
Menerima memang sulit tapi tidak semuanya harus di paksa karena tak akan baik
kedepannya
Pagi hari nilon bersiap pergi ke sekolah seperti biasa Angga menunggu duduk di teras rumah. nilon menghampiri Angga dan langsung berjalan ke halte bus. sampai di gerbang sekolah nilon bertemu Santi yang baru saja turun dari motor, kami bertiga lanjut jalan ke kelas.di perjalanan menuju kelas nilon menanyakan kenapa kemarin mencarinya.
"San,kemarin ada apa?"tanya nilon berjalan ke arah kelas
"Libur akhir tahun kita mendaki yuk Nil,tahun ini kita enggak mendaki sama
sekali beda sama tahun kemarin"Santi mengajak nilon
"Oh,ternyata kemarin nyariin mengajak mendaki"seru Angga
"Iya gga,kita mendaki Berempat sama yuli kaya tahun kemarin"saut santi
"Rencananya mau ke mana nih"tanya nilon
"Kita ke gunung Cikuray aja Nil,gga"jawab santi
"Yaudah,kita persiapkan dulu dua Minggu terakhir ini"kata nilon
Dua Minggu lagi libur akhir tahun. gunung Cikuray letaknya di Garut biasanya untuk ke Garut kami menggunakan kereta turun di stasiun Leles terus lanjut naik ojek untuk ke basecampnya.nilon udah pernah mendaki ke Cikuray tahun kemarin, Santi ingin ke Cikuray karna melihat foto nilon mendaki ke Cikuray, menurutnya gunung Cikuray indah tapi
nilon pernah bercerita hati hati ketika sampai di pos 6 katanya ada babi hutan yang suka mencari makanan di tenda. seperti tahun kemarin nilon lupa menyimpan makanannya di atas pohon, babi itu merusak tendanya sampai carier nya hilang di
tenda di tarik ke semak-semak oleh babi liar itu.
sepulang sekolah Santi mengajak nilon ke rumahnya. Hubungan antara nilon dan Eki
tak baik karna nilon selalu dekat dengan Santi, Eki masih belum menerima tolakan perasaan dari Santi. Nilon mengiyakan ajakan dari Santi, bel tanda pulang sekolah berbunyi, Eki melihat Santi dan nilon berjalan berdekatan mengarah ke gerbang sekolah.eki sangat kesal melihatnya, ia berlari menuju nilon dan Santi, Eki seenaknya menepuk kepala nilon. santi risih.Karna sikapnya Eki yang selalu seenaknya.
"Ehh san,kalian mau kemana"tanya Eki
"Ke rumah Santi Ki"jawab nilon sambil menatap Eki
"Aku mau ikut ya san"Eki membujuk Santi
"Maaf Ki gak bisa,nilon mau mengambil buku novel aja"Santi menolak
Dengan raut muka yang kesal Eki mengancam nilon agar tak ikut ke rumah santi.Sebenarnya nilon kesal ke Eki cuman ia menahan diri agar hubungannya baik dengan eki.dengan raut wajah yang kesal Eki pergi meninggalkan mereka berdua. angga pulang
Lebih dulu,Bernard masih duduk di kursi kantin sambil menyantap mie yang masih hangat.
panas yang menyengat beruntung ada pepohonan yang meneduhkan kami, nilon dan Santi berjalan menuju halte bus, cukup lama menunggu bus tiba. kami tak banyak mengobrol saat menunggu bus, akhirnya bus yang kami akan naiki tiba, kami menaiki bus duduk di kursi sebelah kanan, awalnya kami ingin duduk di belakang karena penuh kami mengisi kursi yang kosong, santi menengok ke arah jendela
sementara nilon terlihat mengantuk dan ketiduran di sebelah santi.
"Nil,bangun bentar lagi sampe"Santi bangunkan nilon
Ekspresi wajah nilon lucu ketika bangun, matanya sedikit merah terlihat masih
mengantuk.santi tertawa melihat wajah nilon
"Iya san,ngantuk banget nih tidurnya kemalaman gara gara baca novel
Bus berhenti sampai di tujuan kami turun dari bus,rumah Santi tak jauh dari tempat kami turun dari bus.
kami berjalan melewati trotoar yang rusak oleh pengguna motor. trotoar teruntuk
pejalan kaki, tapi masih ada pengguna motor yang bandel menaiki motornya di trotoar yang membuatnya rusak sampai depan rumah Santi, di halaman depan rumah ada ibu Santi sedang menyiram tanamannya, ibu Santi menyapa nilon. keluarga Santi sangat akrab dengan nilon
seperti tahun kemarin ibunya percaya,Santi mendaki bersama nilon
"Ehh,ada nak nilon!"sapa ibu Santi sambil menyiram tanamannya
"Iya Bu,wihh tanaman baru ya Bu"nilon menghampiri ibu Santi dengan raut muka
tersenyum
"Iya nak nilon, ini bunga matahari Santi suka sekali bunga ini,kemarin Santi
membelinya"jelas ibu Santi yang ikut tersenyum menatap nilon
Ibu Santi menyuruh nilon masuk sambil menawari minum, nilon duduk di sofa menyandarkan tubuhnya. santi masuk ke kamarnya,ibunya baru saja keluar dari dapur membawa sirup jeruk menghampiri nilon untuk diberikan ke nilon
"Diminum dulu nak nilon"sambil menyimpan segelas sirup
"Iya Bu,makasih"nilon memegang gelas yang akan diminumnya
Ibu Santi melanjutkan menyiram tanaman, Santi baru selesai mengganti baju ia
menghampiri nilon yang sedang minum
"Nil, Ada novel bagus tiga hari lalu aku mampir ke toko buku, untuk membeli buku
novel,ceritanya seru aku sudah membacanya"ucap Santi
"Mana coba liat san"nilon penasaran
Nilon dan Santi berjalan ke arah pojok ruangan, di sana ada lemari besar untuk menyimpan buku-buku. santi mengambil novelnya ia berikan ke nilon.novel yang di beri Santi ternyata sama novel milik nilon yang dari pamannya.
__ADS_1
"San,ini buku belum nilon buka ya tapi nilon tau siapa tokoh utamanya"kata nilon
dengan wajah seolah seperti udah tau
"Jangan terlihat seperti kaya yang udah tau dehh"ucap Santi
"Hehehh,tokoh utamanya Sintong kan?"kata nilon sambil memegang buku novel
"Kok tau sih,kamu udah membacanya?"tanya Santi
"Belum,hanya menebak aja"jawab nilon sambil merapihkan rambut
"boong kamu Nil,pasti udah kamu baca ni buku"kata Santi tersenyum curiga
Buku novel ini judulnya selamat tinggal,karya dari penulis bernama Tere Liye
bukunya bagus dan nilon menyukai tulisannya
Seperti tanaman yang setiap hari disirami oleh senyum, dengan hati yang apa adanya, merawat dengan sikap baik hati perlahan tanaman itu tumbuh besar menjadi rasa suka Di sekolah, nilon dan Santi terlihat semakin dekat sementara Eki semakin kesal melihat keduanya. jam istirahat di kantin sekolah, nilon mengumpulkan teman-
temannya yang mau ikut pendakian. nilon menanyakan bagaimana persiapan mendaki
yang akan dimulai Minggu depan,Santi terlihat tak sabar ingin segera mendaki, beberapa hari sebelumya ia sering olahraga untuk melatih fisiknya.
"Aku belum ada persiapan nih Nil"ucap Angga
"Iya sama Nil"ucap Yuli
"Lagipula masih lama kan Nil Minggu depan"tanya Angga
"Iya sih, tapi kita harus mempersiapkan dulu ngga, enggak hanya perbekalan tapi
fisik juga,agar gak mudah lelah ntar di trek"kata nilon
"Beneran, tu,Nil"ucap Santi
Nilon berjalan ke warung mie, ia memesan mie dan tak sadar ada Santi di sebelahnya yang sedari tadi mengikuti nilon, sebelum mengikuti nilon Santi sempat mengikat rambutnya yang panjang dan berjalan mengikuti nilon ke warung.
"Bi,mie satu biasa jangan pake saos sedikit sambel ya Bi"nilon memesan
"Dua bi mie nya"teriak Santi
"Iya,jadi dua ya mie nya?"tanya bibi kantin
"Iya Bi"jawab Santi
Nilon terkejut tak sadar sedari tadi ada Santi di sebelahnya, ia melihat wajah Santi yang terlihat cantik dengan rambut terikat dan senyum manisnya,nilon tersenyum melihat Santi begitupun Santi ikut senyum juga ke nilon.kami berjalan ke kursi kantin sambil menunggu mienya di hidangkan,Angga dan Yuli duluan ke kelas hanya kami berdua duduk di kantin. Entah kenapa Santi hari ini terlihat berbeda, dengan ikat rambutnya ia terlihat seperti wanita sempurna dan menarik padahal nilon sudah biasa melihat Santi
dengan rambut yang diikatnya.Nil ada novel baru di rumahmu Nil?tanya Santi
"Kamu kenapa Nil,aku jelek ya rambutnya di iket"tanya Santi
"Engga san,cantik kok seperti biasa"jawab nilon sambil menatap terus santi
"Gtu ya Nil,hahaha"ucap Santi sambil tertawa kecil
Mie siap untuk disajikan bibi kantin mengantar pesanan nilon dan Santi ke meja
makan
"Ini dek Santi,dek nilon"bibi kantin mengantar pesanan
"Iya Bi,makasih"kata nilon dan Santi
Kami makan mie, Santi terlihat lahap sekali makannya, nilon masih menatap Santi sambil makan. sambil makan kami mengobrol dan bercanda, tawa keras Santi terdengar sampai bibi kantin. selesai makan nilon memberikan mangkuknya ke bibi kantin dan membayar mienya sekaligus punya Santi, Santi tak tau nilon membayar mienya,ia gak enak nilon yang membayar mienya
"Ntar aku ganti ya Nil"ucap Santi
"GK perlu san,kali kali gpp cuman mie doang kok"kata nilon
Sepulang sekolah Santi dan nilon berencana ingin mampir dulu ke toko buku milik pamannya nilon. bel pulang bunyi tanda berakhirnya belajar. Santi ikut nilon ke rumahnya,kami berjalan dari sekolah ke rumah nilon. kami berjalan diantara pohon yang meneduhkan kami berdua, beruntung di area
dekat sekolah banyak pepohonan. sampai di rumah nilon, Santi masuk dan duduk di
sofa ruang tengah dan nilon ke kamarnya untuk ganti bajunya.
"Nil makan dulu,sekalian ajak makan santi"kata ibu nilon
"Iya Bu"kata nilon
Akhir akhir ini Ibu nilon suka menonton drama Korea, nilon tak berani menggangu ibunya yang sedang fokus menonton karna drama Korea. nilon mengajak makan Santi, kami berdua makan terlebih dulu sebelum berangkat pergi ke toko paman nilon, di meja makan ada ikan bumbu kuning dan tempe yang masih hangat, kami berdua makan dengan lahap karna lapar belum makan nasi sama sekali. selesai makan nilon dan
Santi pamit pergi untuk ke toko paman,ibu masih asik menonton di kamarnya.kami menaiki sepeda menuju toko paman. Sesampainya di toko paman, nilon memarkirkan sepedanya, selasai memarkirkan sepeda kami berdua langsung berjalan masuk ke pintu toko paman, toko bukunya sedang sepi pembeli,kami menghampiri
paman yang sedang duduk.
"Ehh ada kak nilon sama siapa ini kak?"tanya paman
"Ini temen nilon wa,namanya Santi"jawab nilon
"Iya pa,saya Santi temannya nilon"jelas santi
__ADS_1
"cantik bener temennya kak"muji Santi
"Ada apa,kak nilon datang kemari?"tanya paman nilon
"Iya wa,nilon datang mau liat buku kalau ada buku yang menarik nilon ambil ya
wa?"nilon nyengir
"Yaudah, boleh deh,kak nilon"kata paman
Nilon melihat dan mencari buku yang menarik, ia menginginkan buku novel. nilon dapat buku novel yang bagus,Dan sinopsisnya menarik. nama judul bukunya adalah Hujan berwarna merah darah. nilon mengambil bukunya sementara Santi masih melihat lihat.
"Wa nilon ambil buku ini ya"tanya nilon
"Iya kak nilon,sekalian tawarin temennya siapa tau mau ambil buku juga"jawab
paman sekalian menawari
Nilon duduk mengobrol dengan pamannya,tak lama Santi baru menemukan buku novel
yang diinginkannya.
"Pak,buku novel ini berapa?"tanya Santi
"Gpp,ambil aja"jawab paman nilon
"Duh...,enggak pak"tolak Santi
"Gpp,nak santi"paman nilon sambil tersenyum tipis ke santi
"Bener nih, pak?ragu Santi dengan hati yang masih gak enak
"Iya silahkan ambil saja,toh nilon kemari pasti mau ambil buku"ucap paman
nilon
"Duhh,makasih loh pak"ucap Santi sambil memegang buku
Setelah mengambil buku, nilon mengantarkan Santi pulang ke rumahnya, kami menaiki sepeda, di tengah jalan rantai sepeda tiba tiba putus,Santi turun dari sepeda Sementara nilon mendorong sepedanya.untungnya jarak dari rantai sepeda yang putus sudah cukup dekat dari rumah
Santi, jadi nilon tak terlalu cape mendorong sepedanya. selagi mendorong, sepeda
Santi banyak mengobrol dengan nilon, Santi menertawakan wajah nilon yang sedang
mendorong sepedanya,raut muka nilon terlihat lelah ketika mendorong sepedanya Santi tertawa karena nilon terlihat kesal ke sepedanya yang rantainya putus.sampai di rumah Santi, nilon bergegas masuk dan duduk menyandarkan tubuhnya di sofa, Santi membawakan minuman di dapur untuk nilon. Ayah Santi baru saja keluar
dari kamarnya, ia menyapa nilon yang tengah duduk di sofa,ayah Santi melihat ke
arah sepeda nilon yang rantainya putus.
"Sepedanya kenapa Nil"tanya ayah Santi
"Putus rantainya om"jawab nilon
Kebetulan di gudang ada rantai bekas dan sama dengan rantai sepedanya nilon, ayah Santi membawa rantainya dari gudang dan langsung memperbaiki sepeda nilon,Santi datang dari dapur sambil membawa minuman untuk nilon
"Minum dulu nih Nil"kata Santi sambil menyimpan minumannya
"Iya,makasih san"saut nilon
Nilon kehausan karna mendorong sepeda, nilon meneguk pelan minuman yang di bawa
Santi, Santi duduk di sebelah nilon. selesai memperbaiki sepeda nilon,ayah Santi
langsung duduk di sofa tepat di sebelah santi dan nilon duduk
"Sepedanya udah bener Nil"beri tahu nilon
"Makasih pa,aduh maaf jadi merepotkan"ucap nilon dengan hati gak enak
"Iya gpp Nil, kaya ke siapa aja, mumpung ada rantai bekas di gudang dari pada
gak kepakai"ucap Aya santi
Tak terasa waktu sudah mau adzan magrib, Sebenarnya nilon masih ingin berlama-
lama di rumah Santi tapi ia khawatir ibunya akan mencaririya
"Pa nilon pulang dulu ya"nilon pamit
"Kenapa?,buru buru amat Nil"kata ayah Santi
"Iya pa,ntar nilon main kesini lagi"kata nilon sambil berjalan ke depan rumah
Santi mengantarkan nilon ke depan teras rumah,nilon memeriksa sepedanya yang
sudah di perbaiki dan mulai besiap tuk pulang
"Awas nanti putus lagi rantainya"ucap Santi
"Gpp,udah kuat ko dorong sepeda" nilon menaiki sepeda
__ADS_1
Santi tertawa kecil teringat tadi nilon mendorong sepedanya dengan wajah terlihat kesal. nilon mulai menaiki sepedanya dan menggowes, perlahan menjauh dari rumah santi.untungnya di jalan rantai sepeda gak ada masalah jadi nilon tak
perlu mendorongnya lagi.