
Namanya nilon, nilon anak ke satu dari dua bersaudara.paman nilon adalah
seorang penjaga buku nilon terkadang menghabiskan waktunya untuk membaca buku
pemberian pamannya, ia sangat senang membaca.
nilon bersekolah di sma pelita raya. duduk di bangku kelas tiga, ini adalah
tahun terakhirnya ia sekolah.
Pagi yang indah adalah awal yang bagus untuk memulai hari
nilon membuka jendela kamarnya, hembusan angin segar masuk memberi semangat.
Melihat tanaman yang indah dengan semerbak bunga yang berwarna-warni memberi
ketenangan tersendiri. Nilon bersiap ke dapur untuk membuat kopi, turun ke bawah
dari lantai atas kamarnya. di tangan kanannya memegang ponsel, nilon melihat
baju bayi perempuan milik adiknya yang tak sempat adiknya kenakan, adik nilon
bernama Sekar, nilon teringat wajah bayi lucu, dan gemes adik perempuannya.
sekar adiknya nilon wafat pasca dilahirkan. takdir tetaplah takdir tak ada yang
bisa merubahnya, kecuali Tuhan. tapi kami harus menerimanya,tidak berlarut-larut
dalam kesedihan.
menurut nilon, ibunyalah orang yang paling terpukul atas meninggalnya
sekar,butuh waktu lama ibu menerima dan mengiklaskannya
nilon tuang air panas ke dalam gelas yang sudah terisi kopi, aromanya tercium
Mengudara memenuhi seisi dapur. kopi selesai seduh,nilon membawanya naik ke atas
kamarnya.
"Tunggu, perasaan tadi aku taruh ponselku di atas meja belajar"batin nilon
"Apa mungkin tertinggal di dapur"ucap batin nilon
Nilon bergegas kebawah lagi mencari ponselnya yang tertinggal. nilon berjalan ke
arah dapur, Nilon melihat lihat di sekitar dapur, mencari di tempat tadi ia
naruh kopi,ternyata nihil tidak ada di dapur ponselnya.
nilon teringat sebelum ia berjalan ke arah dapur, nilon menghampiri ke arah
tumpukan baju adiknya. nilon melihat lihat baju adiknya, ia memeriksa baju,
nilon melihat ada warna merah persis dengan warna ponselnya, ia mengambil benda
berwarna merah ternyata benar itu ponselnya yang tertinggal.ibu baru saja keluar
dari kamar,di kejauhan ibu melihat nilon sedang mengacak baju Sekar yang semalam
ibu rapihkan.
"Kak!, kok baju adikmu berantakan tadi malam ibu sengaja merapihkan baju
adikmu"tanya ibu sambil terheran
"Nilon ambil ponsel nilon Bu, tadi tertinggal. kok ibu merapihkan baju Sekar,ini
bajunya mau di kemanain Bu?"saut nilon
"Baju ini mau ibu kasih, dari pada gk kepakai"jawab ibu sambil merapihkan baju
kembali
Nilon bantu ibunya merapihkan baju sambil menatap
"Ini baju mau kasih ke siapa Bu?"tanya nilon
__ADS_1
"Ini baju, ibu akan kasihkan ke Pamanmu, kemarin istrinya paman melahirkan
kebetulan anaknya perempuan"jawab sang ibu dengan raut muka tersenyum
Baju selesai rapih kembali, nilon lanjut berjalan kembali ke kamarnya. ia duduk
di kursi meja belajar sambil meneguk sedikit-sedikit kopinya. nilon membuka
kunci layar ponsel, ia melihat ada pesan masuk dari ponselnya,itu bernard.
bernard adalah kawan nilon, ia berambut pendek, berbadan gemuk dan mempunyai
tanda lahir di pipinya.nilon membaca isi pesan dari Bernard sambil meneguk
kopinya yang mulai dingin.
Bernard :Bro Nil,tugas matematika yang minggu kemarin sudah belum
Nilon :Wish wish wish ada yang lagi rajin nih
Bernard :Bukan rajin Nil gua mau liat tugas matematika punyamu Nil
Nilon :Owh iyh,pr matematika minggu kemarin ya,saya lupa nard.tumben kali kamu
ingat pelajaran
Bernard :Ntar kalau selesai tugasnya kirim-kirim Yo Nil
Nilon :Ok,gmna nanti aja ya nard,hehe
Nilon dan Bernard satu kelas, dan duduk satu meja. dalam urusan pembelajaran
Bernard suka bermalas-malasan tapi ketika di ujung kenaikan kelas,ia berubah
seratus sembilan puluh derajat menjadi lebih rajin.
nilon mengambil buku di tasnya, tas yang tersimpan di bawah meja belajarnya,
nilon membuka buku pr matematikanya ia cermati isi soalnya menurutnya sepertinya
soal ini agak rumit.nilon tak begitu suka dengan rumus matematika karena
Nilon meneguk kopinya yang sebentar lagi meyisakan gelasnya
bel rumah berbunyi, ibu nilon bergegas untuk membuka pintu. nilon sibuk mencari
jawaban tugas matematikanya, ia coba mengotret lalu hapus sampai berulang ulang
karna hasil jawabannya belum tepat. semua hasil yang ia kotret rata rata
hasilnya ada yang kurang atau bahkan lebih.ibu memanggil nilon dan memberi tahu
teman tetangganya menunggu di ruang tamu.
"Kak, ini ada angga di ruang tamu"panggil ibu nilon
"Iya Bu,bentar lagi nilon kebawah"jawab nilon sambil merapihkan bukunya
Ibu nilon berjalan melangkah ke dapur untuk melanjutkan masaknya. Nilon
menyentuh gelas kopinya yang sudah dingin, ia bergegas kebawah untuk menemui
angga. melewati anak tangga, melangkah ke bawah di kejauhan nilon melihat Angga
sedang duduk menunggu, nilon menghampiri. nilon menyapa Angga, Angga menoleh ke
arah nilon,terlihat senyum Angga untuk balas sapanya nilon.
ya angga kawan nilon sejak kecil, nilon dan angga tetangaan ia juga teman satu
kelas nilon, rambut kriting,kurus dan agak sedikit tinggi dari nilon.
"Nil, udah belum tugas matematika"
Tanya Angga sambil merapihkan rambut kritingnya
"Belum gga, baru keinget tadi pagi,yang ngingetin juga Bernard lagi"jawab nilon
__ADS_1
"Wahh, iya?"ucap Angga sambil terheran
"Iya gga, kamu sendiri sudah?"tanya nilon
"Baru Lima soal yang beres,10 soal lagi kerjain bareng ya Nil"jawab gga
Angga yang sudah membawa buku ke rumah nilon, nilon ajak ke kamarnya untuk
mengerjakan tugas bareng. Jalan menuju kamarnya naik tangga ke atas, kami saling
bercanda satu sama lain diiringi suara tawa kami yang keras sampai terdengar
oleh ibu yang sedang memasak di dapur. nilon membuka pintu kamarnya,Angga duduk
di kursi meja belajar sedangkan nilon mengambil bukunya yang mau ia kerjakan.
nilon melihat jawaban Angga yang sudah beres walau hanya Lima soal, dari lima
belas soal, sisanya kami mengerjakan bareng. satu per satu soal telah selesai
meyisakan soal terakhir. kami mencari jawaban soal terakhir sulit sekali,Angga
nampak kebingungan ia coba dengan dikalikan masih belum menemukan hasil yang
tepat untuk jawabannya.
nilon turun ke bawah menuju dapur untuk mengambil minuman, Angga masih focus
mencari jawaban soal terakhirnya.selesai mengambil minuman nilon kembali ke
kamarnya memberikan minum untuk Angga.
"Nih gga minum dulu, satu soal lagi ya ntar aja"menawari angga
"Iya, makasih Nil"sambil menyimpan minuman
Kami mengobrol dan bercanda, mengenai perjalanan Angga ke rumah nilon ia melihat
pengendara sepeda motor yang hampir menabrak pengendara lainnya di arah
berlawanan, penyebabnya adalah pengendara motor di sebelah angga menyalakan
lampu sein ke kiri tapi beloknya ke kanan hampir saja terjadi benturan untungnya
pengendara dari arah berlawanan sempat rem mendadak.angga lanjut mencari jawaban
satu soalnya sementara nilon Duduk bermain rubik.
"Selesai"teriak Angga
"Gimana itu gga, kok hasilnya bisa segitu"tanya nilon
"Ternyata itu dibagi lagi menjadi bilangan yang terkecil"Jawab Angga
Tugas selesai, nada dering ponsel nilon berbunyi, nilon mengecek isi pesan dari
ponselnya ia lihat ternyata itu Bernard,Bernard menanyakan soal tugas
matematika.
Bernard :Bro Nil, sudah beres tugasnya
Nilon :Sudah nih, tadi pagi Angga ke sini ngerjain tugas bareng
Bernard :Kirim jawabannya dong Nil
Nilon :Aku kasih tau caranya ya ntar kamu hitung sendiri sampai bilangan yang
terkecil
Bernard :Kok gitu sih Nil, katanya ntar kalau sudah beres di kirim jawabannya?
Nilon :Iya, ntar kalau bingung atau susah jawabnya kasih tau,kita juga sama
sama-sama belajar kan
Bernard banyak menanyakan soal yang ia masih bingung dan nilon kasih caranya
__ADS_1
bukan jawabannya.