
Lalu Yandi pun mengambil keris yang dipegang oleh Angga dengan sangat cepat. Angga yang kehilangan kerisnya, seketika jatuh pingsan.
Lalu roh yang dilihat Yandi tadi berada didalam tubuh Angga tiba-tiba lenyap menghilang. Tampaknya dugaan Yandi memanglah tepat, roh itu berada didalam tubuh Angga dikarenakan Angga telah mengambil keris tersebut dari tempat asalnya padahal keris tersebut didalamnya telah tertanam roh jahat penunggu dari keris tersebut.
Yandi kemudian berlarian keluar dari tenda untuk segera membakar keris tersebut agar nantinya roh dari keris tersebut tidak kembali merasuki tubuh Angga.
"Satu-satunya cara untuk menyadarkan Angga adalah dengan menghancurkan keris ini." Ucap Yandi, sembari mengeluarkan korek api dari saku celananya.
Setelah berhasil menghancurkan keris itu, Yandi pun mencoba kembali merenda sekedar untuk mengecek Angga. Yandi perlahan demi perlahan mendekati tubuh Angga yang tergeletak pingsan dilantai, mengetahui bahwa Angga sedang tak sadarkan diri memunculkan sebuah ide untuk menggeledah seluruh kantong yang ada di pakaian yang Angga kenakan.
"Aku juga harus memeriksa saku yang ada dipakaiannya juga." Ucap Yandi, memeriksa lubang kantong yang ada dibaju serta celana Angga.
Tanpa disangka pada saat meraba disalah satu kantong yang ada dicelana Angga ada sesuatu benda yang membuat Yandi penasaran, lalu Yandi pun menariknya dari kantong itu untuk memeriksanya.
"Apa ini! Sepertinya ada sesuatu." Yandi mengambil benda yang tersimpan disaku celana yang dikenakan oleh Angga.
Setelah diperhatikan, ternyata benda itu merupakan benda yang selama ini dirinya cari yakni sebuah peta tentang hutan Wahea.
"Yes! Inilah yang dari tadi aku cari, ternyata selam ini dia selalu membawanya." Ujar Yandi, merasa senang karena telah menemukan benda yang selama ini ia cari.
Setelah mendapatkan petanya, Yandi langsung kabur dari dalam tenda itu menuju kembali ketempat tendanya semula.
"Sekarang! Aku harus segera melarikan diri dari sini." Ucap Yandi, berbicara didalam pikirannya sembari bergegas keluar dari dalam tenda.
__ADS_1
Pada saat melarikan diri Yandi tanpa sengaja menginjak tas, yang tampaknya itu milik dari nano.
Yandi pun mencoba menyingkirkan tas itu dari kakinya, namun tiba-tiba ia mendapatkan sebuah penglihatan. Jika nano saat ini sedang ditahan oleh sesosok makhluk gaib penunggu hutan ini.
"Apa yang sebenarnya terjadi pada mereka semua." Ucap Yandi sambil memegang tas milik nano.
Yandi kemudian merasa penasaran dengan kejadian yang dilihatnya tadi dan mencoba menelusuri jejak-jejak yang dapat mengungkap menghilangnya Nano menggunakan kemampuan Medium miliknya atau biasa dikatakan kemampuan mata batin.
Yandi menelusuri jalan setapak yang menjadi arahan dari kemampuan spesialnya tersebut, arahannya berupa petunjuk langkah kaki yang pernah dilewati oleh nano sebelum dia menghilang.
"Nampaknya kemampuanku sudah berkembang pesat." Ucap Yandi, merasa sangat senang karena dapat menggunakan kemampuan secara optimal.
Jalan setapak tersebut sepertinya menuntun Yandi kearah 2 jalan yang berbeda yakni kanan dan kiri, hal ini membuat Yandi harus memilih salah satu dari kedua jalan tersebut. Setiap keputusannya yang ia ambil akan membawanya kearah yang berbeda pula. Namun beruntunglah Yandi masih mendapat penglihatan tentang jalan yang dipilih oleh nano sebelumnya.
Lalu Yandi melihat telapak kaki Nano yang mengarah kearah kanan, sambil ia menengok kearah kanan serta kiri. Yandi pun berjalan menuju jejak langkah kaki nano menggunakan kemampuan mediumnya karena langkah kaki itu hanya dapat terlihat dengan menggunakan kemampuannya saja.
"Jejak kakinya masih tampak terlihat olehku, ini artinya nano tak berhenti sampai disini saja." Yandi terus mengikuti langkah kali yang tunjukkan oleh kemampuannya tersebut.
Pada saat melewati jalan tersebut, Yandi menemukan sebuah patung kecil yang berbentuk seekor naga. Nampaknya ada sesuatu yang tersembunyi didalam patung tersebut yang berkaitan dengan Nano.
"Kenapa jejak kakinya terhenti sampai dipatung naga ini." Yandi Memperhatikan patung tersebut menggunakan kemampuan mata batinnya dan merasakan ada aura aneh didalamnya, seakan menarik Yandi untuk berkomunikasi dengan makhluk yang ada didalam patung tersebut.
"Pastinya ada sesuatu dengan patung itu yang berhubungan dengan menghilangnya nano." Ucap Yandi, Sembari mencoba memegang patung naga tersebut.
__ADS_1
Lalu setelah Yandi mengambil patung naga tersebut, iapun langsung mendapatkan penglihatan tentang masa lalu Nano pada saat berinteraksi dengan patung tersebut.
"Tampaknya nano pernah melewati jalanan ini dan tidak sengaja berinteraksi dengan patung naga ini." Ucap Yandi sambil memegang patung naga yang dimaksud, lalu Yandi pun mencoba mengorek lebih dalam lagi tentang keberadaan nano saat ini.
Setelah masuk kedalam ingatan dari patung naga tersebut, disana Yandi melihat bahwa awalnya Nano tidak sendirian dia bersama dengan Agung yang nampaknya sedang mengumpulkan kayu bakar yang berada ditengah hutan.
Lalu pada saat perjalanan pulang salah satu dari mereka berdua tidak sengaja menginjak patung naga ini hingga ada bagiannya yang mengalami keretakan, membuat penunggu yang mendiami patung naga tersebut murka dengan tindakan mereka berdua yang pada akhirnya melakukan teror kepada Nano dan juga Agung.
"Ternyata ini yang selama ini terjadi pada Nano dan yang lainnya." Ujar Yandi menggerutu didalam pikirannya, sembari memikirkan cara untuk menyelamatkan mereka berdua meskipun Yandi tahu bahwa mereka berdua sangat membenci dirinya kerena pengaruh dari Angga semenjak masuk kedalam hutan.
Namun ia tak dapat melupakan kejadian dimana Angga serta yang lainnya menodongkan senjata api kearah Felix, beruntung baginya karena waktu itu dirinya datang tepat waktu bahkan masih sempat untuk menyelamatkan Felix.
"Aku memang tidak dapat melupakan kejadian waktu itu, namun jika aku melakukan hal yang sama seperti yang mereka lakukan...." Yandi menggerutu didalam pikirannya serta merasa kesal, tetapi ia perlahan mencoba menenangkan dirinya dan berusaha untuk tak bersikap pendendam.
Tiba-tiba Yandi melihat petunjuk lain yang mengarah kesuatu tempat yang berada disalah satu pohon tepat disamping kanannya "Ini...! Pohon yang sama seperi yang aku lihat sebelumnya."
Yandi merasa tak asing dengan pohon yang ia lihat itu, dirinya berasa pernah datang ketempat ini. Namun dirinya lupa tujuan dirinya datang ketempat ini.
Lalu Yandi berinisiatif menyentuh pohon tersebut agar bisa mendapatkan informasi tentang kejadian dimasa lalu yang berguna untuk menyelidiki keberadaan Nano saat ini.
"Akan kucoba untuk mendapatkan penglihatan yang ada pada masa dari pohon ini." Ucap Yandi sambil tangannya berusaha menyentuh pohon yang dimaksud, pohon itu berukuran sekitar 8 meter serta memiliki cabang yang sangat lebat disekelilingnya.
Seperti yang sudah diduga sebelumya, Pada saat Yandi menyentuh pohon itu seketika dirinya mendapat sebuah penglihatan mengenai Nano serta Agung. Dari penglihatannya tersebut Yandi dapat melihat Agung yang tampak terkapar karena kaki kanannya terlilit oleh seekor ular berukuran besar, yang menurut perspektif Yandi ular tersebut merupakan ular gaib yang hendak mencelakakan keduanya.
__ADS_1