Hujan Berwarna Merah Darah

Hujan Berwarna Merah Darah
BAB 2


__ADS_3

Hari masuk sekolah, pagi itu seperti biasa nilon menyeduh kopi dan mengambil


roti di dapur sebelum ia berangkat ke sekolah. kicauan burung murai batu


terdengar sampai ke rumah nilon itu burung murai batu milik tetangganya, burung


murai terkenal karena suaranya yang indah.selesai sarapan nilon bersiap untuk


pergi ke sekolah, Angga mengetuk pintu rumah nilon sembari menunggu nilon


keluar, nilon pamit ke dua orang tuanya. nilon melihat Angga sedang duduk


menunggunya,angga menoleh ke arah nilon


"Cepet Nil!, ntar kesiangan kejebak macet kalau terlalu siang


berangkatnya"teriak Angga tak sabar ingin cepat berangkat


"Ok gga,yok berangkat"jawab nilon


Kami jalan kaki menuju halte bus jarak antara rumah nilon dan halte bus hanya


enam puluh meter, cukup dekat tapi kami tidak mau ketinggalan bus seperti Minggu


kemarin.kami duduk di halte tak lama bus yang ingin kami naiki datang


kami duduk di kursi paling belakang karena cukup lebar di banding duduk di


depan. berhenti di depan sekolah kami bergegas ke kelas,di lapang seperti biasa


siswa siswi sudah berbaris untuk melaksanakan upacara hari senin.


upacara di mulai terlihat Bernard ia baris di paling depan, menyapa kami yang


baru datang. bernard terlihat masih mengantuk karna tadi malam ia bergadang


untuk mengerjakan tugas matematika, ia langganan ruang uks saat upacara di


mulai, berakting sakit hanya untuk tidur di uks.upacara telah selesai ternyata


kali ini Bernard tidak ke uks karena sudah banyak namannya di buku uks dan guru


yang menjaga di ruang uks mulai mencurigainya,kami bertiga masuk ke kelas untuk


mengikuti pelajaran.


"Nard,tugas pr kemarin sudah selesai?"tanya nilon


"Sudah Nil"jawab Bernard


Nilon melihat buku milik Bernard ternyata isinya benar hampir sama persis milik


nilon dan angga, sebenarnya Bernard bisa menyelesaikan tugas pelajaran hanya


saja ia malas, jam pelajaran dimulai tugas pr kemarin Di kumpulkan. selesai jam


pelajaran, bel istirahat berbunyi, Angga dan Bernard keluar kelas menuju kantin.


santi menghampiri meja nilon yang duduk sendiri,ia menceritakan hari liburnya


pergi ke kebun binatang bersama adik dan kedua orangtuanya.


santi adalah teman baik nilon sekaligus Bernard dan angga, ia adalah perempuan


yang periang berambut panjang teriket, banyak teman laki-laki yang naksir


padanya tapi ia hanya tertarik hanya satu orang yaitu nilon,ada teman sekelasnya


yang paling naksir ia bernama eki.


eki selalu iri melihat kedekatan nilon dan Santi yang seperti magnet. eki


mempunyai Keluarga yang berada secara ekonomi, sikap yang sombong dan seenaknya


membuat Santi enggan dekat dengan eki tapi Santi menghargainya sebagai teman


sekelasnya. waktu istirahat tersisa lima menit lagi nilon dan Santi lupa makan


dan minum karena asik mengobrol mengenai liburan keluarga Santi ke kebun


binatang. bernard dan angga terlihat di pinggir lapangan mereka menonton kelas


lain yang sedang bermain bola.santi mengajak nilon pergi ke kantin


nilon menolaknya, karena ia tahu ada Eki di kantin. nilon tak mau ada

__ADS_1


perseturuan dengan eki, nilon tau Eki sangat naksir pada Santi nilon


mengetahuinya dari Santi. Santi memberi tahu ke nilon beberapa Minggu lalu Eki


menyatakan perasaannya, Santi memberi penjelasan dan menolaknya secara


halus,nilon tak mau ada kaitannya atas ditolaknya Eki karenanya.


santi pergi sendiri menuju kantin, nilon membuka botol minumannya yang ia bawa


dari rumah.tak lama bunyi bel tanda istirahat telah selesai berbunyi, bunyi bel


di sekolah ini Hampir sama persis dengan bel stasiun kereta api.


pelajaran selanjutnya akan di mulai,siswa dan siswi yang masih di luar kelas


bergegas berjalan ke ruang kelasnya begitu dengan Bernard dan angga. hari Senin


ini ada empat mata pelajaran Matematika, ekonomi, sejarah dan biologi. waktu tak


terasa detik demi detik, menit demi menit dan jam demi jam, berlalu bersamaan


dengan pelajaran yang silih berganti. pelajaran selesai, semua kelas di beri


waktu lima belas menit sebelum bel pulang, untuk merapihkan kelas dan


membersihkan sisa-sisa makanan yang tersimpan di bawah meja.nilon pulang duluan


sementara Angga dan Bernard masih duduk di kantin.


"Bude,nasi kuning satu jangan pake sambal"angga memesan


"Iya,dek Bernard"jawab bude sambil menyiapkan pesanan


Setelah memesan makanan, Bernard dan angga berjalan ke meja makan di pojok


kantin, angga menunggu makanan datang sambil melihat teman yang lainnya berjalan


ke arah gerbang.


Angga melihat Santi seperti orang yang kebingungan, Santi balik noleh ke Bernard


dan angga yang sedang duduk di kursi kantin, berjalan ke arah Bernard dan angga,


sampai di meja kantin Santi duduk di depan Bernard dan angga,bernard terlihat


"Gga,kamu liat nilon?"tanya Santi


"Baru aja tadi pulang,memangnya ada apa san?"jawab angga


"Engga ad apa apa gga,tanya doang"kata Santi dengan raut muka menyembunyikan


sesuatu


Niat awal Santi mau ajak nilon kerumahnya,sayangnya ia tak mengajak nilon dari


awal.


Nilon berjalan kaki untuk sampai kerumahnya memang lumayan jauh tapi nilon tau


jalan pintas cepat menuju rumahnya. sampai rumah nilon masuk, di rumah ada


ibunya yang sedang menyiapkan makan siang untuk nilon,nilon berjalan ke kamarnya


untuk ganti baju.


"Kak makan dulu,ibu masak ikan kesukaan kamu kak"ibu memanggil nilon


"Iya Bu nilon lagi ganti baju, sebentar lagi kebawah Bu"nilon jawab panggilan


selesai ganti baju, nilon bergegas turun ke bawah ia melihat di atas meja makan


ada ikan bumbu kuning kesukaannya, nilon sangat menyukai ikan bumbu kuning


masakan khas ibunya, nilon tau setiap detail rasa masakan ibunya. nilon pernah


di beri ikan bumbu kuning oleh pamannya ia tau rasanya berbada dengan rasa


masakan ibunya, menurutnya masakan ibunya spesial. selesai makan nilon bergegas


pamit ia mau ke toko buku milik pamannya. dari rumah nilon, ke toko buku milik


pamannya tak jauh, nilon menggunakan sepeda untuk pergi ke toko pamannya, nilon


mengendarai sepeda dengan hati-hati,ia teringat cerita Angga tentang sepeda

__ADS_1


motor yang hampir saja terjadi kecelakaan.


di jalan nilon menggowes sepeda pelan-pelan. sampai di depan toko buku milik


pamannya, nilon memarkirkan sepedanya. nilon lanjut berjalan masuk ke pintu toko


buku,ia melihat pamannya yang memanggil.


"Kak nilon,kesini naik apa?"tanya pamannya


"Naik sepeda,wa"jawab nilon


"Wa,toko sedang ramai ya?"tanya nilon


"Iya kak nilon,biasanya jam segini memang lagi ramai-ramainya"jawab paman


Nilon membantu pamannya yang ramai oleh pembeli, jam segini biasanya sedang


ramai-ramainya,terkadang ada yang melihat lihat buku lalu keluar toko tanpa


membeli bukunya dan ada juga yang keluar toko dengan membeli bukunya.


"Kamu sudah makan?"tanya paman nilon


"Udah wa,sebelum kesini sempat makan dulu"jawab nilon


Nilon masih berada di toko pamannya, tak terasa sudah sorai hari.nilon bersiap


pamit pulang ke pamannya sebelum pergi nilon di berikan buku novel oleh


pamannya.


di perjalanan pulang nilon melihat lihat buku novel pemberian pamannya, ia tak


sabar untuk membacanya karena menurutnya sinopsis novel tersebut sangat menarik,


akhir akhir ini nilon gemar membaca buku novel, di setiap buku novel memiliki


cerita yang berbeda dan unik. sampai rumah,nilon berjalan menuju kamarnya


"Udah pulang kak"panggil ibu


"Iya Bu,baru pulang tadi"sambil melangkah ke arah ibu


"Gimana toko paman ramai?,kamu itu bawa apa kak?"tanya ibu


"Lumayan ramai Bu,ini nilon bawa buku Bu"jawab nilon sambil menunjukan bukunya


"Yaudah Bu nilon pergi ke kamar ya,mau nyimpan buku"tersenyum menatap ibunya sambil melangkah menuju kamarnya


ia berjalan menuju kamarnya sampai di kamar


ia menyimpan bukunya lanjut mengambil handuk dan segera untuk mandi. selesai


mandi tak lama suara adzan Maghrib berkumandang, nilon memakai baju Koko celana


pendek dengan sarung dan peci putih. ayah nilon sudah berada di masjid lebih


dulu,nilon keluar rumah berjalan kaki menuju masjid.


masjid ini usianya sudah tua tapi bangunannya masih berdiri kokoh, warna cat


hijau dan putih yang masih baru terlihat indah dan terawat. nilon ambil air


wudhu dan bergegas untuk sholat ia berdiri di samping ayahnya. selesai sholat


ayahnya duluan ke rumah sementara nilon duduk di depan masjid.angga menghampiri


nilon ia duduk di samping nilon


"Nil,tadi di sekolah Santi nyarrin"sambil duduk di sebelah nilon


"Iya gga,tadi sepulang sekolah sedikit buru-buru mau ke toko buku"jawab nilon


"Oh iyh gga,emangnya ada apa gga?"tannya nilon sambil menatap Angga


"Gak tau Nil gak bilang, katanya santi,liat nilon gak"cerita Angga


Sudah setengah jam nilon dan angga mengobrol,tak terasa. nilon pulang duluan


sementara Angga masih duduk di masjid menunggu adzan isya. nilon masuk rumah,


berjalan ke arah dapur untuk makan malam, ayahnya dan ibunya menunggu nilon


pulang dari masjid untuk makan bersama, selesai makan nilon masuk ke kamarnya,

__ADS_1


nilon terduduk di kursi ia mengambil novel yang tadi sore di beri pamannya,nilon


mulai membaca novelnya.


__ADS_2