I Love You, Pak Dos!!

I Love You, Pak Dos!!
Awal yang indah


__ADS_3

Tet... tet...tet


Macet di kota Jakarta adalah makanan sehari-hari bagi pengguna kendaraan, apalagi di jam rawan seperti di pagi hari ini.


Dan ini adalah hari pertama aku masuk kuliah di kampus yang terletak di area pusat kemacetan.


"Aduh....gerbang sudah ditutup...apes banget dah hari pertama kuliah" gumamku disela-sela napas yang memburu sambil berlari kecil berusaha menerobos di antara banyaknya mahasiswa baru yang sepertinya senasib dengan aku.


"Ya...kamu... coba kesini sebentar", panggil seorang cowok yang menggunakan jaket almamater kampus berwarna biru itu, dan sepertinya dia salah seorang panitia OSPEK di kampus baruku.


"Aku kak?"tanyaku terkejut sambil menunjuk ke papan nama yang tergantung di leherku. Cowok tampan dengan rambut klimis dan dengan lesung pipit menambah keindahan ciptaan Tuhan itu tampak tersenyum ke arahku sambil melambaikan tangannya. Dengan bergegas aku berlari mendekati cowok tampan tersebut dan sampai di dekatnya langsung bertanya alasan apa si cowok tampan tersebut memanggil aku.


"Ada apa Kak?" tanyaku bingung.


Cowok tersebut menatap wajahku dan bergantian menatap ke arah papan namaku.

__ADS_1


"Ehm .. Lilya ya nama kamu. Kamu terlambat ya hari ini. Kamu tahu hukuman bagi mahasiswi baru yang terlambat?"


" Gak tau Kak" ucapku sambil menggeleng kepala.


" Untuk mahasiswi baru yang terlambat itu dikenakan hukuman lompat jongkok dari pintu pagar sampai ke tengah lapangan. Kamu lihatkan disana ada beberapa yang lagi lompat jongkok, mereka semua lagi dihukum karena terlambat."


Rasanya aku ingin menangis mendengar perkataan cowok tampan tersebut. Walau diucapkan dengan lembut tapi membayangkan lompat jongkok sejauh itu dan ditonton oleh mahasiswa lain, bikin muka mendadak pucat pasi dan badan lemas seketika.


"Tapi tenang saja, nanti kalau ditanya senior yang jadi panitia OSPEK, kamu cukup bilang saja sudah melapor ke kak Valent dan sudah diijinkan terlambat. Entah kenapa aku lihat muka kamu koq jadi kasihan gitu, muka cape, ketakutan dan sedih gitu", serunya sambil tertawa. Dan sungguh tertawanya itu manis sekali seperti gulali yang berwarna warni di PRJ.


"Lilya... kamu dengar kata saya tadi?" ucap kak Valent sambil memperhatikan mimik aku yang masih tersenyum sendiri.


"Eh..iya kak, Lilya nyimak koq. Terima kasih ya kak Valent." kataku sambil memberikan senyuman termanis dan tentunya masih dengan mimik tak percaya kalau ternyata di pagi ini masih ada dewa penolong yang tampan di kampus ini.


"Selamat datang di dunia kampus", teriakku sambil menengadahkan wajahku ke langit sambil tersenyum mengingat keberuntungan di pagi ini.

__ADS_1


"Hei kamu...sini cepat.... kamu mahasiswa baru ya.. saya lihat kamu datang terlambat tadi. Cepat sana lompat jongkok sampai lapangan". teriak salah satu panitia OSPEK.


"Sudah terlambat masih senyum senyum. Cepat lompat jongkok gabung sama yang lain."


"Tapi kak, aku tadi sudah melapor ke Kak Valent dan diijinkan terlambat, " ucapku sedikit gemetar.


"Kak Valent ya yang mengijinkan kamu?


"Iya Kak".


"Valent ....yg ini aman?" teriak panitia OSPEK sambil melambaikan tangan ke Kak Valent.


Dan kulihat dari jauh kak Valent mengangguk manis sambil mengacungkan jempolnya tanda setuju. Dan lagi-lagi aku terpesona dengan lesung pipit dan senyum manis kak Valent.


Dan ternyata nama Kak Valent sakti mandraguna dan mampu membuat aku melenggang masuk tanpa kena hukuman.

__ADS_1


"Ah... awal yang indah" ucapku dengan bahagia.


__ADS_2