga yang sudah membawa buku ke rumah nilon, nilon ajak ke kamarnya untuk


mengerjakan tugas bareng. Jalan menuju kamarnya naik tangga ke atas, kami saling


bercanda satu sama lain diiringi suara tawa kami yang keras sampai terdengar


oleh ibu yang sedang memasak di dapur. nilon membuka pintu kamarnya,Angga duduk


di kursi meja belajar sedangkan nilon mengambil bukunya yang mau ia kerjakan.


nilon melihat jawaban Angga yang sudah beres walau hanya Lima soal, dari lima


belas soal, sisanya kami mengerjakan bareng. satu per satu soal telah selesai


meyisakan soal terakhir. kami mencari jawaban soal terakhir sulit sekali,Angga


nampak kebingungan ia coba dengan dikalikan masih belum menemukan hasil yang


tepat untuk jawabannya.


nilon turun ke bawah menuju dapur untuk mengambil minuman, Angga masih focus


mencari jawaban soal terakhirnya.selesai mengambil minuman nilon kembali ke


kamarnya memberikan minum untuk Angga.


"Nih gga minum dulu, satu soal lagi ya ntar aja"menawari angga


"Iya, makasih Nil"sambil menyimpan minuman


Kami mengobrol dan bercanda, mengenai perjalanan Angga ke rumah nilon ia melihat


pengendara sepeda motor yang hampir menabrak pengendara lainnya di arah


berlawanan, penyebabnya adalah pengendara motor di sebelah angga menyalakan


lampu sein ke kiri tapi beloknya ke kanan hampir saja terjadi benturan untungnya


pengendara dari arah berlawanan sempat rem mendadak.angga lanjut mencari jawaban


satu soalnya sementara nilon Duduk bermain rubik.


"Selesai"teriak Angga


"Gimana itu gga, kok hasilnya bisa segitu"tanya nilon


"Ternyata itu dibagi lagi menjadi bilangan yang terkecil"Jawab Angga


Tugas selesai, nada dering ponsel nilon berbunyi, nilon mengecek isi pesan dari


ponselnya ia lihat ternyata itu Bernard,Bernard menanyakan soal tugas


matematika.


Bernard :Bro Nil, sudah beres tugasnya


Nilon :Sudah nih, tadi pagi Angga ke sini ngerjain tugas bareng


Bernard :Kirim jawabannya dong Nil


Nilon :Aku kasih tau caranya ya ntar kamu hitung sendiri sampai bilangan yang


terkecil


Bernard :Kok gitu sih Nil, katanya ntar kalau sudah beres di kirim jawabannya?


Nilon :Iya, ntar kalau bingung atau susah jawabnya kasih tau,kita juga sama


sama-sama belajar kan


Bernard banyak menanyakan soal yang ia masih bingung dan nilon kasih caranya

__ADS_1


bukan jawabannya.


__ADS_2