Hutan Okira

Hutan Okira
Penuh Dendam


__ADS_3

Yandi pun mencari tempat tersebut sesuai dengan ingatan yang ditujukan oleh penglihatannya tadi. Namun meski telah mengetahui ciri-ciri dari tempat itu, Yandi masih kesulitan untuk bisa menemukan tempat tersebut.


"Aku sudah mencarinya kemana-mana, tapi tempat yang ada dalam penglihatanku tadi masih belum terlihat." Sambil pandangannya mengarah kesembarang tempat yang berada di sekelilingnya.


Namun hingga Yandi masuk jauh kedalam hutan, ia masih belum dapat menemukan tempat yang tadi dirinya lihat didalam penglihatan mata batinnya. Beban pikiran terus menyelimuti Yandi, yang mulai khawatir dengan keadaan felix karena telah ditinggal olehnya untuk jangka waktu yang cukup lama.


Tetapi Eren sekali lagi tidak ingin terlalu memikirkan hal itu dan fokus melanjutkan kembali pencarian ke tempat-tempat yang dianggapnya memiliki aura yang sama persis dengan apa yang ada di penglihatannya tadi.


***


Disisi lain Angga baru saja tersadar dari pingsannya, kemudian dia langsung bergumam "Apa yang terjadi padaku barusan."


Angga pun berusaha untuk mencoba mengingat-ingat kembali kejadian yang membuatnya hingga tidak sadarkan diri, lalu tak berselang lama Angga ingat bahwa terakhir kali dia sadar dirinya memegang sebuah keris kecil dan tidak lama kemudian secara tiba-tiba muncul sosok yang sangat menyeramkan didepannya yang berusaha untuk menyerang dirinya.


Setelah kejadian itu Angga tidak mengingat apapun, dan tiba-tiba sudah berada didalam tenda miliknya.


Namun suatu keanehan muncul didalam benak Angga, keris yang semula dipegangnya dengan erat tiba-tiba lenyap tanpa jejak ketika dia telah sadar. Angga berusaha mencoba menemukannya kesemua tempat yang ada didalam tendanya bahkan Angga sampai mencarinya ditempat pertama kali dirinya menemukan keris itu yakni dibawah pohon beringin, tetapi masih belum juga dapat ditemukan keberadaan keris tersebut.


Dengan raut wajah yang sangat frustasi serta bingung Angga berkata "Dimana keris yang semalam kutemukan, kenapa tiba-tiba hilang tanpa bekas sedikitpun."

__ADS_1


Setelah mencari disegala sisi yang ada pada pohon beringin tersebut dan tidak menumukan hasil apapun, angga pun memutuskan untuk kembali ketempat tendanya dengan ekspresi wajah yang lesu.


Pada saat Angga berjalan melewati depan tendanya, Angga tanpa sengaja menemukan sebuah abu bekas pembakaran yang tampaknya sengaja ditumpuk dengan sangat rapi agar dapat menghilangkan rahasia yang tersimpan didalamnya.


"Apa itu! Kenapa sangat mencurigakan sekali." Angga sangat penasaran dengan abu bekas pembakaran yang ditumpuk dengan pasir diatas tanah.


Dengan rasa kecurigaan yang sangat tinggi, angga pun mencoba untuk mencari tahu apa yang dirinya bisa temukan didalam abu tersebut.


Angga pun mulai menggunakan tangannya untuk menyingkirkan pasir yang menutupi abu tersebut "Abu apa ini! Tampaknya pembakaraanya telah berlangsung 2 hari."


Angga tidak dapat mengenali bentuk semula dari abu tersebut karena keadaan abu itu yang telah berusia sekitar 2 hari dari waktu pembakaran.


Pada akhirnya Angga membuang abu itu karena tak dapat menemukan petunjuk apapun dari abu tersebut.


Saat hendak berbaring diatas matras dikarenakan merasa haus Angga mengambil botol minuman yang dirinya simpan didalam tasnya, sambil memikirkan teman-temannya yang dianggapnya sudah mulai berani menentang setiap perkataanya.


Tiba-tiba angga melempar botol yang masih berisi minuman di tangannya itu, hal itu disebabkan dirinya yang telah muak terhadap seluruh teman-temannya dikarenakan telah mengabaikan perkataannya termasuk Felix yang merupakan pacarnya juga Krisna yang telah dianggapnya sebagai sahabatnya. Namun dalam sekejap kedua orang yang Angga percayai tersebut pergi meninggalkan dirinya hanya karena terkena hasutan dari perkataan si penyihir Yandi.


Dalam hatinya Angga bergumam "Padahal sudah jelas-jelas! Jika Yandi merupakan seorang penyihir, apa mereka telah dibutakan oleh sihir yang digunakan oleh Yandi."

__ADS_1


Dikarenakan kepikiran terus oleh hal itu, yang pada akhir membuat Angga membatalkan niatnya untuk tidur. Angga memutuskan pergi keluar untuk mencari keberadaan Yandi saat ini, agar dapat memuaskan hasrat balas dendamnya yang selama ini belum tercapai serta untuk membuktikan kepada teman-temannya yang lain jika Yandi benar-benar merupakan seorang penyihir.


Angga juga tak ingin ketinggalan membawa senapan yang ia simpan dikotak khusus didalam tasnya untuk sekedar berjaga-jaga. Tentu saja hal ini dirinya rahasiakan kepada teman-temannya yang lain, jika dirinya juga membawa senjata api seperti halnya krisna yang membawanya karena alasan tertentu.


Namun berbeda dengan Krisna yang tidak sanggup untuk membunuh seseorang, Angga merasa telah siap meski harus membunuh demi menyingkirkan penyihir yang menurutnya sangat berbahaya yang ada pada diri Yandi.


Angga sudah haus akan darah yang saat ini dirinya inginkan hanyalah darah Yandi sembaro mengatakan "Aku tidak sabar lagi, Yandi! Kau pasti akan segera kubunuh, dasar penyihir sialan?"


Setelah berkata hal tersebut, Angga pun keluar dari tandanya untuk mencari keberadaan Yandi yang sampai saat ini belum dirinya ketahui. Dengan bermodalkan lokasi terakhir kali dirinya melihat Yandi, Angga berusaha mencoba sekali lagi mencari sisa-sisa jejak kaki atau apapun yang berhubungan dengan Yandi meski kemungkinan kecil dapat ditemukan.


Angga memperkirakan kemungkinan keberhasilannya hanya 20 persen, itu dapat disimpulkan dengan sudah mengeringnya bekas darah Yandi yang tertinggal di batu besar.


Seingat Angga terakhir kali dirinya melihat Yandi adalah pada saat dirinya berusaha membunuh Yandi serta Felix untuk memusnahkan kutukan yang dianggapnya merupakan penyebab dari sihir yang telah dikeluarkan oleh Yandi.


Meski demikian Angga tetap berusaha keras agar kemungkinan 20 persen itu dapat berhasil dan menunjukkan arah tujuan dimana tenda milik Yandi didirikan. Tiba-tiba Angga mendapatkan ide agar kemungkinan 20 persen dapat tercapai, yakni dengan menelusuri jalur-jalur yang memungkinkan seseorang yang tengah terluka dapat melaluinya meski hal tersebut tidaklah mudah.


Misalnya pohon-pohon ataupun ilalang yang dapat menyamarkan penglihatan seseorang, meski hal tersebut diterka oleh akal sehat namun ternyar Angga berhasil menemukan salah satu bekas darah Yandi disalah satu pohon yang tidak jauh dari lokasi batu besar yang menjadi titik terakhir dirinya melihat Yandi, kemungkinan besar bekas ini merupakan bekas darah setelah Yandi pergi dari persembunyiannya di batu besar.


Angga tidak hanya menemukan satu bekas darah saja yang berceceran di tempat tersebut, tampaknya masih banyak lagi darah-darah yang mengering dan tampaknya darah tersebut mengarah kesuatu tempat. Bahkan darah itu masih dapat dikenali bentuk serta warnanya meski sudah agak pudar.

__ADS_1


"Akhirnya ketemu juga kau keparat! Akan kubalaskan sakit hatiku waktu itu." Gumam Angga didalam pikirannya, yang tidak sabar untuk segera melampiaskan hasrat balas dendamnya serta masalah-masalah lainnya yang akan dirinya selesaikan setelah dirinya tiba disana.


Angga pun bergegas menyusuri jalan yang dilewati oleh bekas darah milik Yandi, yang berceceran disepanjang batang pohon.


__ADS_2