
Meski Yandi telah memberikan ancaman berulang kali, Namun angga tetap bersikukuh untuk tetap pergi membawa felix.
Mengetahui bahwa ancamannya tidak berarti apa-apa terhadap angga, Yandi pun terpaksa memilih untuk mengajak angga melakukan duel dengannya "Jika tidak ada pilihan lain, lebih baik kita berduel angga?"
Angga pun menyetujui tantangan yang diberikan oleh Yandi dengan berkata "Baiklah! jika itu yang kau inginkan bocah culun, akan kuperlihatkan perbedaan kekuatan diantara kita berdua."
Mereka berdua pun bersiap-siap untuk memulai pertarungan, Angga terlebih dahulu membaringkan felix yang tengah pingsan agar memudahkannya untuk bertarung dengan Yandi.
Persiapan mereka pun akhirnya selesai, lalu mereka berdua saling mengerahkan tinjuan terbaiknya masing-masing. Angga terlebih dahulu melayangkan tinjuan yang diarahkannya kebagian wajah Yandi, lalu setelah itu baru giliran Yandi yang tampaknya lebih memilih untuk menendang dengan keras tepat dibagian dada Angga yang ternyata tendangan Yandi terlampau keras hingga mengenai paru-paru angga. Alhasil hal tersebut membuat angga seketika kehilangan keseimbangan atas tubuhnya sampai akhirnya dirinya ambruk dikarenakan tidak dapat menahan rasa sakit yang diakibatkan sulitnya dirinya untuk berjaga setelah paru-parunya terkena hantaman yang sangat keras dari hasil tendang yang dilancarkan oleh Yandi tadi hingga membuat mulutnya mengeluarkan darah.
Tampaknya serangan yang Yandi lancarkan berdampak sangat besar ketimbang serangan yang dilancarkan oleh Angga. Hal itu dapat dibuktikan dengan tersungkurnya Angga hingga membuatnya mengeluarkan darah dari mulutnya, namun sepertinya tindakan yang dilakukan Yandi tidak dapat membuat angga menyerah dan pergi meninggalkan felix dari tempat ini. Sebaliknya malahan Angga tampak kegirangan setelah melihat Yandi seserius ini menghajar dirinya, berbeda dengan Yandi yang dikenalnya saat berada dikampus yang sejak awal dianggapnya hanyalah sebatas sampah.
"Berani sekali kau melakukan hal seperti ini padaku, dasar cecunguk?" Angga merasa kesal sambil memegang area dadanya yang terasa sakit setelah menerima serangan dari Yandi tadi, tak lama kemudian angga meludah yang dirinya arahkan tepat didepan Yandi saat ini berdiri.
Hal itu angga tujukan untuk memancing emosi Yandi, agar dapat terus menyerangnya seperti yang dia tunjukkan tadi "Haaa! Kau kira serangan barusan akan membuatku menyerah untuk membawa felix dari sini."
"Kau telah salah besar jika berpikir begitu, penyihir brengsek." Ujar Angga sambil menggeleng-gelengkan kepalanya serta memberikan senyum ejekan kepada Yandi.
Yandi tampaknya telah sadar jika sedari tadi dirinya tengah dipancing, Yandi yang tidak ingin mengikuti alur permainan yang dijalankan oleh Angga berusaha untuk tetap tenang serta berkonsentrasi agar dapat menyelamatkan felix saat ini berada disamping angga.
Lalu angga mencoba berdiri kembali untuk dapat merasakan sensasi luar biasa yang tidak akan bisa dirinya dapatkan bersama dengan Yandi sebelumnya.
__ADS_1
"Ayo! Kita lanjutkan lagi, pertarungan kita yang baru saja sempat berhenti." Ujar Angga dengan berseringai yang tampak diwajahnya seakan tidak terjadi apa-apa pada dirinya tadi.
Yandi hanya menanggapinya dengan berdiam diri saja serta tak memberikan respon apapun terhadap Angga.
Lalu tidak lama setelah itu Angga mencoba memancing Yandi kembali dengan menggerakkan pergelangan tangannya seakan meminta agar Yandi untuk segera menyerangnya terlebih dahulu.
Namun tampaknya Yandi tidak tertarik terhadap reaksi angga itu dan lebih berfokus menuju tempat felix saat ini pingsan. Tetapi ternyata Angga telah terlebih dahulu mengetahui maksud dari rencana Yandi.
Lalu seketika dirinya lansung menutup ruang gerak Yandi, sebelum ia menuju tempat felix "Haa...! Mau kemana kau urusan kita saat ini masih belum kelar, kau pikir aku ini bodoh dengan melepaskan pandanganku terhadap felix begitu saja."
Yandi tidak memiliki pilihan lain yang memaksanya untuk bertarung dengan Angga. Pertarungan mereka berdua pun kembali terjadi, tetapi kali ini Yandi yang terlebih dulu melancarkan pukulannya terhadap angga.
Namun kali ini pukulan Yandi berhasil Angga tangkis serta mendorongnya kembali kebelakang, sambil berkata "Ayo...! Apa cuma segitu kekuatan yang kau miliki."
Dikarenakan hal ini sangat mendesaknya untuk mengeluarkan kemampuan bertarung terbaiknya, maka tidak ada pilihan lain selain menunjukkan nya didepan angga sekaligus memberinya sedikit pelajaran bahwa orang yang selalu diam pada saat ditindas bukanlah orang yang lemah seperti yang selama ini dirinya bayangkan.
Lalu Yandi pun mempersiapkan kuda-kuda terbaiknya untuk menyerang angga dengan sekali serangan yang mampu membuatnya tidak dapat bertahan bahkan berniat membuat Angga tidak bisa lagi bertarung.
Menyadari ada pergerakan yang sangat jauh berbeda dengan serangan-serangan Yandi yang sebelumnya, Angga mulai mengeluarkan keringat dingin dari dalam tubuhnya seakan dirinya mendapatkan firasat buruk yang tidak lama ini akan terjadi padanya.
Sembari menelan ludah kedalam tenggorokannya Angga berkata "Apa itu! Apa kau sedang ingin menunjukkan sesuatu padaku, cobalah serang aku jika kau bisa."
__ADS_1
Yandi menahan kuda-kudanya dengan cukup lama, lalu dirinya berdiri tegap dengan posisi kaki yang sejajar antara satu sama lain. Kemudian ia menghembuskan nafas perlahan yang dibarengi dengan pukulan keras yang mengarah ke sisi dagu Angga, yang tidak dapat dihindari maupun diantisipasi oleh Angga. Sehingga angga terjungkal kebawah serta membuatnya pingsan.
Melihat Angga yang telah terkapar, Yandi pun segera menuju tempat Fiqoh untuk segera membawanya melarikan diri dari sana. Namun pada saat Yandi hendak membawa lati felix dari sana, dirinya tidak sengaja menginjak sebuah kertas yang membuatnya sedikit penasaran dengan isi dari kertas tersebut.
Setelah dibuka, ternyata isi kertas tersebut ialah sebuah petunjuk tentang lokasi-lokasi yang ada pada hutan angker ini. Dirinya hanya tidak sadar, jika selama ini Angga menyembunyikannya disaku celananya.
Yandi pun pergi meninggalkan angga yang terkapar ditempat tersebut sembari membawa Felix beserta selembaran kertas yang berisi peta lokasi yang ada didalam hutan ini.
"Ternyata selama ini! Angga menyembunyikannya dikantongi celananya, pantas saja selama ini aku cari tidak ketemu." Ujar Angga sembari melarikan diri dari tempat tersebut dan mencari tempat aman lainnya yang tentu saja jauh dari jangkauan Angga.
Meninggalkan barang-barang yang ada didalam tendanya untuk sementara waktu hingga menunggu sampai situasinya benar-benar aman.
Angga yang pingsan dalam beberapa menit akhirnya sadar kembali serta menemukan bahwa felix telah hilang dibawa oleh Yandi
"Kurang ajar! Dia benar-benar sudah keterlaluan, ahhh..." Dengan keadaan setengah sadar setelah sebelumnya pingsan, Angga pun mencoba kembali masuk kedalam tenda yang sudah ditinggalkan oleh Yandi serta mencari barang-barang yang mungkin dapat digunakan untuk menjebak Yandi.
Setelah beberapa saat mencari Angga tidak menemukan apapun yang dicarinya.
"Aku tidak menemukan apapun disini, benar-benar isinya sampah semua." Ujar Angga dengan raut wajah yang tampak marah, sembari tangannya mencoba mengambil selebaran kertas yang selama ini ia simpan didalam kantong celananya.
Alangkah terkejutnya Angga setelah mengetahui, jika kertas yang dirinya simpan telah hilang tanpa jejak. Angga pun berusaha mencarinya ditempat ia pingsan tadi, namun dirinya tidak menemukan sesuatu disana bahkan bekas robekannya pun tidak ada.
__ADS_1
Setelah dipikir berulang kali, dirinya sadar bisa saja jika yang mengambilnya ialah Yandi. Karena tidak ada seorangpun kecuali dia yang ada ditempat ini sebelum dirinya pingsan.