Hujan Berwarna Merah Darah

Hujan Berwarna Merah Darah
BAB 5


__ADS_3

Rasa marah yang mendalam membuat nilon ingkar janjinya


Berangkat menuju sekolah nilon menceritakan ke Angga apa yang terjadi kepada Santi waktu kemarin, setelah nilon bercerita, Angga ikut kesal kepada eki.anggamengusulkan nilon untuk menghajar Eki karna sikapnya yang terlalu berlebihan.


sampai di kelas Angga menarik baju Eki membawanya ke toilet sekolah, di toilet


sudah ada nilon yang tak sabar untuk memukul Eki. di toilet Eki mengelak


menyalahkan santi yang sengaja menjatuhkan ponselnya, tanpa perlu banyak bicara


nilon langsung menghajar Eki di toilet sementara Angga memantau di luar toilet


agar tak ada guru yang masuk.


di toilet nilon dan Eki sedang berkelahi saling memukul, di toilet eki wajahnya


di penuhi darah, nilon hanya mendapatkan lebam di muka tapi tak separah Eki yang


di kepalanya mengeluarkan darah terutama di hidung Eki darahnya mengalir terus


akibat pukulan nilon pas mengenai hidung eki. tak lama ada guru bk datang, Angga


berteriak menyuruh nilon ke luar dari toilet, Angga dan nilon sudah lari sebelum


guru bk masuk ke toilet. sementara Eki masih membersihkan hidungnya yang masih


terus mengeluarkan darah.


di lantai toilet ada banyak darah, guru bk yang baru masuk toilet kaget karena


ada Banyak darah di lantai. guru bk melihat muka Eki yang di penuhi darah dan


luka lebam di pipinya,setelah masuk kelas nilon dan angga di panggil ke ruang


bk.


di ruang BK sudah ada Eki yang sedang di obati lukanya oleh guru bk agar


darahnya tak mengalir terus, nilon dan angga masuk ke ruang bk,kami duduk


diantara guru yang akan menanyakan kejadian di toilet.


nilon berdebat dengan eki menurutnya eki lah yang salah, nilon menyalahkan eki


karna mengolok Santi dan menyiram minuman ke pakaian santi.


guru bk langsung bergegas ke kelas untuk memanggil Santi. sampainya di ruang bk


Santi kecewa kepada nilon karna ia telah ingkar janjinya. kami berempat kena


surat peringatan, akhirnya nilon, Angga, Eki, dan Santi berdamai dan meminta


maaf satu sama lain. di kelas Santi masih kecewa kepada nilon, sampai nilon


mengajak Santi mengobrol, Santi masih tak menjawabnya.


Sampai pulang sekolah Santi tak mengucapkan satu kata apapun. sepulang sekolah


Santi pulang duluan. tak seperti biasanya Santi pulang duluan biasanya ia duduk


dan makan di kantin, melihat Santi pulang duluan Angga dan nilon bergegas pulang


ke rumah.


sampai di rumah, ibu nilon kaget melihat wajah nilon yang banyak luka lebam di


area mukanya. ibu nilon membawa p3k lalu mengobati muka nilon, setelah diobati


nilon packing barang buat besok akan Pergi mendaki. setelah packing nilon


menyimpan cariernya di ruang tengah, nilon bingung bagaimana kabarnya Santi apa


masih marah atau sebaliknya. nilon berencana untuk menemui Santi menanyakan


bagaimana kesiapan mendaki. nilon ambil sepedanya yang terparkir di depan


rumah,sampai di rumah Santi nilon bertanya ke ibunya Santi


"Assalamualaikum Bu"salam nilon


"Waalaikumsalam,ehh nak nilon"jawab salam sambil menyuruh masuk


"Santi ada Bu"tanya nilon


"Ada di loteng rumah, sepulang sekolah tadi Santi masih diem di loteng,ada apa


ya nak nilon


"Yaudah nak nilon samperin,sekaligus tanya kenapa Santi gak kebawah dari tadi


ibu perhatiin ngelamun terus"kata ibu Santi

__ADS_1


"Iya Bu"kata nilon


Nilon masuk menaiki tangga sampai tiba di loteng nilon memanggil Santi


"San,udahlah jangan marah lagi"kata nilon sambil duduk di sebelahnya


"Engga Nil,aku lagi ingin sendiri aja"jawab Santi sambil melihat langit


"Maaf ya san"kata nilon


"Iya gak apa apa nil,lagi pula sudah terjadi mau gimana lagi"saut Santi


"San,gimana udah selesai packingnya"tanya nilon


"Owh iya,belum sih lupa"Jawab Santi


"Yaudah nilon bantu packing ya"kata nilon


"Iya boleh,bentar aku ambil carier dulu di kamar"kata santi ia berjalan ke


kamarnya


Nilon turun ke bawah ia duduk di sofa, Santi datang dari kamarnya sambil membawa


carier.


selesai packing nilon pergi ke atap rumah,Santi menyusulnya sambil membawa


gitar.


kami bernyanyi di loteng sambil menikmati sunset, tak terasa sudah magrib nilon


pamit ke ibunya Santi, sampai di rumah nilon langsung tertidur di kasur,ia


istirahat karna besok mulai pendakian.


eki mendapat informasi dari temannya kalau Santi, nilon, Angga, dan Yuli mau


pergi mendaki.


eki masih kesal dengan kejadian di toilet sekolah sampai ia tak bisa tidur karna


sakit di kepalanya akibat perkelahian kemarin.


hari pendakian pukul sembilan malam kami harus sudah berada di stasiun kereta


api karna takut tertinggal kereta, jadwalnya jam sembilan kalau terlawat kami


akan menunggu kereta berikutnya jam sebelas malam. jam delapan malam Angga,dan


menunggu Yuli dan santi.


nilon tak menduga malam ini hujan deras sekali. Pukul delapan lebih lima belas


Yuli baru saja sampai di stasiun ia memakai jas hujan. nilon melihat Yuli sedang


berdiri di depan stasiun.


"Yul..,Yul.."teriak nilon


Yuli noleh ke arah nilon yang sedang duduk di warung depan stasiun.santi


menghampiri kami berdua


"Jadwal keretanya jam berapa Nil"tanya Yuli


"Sembilan Yul,"jawab nilon


"Ehh,Santi jam segini kok belum datang ya"tanya Yuli


"Gatau Yul,mungkin lagi nunggu hujan reda"jawab Angga


Hujan belum reda di tambah Santi entah tau dimana, pukul setengah sembilan Angga


dan yuli beli tiket kereta api tujuan ke stasiun leles, nilon masih menunggu


Santi di warung.


di kejauhan ada Eki ia membawa mobil, Eki masih kesal dengan nilon Eki berniat


untuk menabrak mobilnya ke nilon,Eki melihat nilon sedang duduk di warung depan


stasiun.


jam sudah setengah sembilan lebih tapi Santi masih belum datang. nilon


memutuskan untuk masuk ke stasiun, lagi sedang berjalan ke arah pintu masuk


stasiun ada ,mobil Eki yang menancapkan gasnya ia berniat buruk mau menabrak


nilon. waktu nyebrang, nilon melihat ke arah Kenan ada mobil kencang sekali.

__ADS_1


nilon kaget ia ingin menghindar tapi tubuhnya tiba tiba kaku diam. sampai di


stasiun Santi tiba tiba lari karna ia melihat nilon yang akan di tabrak oleh


mobil. santi mendorong nilon ke depan,nilon terjatuh dan kaget mobil itu


menabrak santi.


hujan masih deras, mobil itu lari tak tanggung jawab. orang yang berada di


stasiun kaget dan mengejar mobil tabrak lari itu.


eki kesal ternyata yang ia tabrak adalah Santi banyak orang yang ada di sekitar


stasiun langsung mengerumuni badan santi. untungnya ada bapak-bapak baik yang


menawari Santi di bawa ke mobilnya untuk segera ke rumah sakit.


genangan air yang tercampur darah, nilon bengong melihatnya seakan tak percaya.


nilon mengangkat tubuh Santi ke mobil untuk di bawa ke rumah sakit terdekat.


di kejauhan Angga dan Yuli menghampiri nilon yang sedang menangis,darah Santi


Mengaliri kaki nilon.


Kali ini hujan tak lagi berwarna putih bening aliran air yang Mengaliri kaki


berwarna merah membawa berita buruk untuk yang mengenalnya.


Angga dan Yuli masih tak percaya kenapa bisa terjadi seperti ini


Pergi mendaki batal, nilon bergegas ke rumah sakit ada ojek di depan stasiun.


angga dan yuli ke rumah Santi untuk memberi tahu Santi berada di rumah sakit. di


perjalanan nilon masih menangis terus,sampai di rumah sakit.


"Ini pak uangnya,lebihnya ambil aja"kata nilon sambil menangis ia lari masuk ke


rumah sakit


Tak lama menunggu orangtua Santi datang ke rumah sakit bersama Angga dan Yuli


"Nak nilon,Santi dimana?"tanya ibu Santi sambil menangis


"Di ruang ugd Bu"jawab nilon


Mendengar Santi berada di ruang ugd ibu Santi duduk tubuhnya tiba tiba lemas


mendengar informasi dari nilon. dokter yang memeriksa Santi keluar dari ruang


ugd, dokter itu menanyakan keluarga dari santi. dokter menjelaskan bahwa saat


ini Santi sedang koma, nilon menceritakan kejadian saat Santi tertabrak,ibu


Santi lemas mendengar ceritanya nilon.


angga dan Yuli pamit pulang karna sudah malam,nilon masih menunggu di rumah


sakit bersama orang tua santi.nilon menelfon ibunya memberi tahu mendakinya


batal. nilon memberi tahu sekarang nilon berada di rumah sakit, ibu nilon kaget


mendengar informasi nilon, kedua orang tua nilon berangkat ke rumah sakit.


sampai di rumah sakit,ibu nilon menenangkan suasa.


di rumah Eki menceritakan kejadian tadi malam ke ibunya, ibu Eki kaget mendengar


anaknya habis menubruk orang terus melarikan diri. waktu di stasiun ada warga


yang memotret palt nomor mobil yang menabrak Santi, warga itu datang ke rumah


sakit untuk memberi gambar plat mobil itu.


"Bu,tadi di tempat kejadian saya mengejar mobil yang menabrak korban, hanya saja


tak terkejar karna pengendara mobil itu melajukan mobilnya sangat cepat,tapi


untungnya saya memotret plat nomor mobil tersebut"ujar seorang warga yang berada


di rel kereta


"Boleh kirim gambar plat mobilnya pak?"tanya ibu Santi


"Boleh Bu,saya kirim ya"jawabnya


Warga yang memotret itu namanya Ardi di tempat kejadian ia sedang mengopi di


warung stasiun. setelah mendapat gambar platnya, besoknya ibu Santi berencana

__ADS_1


melapor ke polisi. setelah mengirim gambar warga itu pamit pulang dari rumah


sakit,warga itu berjalan pelan perlahan keluar dari rumah sakit.


__ADS_2