
Rasa marah yang mendalam membuat nilon ingkar janjinya
Berangkat menuju sekolah nilon menceritakan ke Angga apa yang terjadi kepada Santi waktu kemarin, setelah nilon bercerita, Angga ikut kesal kepada eki.anggamengusulkan nilon untuk menghajar Eki karna sikapnya yang terlalu berlebihan.
sampai di kelas Angga menarik baju Eki membawanya ke toilet sekolah, di toilet
sudah ada nilon yang tak sabar untuk memukul Eki. di toilet Eki mengelak
menyalahkan santi yang sengaja menjatuhkan ponselnya, tanpa perlu banyak bicara
nilon langsung menghajar Eki di toilet sementara Angga memantau di luar toilet
agar tak ada guru yang masuk.
di toilet nilon dan Eki sedang berkelahi saling memukul, di toilet eki wajahnya
di penuhi darah, nilon hanya mendapatkan lebam di muka tapi tak separah Eki yang
di kepalanya mengeluarkan darah terutama di hidung Eki darahnya mengalir terus
akibat pukulan nilon pas mengenai hidung eki. tak lama ada guru bk datang, Angga
berteriak menyuruh nilon ke luar dari toilet, Angga dan nilon sudah lari sebelum
guru bk masuk ke toilet. sementara Eki masih membersihkan hidungnya yang masih
terus mengeluarkan darah.
di lantai toilet ada banyak darah, guru bk yang baru masuk toilet kaget karena
ada Banyak darah di lantai. guru bk melihat muka Eki yang di penuhi darah dan
luka lebam di pipinya,setelah masuk kelas nilon dan angga di panggil ke ruang
bk.
di ruang BK sudah ada Eki yang sedang di obati lukanya oleh guru bk agar
darahnya tak mengalir terus, nilon dan angga masuk ke ruang bk,kami duduk
diantara guru yang akan menanyakan kejadian di toilet.
nilon berdebat dengan eki menurutnya eki lah yang salah, nilon menyalahkan eki
karna mengolok Santi dan menyiram minuman ke pakaian santi.
guru bk langsung bergegas ke kelas untuk memanggil Santi. sampainya di ruang bk
Santi kecewa kepada nilon karna ia telah ingkar janjinya. kami berempat kena
surat peringatan, akhirnya nilon, Angga, Eki, dan Santi berdamai dan meminta
maaf satu sama lain. di kelas Santi masih kecewa kepada nilon, sampai nilon
mengajak Santi mengobrol, Santi masih tak menjawabnya.
Sampai pulang sekolah Santi tak mengucapkan satu kata apapun. sepulang sekolah
Santi pulang duluan. tak seperti biasanya Santi pulang duluan biasanya ia duduk
dan makan di kantin, melihat Santi pulang duluan Angga dan nilon bergegas pulang
ke rumah.
sampai di rumah, ibu nilon kaget melihat wajah nilon yang banyak luka lebam di
area mukanya. ibu nilon membawa p3k lalu mengobati muka nilon, setelah diobati
nilon packing barang buat besok akan Pergi mendaki. setelah packing nilon
menyimpan cariernya di ruang tengah, nilon bingung bagaimana kabarnya Santi apa
masih marah atau sebaliknya. nilon berencana untuk menemui Santi menanyakan
bagaimana kesiapan mendaki. nilon ambil sepedanya yang terparkir di depan
rumah,sampai di rumah Santi nilon bertanya ke ibunya Santi
"Assalamualaikum Bu"salam nilon
"Waalaikumsalam,ehh nak nilon"jawab salam sambil menyuruh masuk
"Santi ada Bu"tanya nilon
"Ada di loteng rumah, sepulang sekolah tadi Santi masih diem di loteng,ada apa
ya nak nilon
"Yaudah nak nilon samperin,sekaligus tanya kenapa Santi gak kebawah dari tadi
ibu perhatiin ngelamun terus"kata ibu Santi
__ADS_1
"Iya Bu"kata nilon
Nilon masuk menaiki tangga sampai tiba di loteng nilon memanggil Santi
"San,udahlah jangan marah lagi"kata nilon sambil duduk di sebelahnya
"Engga Nil,aku lagi ingin sendiri aja"jawab Santi sambil melihat langit
"Maaf ya san"kata nilon
"Iya gak apa apa nil,lagi pula sudah terjadi mau gimana lagi"saut Santi
"San,gimana udah selesai packingnya"tanya nilon
"Owh iya,belum sih lupa"Jawab Santi
"Yaudah nilon bantu packing ya"kata nilon
"Iya boleh,bentar aku ambil carier dulu di kamar"kata santi ia berjalan ke
kamarnya
Nilon turun ke bawah ia duduk di sofa, Santi datang dari kamarnya sambil membawa
carier.
selesai packing nilon pergi ke atap rumah,Santi menyusulnya sambil membawa
gitar.
kami bernyanyi di loteng sambil menikmati sunset, tak terasa sudah magrib nilon
pamit ke ibunya Santi, sampai di rumah nilon langsung tertidur di kasur,ia
istirahat karna besok mulai pendakian.
eki mendapat informasi dari temannya kalau Santi, nilon, Angga, dan Yuli mau
pergi mendaki.
eki masih kesal dengan kejadian di toilet sekolah sampai ia tak bisa tidur karna
sakit di kepalanya akibat perkelahian kemarin.
hari pendakian pukul sembilan malam kami harus sudah berada di stasiun kereta
api karna takut tertinggal kereta, jadwalnya jam sembilan kalau terlawat kami
akan menunggu kereta berikutnya jam sebelas malam. jam delapan malam Angga,dan
menunggu Yuli dan santi.
nilon tak menduga malam ini hujan deras sekali. Pukul delapan lebih lima belas
Yuli baru saja sampai di stasiun ia memakai jas hujan. nilon melihat Yuli sedang
berdiri di depan stasiun.
"Yul..,Yul.."teriak nilon
Yuli noleh ke arah nilon yang sedang duduk di warung depan stasiun.santi
menghampiri kami berdua
"Jadwal keretanya jam berapa Nil"tanya Yuli
"Sembilan Yul,"jawab nilon
"Ehh,Santi jam segini kok belum datang ya"tanya Yuli
"Gatau Yul,mungkin lagi nunggu hujan reda"jawab Angga
Hujan belum reda di tambah Santi entah tau dimana, pukul setengah sembilan Angga
dan yuli beli tiket kereta api tujuan ke stasiun leles, nilon masih menunggu
Santi di warung.
di kejauhan ada Eki ia membawa mobil, Eki masih kesal dengan nilon Eki berniat
untuk menabrak mobilnya ke nilon,Eki melihat nilon sedang duduk di warung depan
stasiun.
jam sudah setengah sembilan lebih tapi Santi masih belum datang. nilon
memutuskan untuk masuk ke stasiun, lagi sedang berjalan ke arah pintu masuk
stasiun ada ,mobil Eki yang menancapkan gasnya ia berniat buruk mau menabrak
nilon. waktu nyebrang, nilon melihat ke arah Kenan ada mobil kencang sekali.
__ADS_1
nilon kaget ia ingin menghindar tapi tubuhnya tiba tiba kaku diam. sampai di
stasiun Santi tiba tiba lari karna ia melihat nilon yang akan di tabrak oleh
mobil. santi mendorong nilon ke depan,nilon terjatuh dan kaget mobil itu
menabrak santi.
hujan masih deras, mobil itu lari tak tanggung jawab. orang yang berada di
stasiun kaget dan mengejar mobil tabrak lari itu.
eki kesal ternyata yang ia tabrak adalah Santi banyak orang yang ada di sekitar
stasiun langsung mengerumuni badan santi. untungnya ada bapak-bapak baik yang
menawari Santi di bawa ke mobilnya untuk segera ke rumah sakit.
genangan air yang tercampur darah, nilon bengong melihatnya seakan tak percaya.
nilon mengangkat tubuh Santi ke mobil untuk di bawa ke rumah sakit terdekat.
di kejauhan Angga dan Yuli menghampiri nilon yang sedang menangis,darah Santi
Mengaliri kaki nilon.
Kali ini hujan tak lagi berwarna putih bening aliran air yang Mengaliri kaki
berwarna merah membawa berita buruk untuk yang mengenalnya.
Angga dan Yuli masih tak percaya kenapa bisa terjadi seperti ini
Pergi mendaki batal, nilon bergegas ke rumah sakit ada ojek di depan stasiun.
angga dan yuli ke rumah Santi untuk memberi tahu Santi berada di rumah sakit. di
perjalanan nilon masih menangis terus,sampai di rumah sakit.
"Ini pak uangnya,lebihnya ambil aja"kata nilon sambil menangis ia lari masuk ke
rumah sakit
Tak lama menunggu orangtua Santi datang ke rumah sakit bersama Angga dan Yuli
"Nak nilon,Santi dimana?"tanya ibu Santi sambil menangis
"Di ruang ugd Bu"jawab nilon
Mendengar Santi berada di ruang ugd ibu Santi duduk tubuhnya tiba tiba lemas
mendengar informasi dari nilon. dokter yang memeriksa Santi keluar dari ruang
ugd, dokter itu menanyakan keluarga dari santi. dokter menjelaskan bahwa saat
ini Santi sedang koma, nilon menceritakan kejadian saat Santi tertabrak,ibu
Santi lemas mendengar ceritanya nilon.
angga dan Yuli pamit pulang karna sudah malam,nilon masih menunggu di rumah
sakit bersama orang tua santi.nilon menelfon ibunya memberi tahu mendakinya
batal. nilon memberi tahu sekarang nilon berada di rumah sakit, ibu nilon kaget
mendengar informasi nilon, kedua orang tua nilon berangkat ke rumah sakit.
sampai di rumah sakit,ibu nilon menenangkan suasa.
di rumah Eki menceritakan kejadian tadi malam ke ibunya, ibu Eki kaget mendengar
anaknya habis menubruk orang terus melarikan diri. waktu di stasiun ada warga
yang memotret palt nomor mobil yang menabrak Santi, warga itu datang ke rumah
sakit untuk memberi gambar plat mobil itu.
"Bu,tadi di tempat kejadian saya mengejar mobil yang menabrak korban, hanya saja
tak terkejar karna pengendara mobil itu melajukan mobilnya sangat cepat,tapi
untungnya saya memotret plat nomor mobil tersebut"ujar seorang warga yang berada
di rel kereta
"Boleh kirim gambar plat mobilnya pak?"tanya ibu Santi
"Boleh Bu,saya kirim ya"jawabnya
Warga yang memotret itu namanya Ardi di tempat kejadian ia sedang mengopi di
warung stasiun. setelah mendapat gambar platnya, besoknya ibu Santi berencana
__ADS_1
melapor ke polisi. setelah mengirim gambar warga itu pamit pulang dari rumah
sakit,warga itu berjalan pelan perlahan keluar dari rumah sakit.