Hutan Okira

Hutan Okira
Surat Ancaman


__ADS_3

Dengan mengetahui lokasi tenda milik Yandi, maka tujuan Angga untuk membalaskan dendamnya akan terpenuhi.


Angga pun menyusuri jejak yang ditinggalkan oleh Yandi berupa tetesan darah yang telah mengering, menyusuri setiap pohon serta semak-semak belukar.


Hingga sampailah Angga jejak darah Yandi yang terakhir, dan pada saat itu tak jauh dari tempatnya berdiri Angga melihat sebuah tenda yang tampaknya itu tenda yang selama ini dirinya cari.


Melihat usahanya telah berhasil membuat angga tak dapat menahan gelak tawanya. Usaha untuk menemukan tempat persembunyian si penyihir Yandi akhirnya didapatkan.


Angga pun tidak ingin berlama-lama dan ingin segera menuju tenda tersebut agar dapat bertemu dengan Yandi. Setelah mencoba untuk mendekat, Angga terlebih dahulu ingin mengintip sedikit tentang tempat itu dari balik pohon yang tidak terlalu jauh dari lokasi tendanya agar dirinya dapat memastikan apakah tenda tersebut benar-benar milik Yandi atau bukan.


Dari pengamatannya Angga dapat melihat sebuah abu bekas pembakaran api unggun yang artinya tenda itu memang benar-benar berpenghuni, lalu ia juga dapat melihat sebuah peralatan masak serta timba kecil yang berisi air yang letaknya tepat berada disamping tenda tersebut.


Angga sudah memastikan jika tenda tersebut memang benar-benar dihuni oleh seseorang didalamnya, namun dirinya belum bisa memastikan bahwa yang menghuni tenda itu adalah Yandi atau bukan karena dirinya sama sekali belum melihat seorangpun yang keluar masuk dari tenda.


Angga pun memutuskan untuk menunggu dibawah pohon tersebut hingga ada seseorang yang keluar atau masuk tenda, hal ini untuk memastikan jika kecurigaannya tentang orang yang menempati tenda tersebut bukanlah Yandi.


Angga terus menunggu, hingga dirinya tidak sadar bahwa langit telah berubah warna menjadi jingga yang artinya waktu telah menjelang sore. Tetapi orang yang ditunggu-tunggu sedari tadi masih belum muncul, Angga juga sudah merasa bosan berlama-lama bersembunyi dibalik pohon hanya untuk sekedar memastikan apakah tenda itu milik Yandi atau orang lain yang sengaja membangun tenda di tengah hutan sama seperti halnya yang dilakukan oleh kelompoknya sendiri.


Namun angga yang sudah tidak sabaran memutuskan untuk menerobos masuk sambil berkata "Masa bodoh! Entah milik siapapun tenda itu akan kuperiksa, lagipula aku sudah bosan menunggu disini terus."

__ADS_1


Angga pun berniat untuk memeriksanya langsung dengan menyelinap masuk dari belakang tenda yang setelah di cek tampaknya salah satu dari tali penahannya sedikit longgar. Hal itu dapat dimanfaatkan oleh angga untuk sekedar mengintip siapa orang yang tinggal di tenda tersebut.


Setelah berusaha susah payah mencari tempat, akhirnya Angga mendapatkan juga posisi yang pas untuk dijadikan tempat mengintipnya.


Angga pun segera memeriksa siapa orang yang tinggal didalam tenda tersebut, dari sela-sela tenda angga dapat melihat dengan jelas ada seorang wanita sedang tertidur diatas tikar.


Ciri-ciri wanita pun tu sama persis dengan Felix, hingga membuat angga berkata didalam pikirannya sambil tersenyum "Tidak salah lagi! Itu pasti Felix dan tenda ini juga pasti milik Yandi, ini kesempatan yang sangat bagus untuk menjalankan rencana balas dendamku."


Angga pun langsung saja masuk kedalam tenda, kali ini dirinya melewati bagian depan tenda karena hanya itulah jalan masuk satu-satunya.


Di saat Angga telah masuk kedalam tenda, angga dengan sengaja berjalan perlahan-lahan agar suara langkah kakinya tidak terdengar oleh sosok wanita yang dikiranya sebagai felix tersbut, hal ini bertujuan untuk dirinya dapat menyekap sekaligus membawa felix tanpa perlawanan.


"Ini kesempatan yang sangat bagus? Dia sedang tidur, jadi aku bisa membawanya dari sini dengan mudah." Ucap Angga berbicara didalam pikirannya sambil berjalan tanpa suara.


Angga pun berusaha untuk membawa Felix pergi ke tenda miliknya, berharap sihir yang digunakan oleh Yandi dapat luntur dari raga Felix. Setelah berhasil sampai di dekat felix yang tampak sedang tertidur pulas, Angga pun dengan cepat menutup mulut felix dengan sapu tangan yang sebelumnya telah diberi obat bius.


Felix yang tersadar dari tidurnya dikarena gerakan tangan Angga yang mengenai bahunya, felix tentu saja reflek serta berusaha untuk melarikan diri dari tempat itu. tetapi semua usah yang dilakukannya sia-sia sebab tangan angga yang memegang mulut felix dengan sangat kuat menggunakan sapu tangan yang telah diberi obat bius.


Membuat felix tidak sanggup berbuat apapun, Angga yang menyangi mulut felix tiba-tiba tersenyum lalu berkata "Kau sudah tidak bisa melakukan apapun felix! Maaf, ini semua kulakukan demi kebaikanmu."

__ADS_1


Setelah obat bius itu bekerja cukup lama, akhirnya felix pun pingsan. Hal ini memudahkan Angga untuk membawa felix dengan keadaan yang sudah tak sadarkan diri.


Waktunya bagi Angga untuk membawa pergi felix dari tenda tersebut menuju tenda miliknya. Angga pun membawanya dengan cara menggendongya, namun disaat angga hendak membawanya pergi dan telah sampai didepan tenda. Angga sangat terkejut karena tiba-tiba dirinya melihat Yandi yang telah berada tepat di depannya.


Angga yang sedang menggendong felix, seketika raut wajahnya berubah yang pada awalnya tersenyum bagi karena telah berhasil menemukan Felix dan ingin membawanya pergi dari sana saat ini berubah menjadi ekspresi kemarahan di wajahnya dengan kedua alisnya yang mengkerut.


Ternyata Yandi yang sebelumnya memutuskan untuk melanjutkan mencari jejak keberadaan dari kedua temannya yakni Agung serta Nano yang tiba-tiba hilang secara misterius didalam hutan. Tiba-tiba merubah pikirannya untuk kembali ke tempat tendannya dikarenakan perasaan khawatirnya terhadap felix yang terus saja menyelimuti dirinya disepanjang perjalanan.


Pada akhirnya benar saja, rasa khawatirnya terhadap felix yang terus saja menyelimuti dirinya ternyata terjadi juga.


Didalam hatinya Yandi terus saja berkata "Jika saja saat itu aku tidak mempedulikan perasaanku dan lebih memilih untuk terus mencari mereka berdua, maka aku akan kehilangan felix untuk selamanya."


Lalu Yandi yang mencoba menghadang Angga untuk pergi lebih jauh lagi, mulai mendekatinya dengan ekspresi wajah yang tidak kalah kesalnya juga dengan Angga.


"Lepaskan Felix saat ini juga, jika tidak? Ucap nada suara keras sepeti orang yang tengah menantang untuk duel.


Lalu Angga menjawabnya dengan nada santai sambil ekspresi wajahnhnya kembali berubah menjadi tersenyum dengan maksud ingin menghina Yandi "Memangnya jika tidak, kau mau apa?"


Yandi sangat kesal dengan respon yang ditunjukkan oleh angga yang sampai membuatnya memeras tangan kanannya untuk menahan emosinya agar tidak terpancing, lalu Yandi berkata dalam pikirannya "Sial-sial! Aku paling malas jika harus berurusan dengan orang seperti dia."

__ADS_1


"Jika kau berkenan, bisakah kau minggir dari jalanku." Ujar Angga yang mencoba memancing-mancing emosi Yandi.


Yandi pun berusaha untuk tetap diam ditempatnya saat ini, tanpa takut oleh ancaman yang ditujukan kepadanya "Bukankah sudah kubilang tadi! Jika dirimu ingin lewat, lepaskan dulu felix."


__ADS_2