I Love You, Pak Dos!!

I Love You, Pak Dos!!
Bertemu kembali


__ADS_3

Tak terasa masa OSPEK akhirnya selesai juga, dan kini waktunya memasuki masa kuliah sesungguhnya. Selesai mata kuliah Pengantar Akuntansi di siang ini membuat perutku teriak minta diisi. Dan kantin menjadi tujuan utamaku dan menjadi tempat favoritku untuk menunggu jam kuliah berikutnya.


Tempat kantin yang strategis membuat tempat berkumpulnya semua mahasiswa dari berbagai fakultas, dan artinya bisa sekalian cuci mata sambil menikmati berbagai menu yang tersedia di kantin universitas.


"Hmm... siapa tahu bisa ketemu lagi sama dewa penolong aku." Gumamku sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling penjual makanan dan mencari menu yang sesuai dengan panggilan perutku.


Dan sampailah pilihanku di penjual soto ayam. Setelah memesan semangkok soto ayam plus nasi uduk, mataku kembali menjelajah mencari bangku kosong. Dan kulihat tangan melambai milik Rara teman baruku yang kukenal saat OSPEK.


"Ra, udah lama di kantin?" Ucapku sambil duduk dihadapannya.


"Baru juga Lil, elo pesan makanan apa? Gue pesan bakso, lagi kepengen saja makan bakso pas cuaca mendukung banget."


"Gue pesan nasi soto ayam Ra. Perut gue selalu teriak setiap selesai mata kuliah Pengantar Akuntansi. Dan parahnya gak bisa diisi selain sama yang namanya nasi."


Rara adalah teman baru yang kukenal saat OSPEK, dan dia mahasiswi baru fakultas Kedokteran. Papanya pemilik RS ternama di Jakarta, dan itulah alasan Rara memilih fakultas Kedokteran supaya bisa meneruskan RS milik papanya.


"Ra, gue yakin elo pakai rok karena terpaksa ya? Karena mahasiswi baru Kedokteran kan wajib menggunakan rok pada semester awal." Tebakku asal.


"Eh...kok elo bisa tahu sih... turunan cenayang ya?? Atau elo punya ilmu??"


"Cenayang dari Pluto?? Ilmu??


Ya ya ya..gue memang punya ilmu...


ilmu Akuntansi ... hihihi.." jawabku sambil terbahak.


"Anak kedokteran biasanya kan modis dan gaul gitu gayanya, nah tapi kalo gue lihat elo beda aja. Walaupun barang yang elo pake branded tapi asli.. tabrak lari modelnya Ra." Ucapku sambil geleng-geleng kepala melihat model pakaian Rara yang menggunakan Rok dan sepatu kets warna stabilo. Asli gak matching.


"Gak nyambung analisa elo Lil."


"Ha...ha...ha... Gue kan memang suka yang gak nyambung gitu." ucapku sambil mataku terpaku pada sosok yang kukenal dan sedang kucari selama ini.


Pesanan kami akhirnya datang, dan dengan tidak berlama-lama, kami pun melahapnya sampai habis tak tersisa.

__ADS_1


Mataku pun tak lepas dari sosok tersebut, dan kulihat dia mulai berdiri dan menuju ke arah Gazebo.


"Ra, jam kuliah mulai jam berapa?" tanyaku sambil terus mengamati sosok tersebut.


" Jam 2 Lil. Kenapa?"


" Kita nongki di Gazebo yuk, gue juga jam segitu baru mulai kelas."


Gazebo adalah tempat favorit kedua selain kantin, karena tempatnya yang dekat dengan pohon sehingga membuat nyaman untuk menunggu dan dari Gazebo bisa melihat semua aktifitas mahasiswa yang hilir mudik.


Dan tujuan aku ke Gazebo ya tentu saja untuk mengikuti dewa penolong tampan itu.



Ya, Kak Valent ternyata memang sedang duduk di Gazebo bersama beberapa temannya. Dan kami pun memilih duduk di Gazebo dekat tempat parkir tidak jauh dari Gazebo kak Valent berada.


"Lil, elo lihat apaan sih, dari tadi gue perhatiin elo mandangin ke arah Gazebo sebelah sana terus."


" Gak.. gue yakin banget elo lagi mandangin seseorang di Gazebo sebelah sana.


Yang mana Lil, yang pake kaos hitam yah?


Yang ada lesung pipit kah? Cie cie...."


" Rara sayang.. bisa gak sih elo gak nyerocos terus...gue lagi memamdang bentuk Gazebo yang manis banget modelnya. Kok bisa ya perancang Gazebo bikin konsep model Gazebo kaya gitu. Asli manis banget Ra."


"Lil, yang manis model Gazebonya atau cowok yang pakai kaos hitam yang duduk di Gazebo nya?? Hahahahaha...Elo mo nipu gue. Mana bisa Ra. Gue sudah tahu elo ngincer dia dari OSPEK kan. Ngaku aja udah. Gak dosa juga kan ngaku ke gue. Siapa tahu gue bisa comblangin elo sama dia.


"Gue cuma mau ngucapin terima kasih saja, karena waktu itu dia sudah bantu gue gak dihukum. Itu saja kok." Sahutku asal.


Niat awalku memang cuma untuk mengucapkan terima kasih, tapi apa salah kalau aku mulai terpesona oleh ketampanan dan lesung pipit yang dimiliki kak Valent?


Cewek mana yang tidak ingin dekat dengan kak Valent. Kharisma dan pesona yang dimilikinya, dijamin tidak akan ada cewek yang mampu menolaknya.

__ADS_1


Tapi aku cuma bisa mengagumi dari jauh. Mana berani aku mendekatinya. Apalagi aku cuma mahasiswi baru yang kenal cuma sesaat. Mungkin juga kak Valent sudah lupa nama aku. Aku pun menepis harapan yang muncul tiba-tiba tentang kak Valent.


"Lil, Ra sudah lama kalian di sini?" Suara Puspa memecah lamunanku tentang kak Valent.


Puspa adalah sahabatku di SMA, dan karena Puspa jugalah aku memilih Universitas ini. Tetapi kami berbeda fakultas. Puspa memilih fakultas Teknik Arsitektur sesuai dengan minatnya. Dan aku memilih fakultas Ekonomi Akuntansi. Tidak mengapa berbeda fakultas, yang penting masih di Universitas yang sama.


"Lumayan kering kaya kanebo Pus, tapi untunglah ada yang manis-manis di sekitaran sana, jadinya terasa manis nungguin elo di sini." Sahutku sambil mengangkat keningku, dan mengambil softdrink yang disodorkan Puspa sebagai kompensasi menunggu.


"Lilya sih betah betah aja nongki di sini, dari tadi bola matanya hampir keluar mandangin si lesung pipit di sebalah sana Pus. Tapi Lilya kan cuma berani memandang dari jauh, mana berani dia samperin Kak Valent. Gak nyali dia Pus." Ucap Rara sambil membuka minuman segar dan meneguknya cepat.


"Eh, gue dengar dengar si Kak Valent itu playboy cap karet loh Lil. Orangnya sih ganteng tapi kelakuannya minus. Entah berapa banyak cewek yang jadi korbannya. Mantannya dimana-mana. Dan parahnya cewek yang dipacarinnya paling lama itu sebulan. Hati-hati Lil, gue gak mau elo jadi korban selanjutnya." ujar Puspa sambil menaikkan kacamatanya.


"Gue tahu Pus, gue cuma mengagumi aja kok. Gak lebih. Percaya deh. Cuma suka aja lihat lesung pipitnya." Ucapku berusaha meyakinkan Puspa dan juga ke diriku sendiri, kalau ini hanya mengagumi saja. That's all.


🍃


"Rara, kayanya gue udah harus masuk kelas duluan. Dosen yang ini killer, gak berani gue terlambat.


Puspa, elo bukannya mau fotokopi juga? Yuk bareng gue." Sahutku sambil mengangkat tas dan bersiap berdiri.


"Yoi.... gue juga mau balik ke kelas. Ya sudah, nanti kita sambung WA-an aja." Lanjut Rara sambil mengangkat diktat tebalnya.


"Pus, gue kok deg-degan ya mau lewatin Gazebo itu." Kataku sambil menatap ke bawah, dan jujur aku gak berani menatap ke arah Gazebo di mana kak Valent dan teman-temannya berada.


"Lil, elo jangan nengok ya. Kak Valent sedang menuju ke arah kita."


"Beneran Pus?? Boleh pingsan gak gue?"


🍃


Bagaimana reaksi Lilya saat bertemu si cowok lesung pipitnya?


Jangan lupa like, komentar dan koreksinya ya guys❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2