I Love You, Pak Dos!!

I Love You, Pak Dos!!
Dag dig dug


__ADS_3

Aku hanya melihat ada sepasang sepatu menghampiri ke arah kami, dan duara itu pun akhirnya menyapa, "Kamu Lilya kan??Anak baru yang waktu itu ketemu di OSPEK? Apa kabar? Kamu fakultas apa, jurusan apa? Eh sorry ya kalau aku kebanyakan tanya."


"Iya...iya Kak... Aku Lilya Fakultas Ekonomi Akuntansi. Ini teman aku Kak, namanya Puspa anak fakultas Teknik Arsitektur. Aku mau bilang makasih ya Kak udah bantuin aku saat OSPEK."


"Lilya, aku bisa minta no WA kamu gak? Dan aku gak terima penolakan ya. Aku Valent fakultas Ekonomi Manajemen." Ujarnya dengan senyum khasnya.


Oemji..pucuk dicinta ulam tiba dong, akhirnya Kak Valent minta no WA aku, semoga pipi aku gak memerah kaya tomat matang.


"Ini Kak, no HP aku 0812345676869," kataku sumringah sambil menyebutkan deretan angka cantik no HP aku.


"Oke, aku save ya.... Hmmm enaknya aku panggil kamu apa ya? Lil, Lya atau Lilya?"


"Terserah dan senyamannya kak Valent saja, tapi kalau teman-teman teman panggil aku Lil."


"Kalau terserah aku... gimana kalau aku panggil kamu Sayang...boleh gak?" ujarnya sambil tersenyum menggoda aku.


"Uhuk..uhuk... sorry sorry tiba-tiba tenggorokan gue gatal kok ya. Apa gue alergi kali." Celoteh Puspa sambil tertawa terbahak bahak.


Mendengar dipanggil dengan sebutan sayang oleh Kak Valent, bikin aku terbang ke langit ketujuh.


Kalau saja Puspa tidak memegang lenganku, aku pasti merasa ini mimpi di siang bolong. Aku baper.... mungkin... tapi siapa yang gak baperan kalau dipanggil seperti itu.


🍃🍃


Entah kenapa mata kuliah Statistik kali ini menjadi begitu menyenangkan, padahal sebelumnya Statistik ini salah satu mata kuliah yang paling menakutkan buat aku, belum lagi dosennya suka sekali menyuruh mahasiswanya maju ke depan untuk menjelaskan dan menyelesaikan tugas.


Apa ini efek dari panggilan Sayangnya Kak Valent? Kata itu seperti menjadi mood booster untuk aku.

__ADS_1


"Lil... Lil...Lilya..."


Aku menoleh dan terkejut melihat Kak Valent sambil berlari dan menyusul ke arahku.


"Kenapa Kak?" tanyaku heran karena tiba-tiba saja Kak Valent mencari aku.


"Aku antar kamu pulang ya, sekalian mau tahu dimana rumah kamu. Boleh ya?"katanya sambil menyeka keringat di keningnya.


" Ta.. tapi aku bawa mobil Kak. Gimana ya." Jawabku terbata karena tawarannya yang tiba-tiba dan cukup menyesali kenapa juga aku harus bawa mobil hari ini. Andai saja aku tidak membawa mobil, pasti aku sudah pulang bareng dengan Kak Valent.


"Hmmm...kalau begitu, besok aku jemput di rumah ya. Nanti sharelock alamat kamu. Besok kuliah jam berapa?" tanyanya mendesak.


"Aku besok kuliah pagi. Atau pulangnya aja ya kita barengan." Tawarku dengan harapan dia mengiyakan.


"Besok aku masuk siang. Nanti kita saling info di WA aja ya. Siapa tahu dosennya gak masuk, jadi bisa antar kamu pulang."


"Oke kak, aku duluan ya." Pamitku sambil melambaikan tangan ke arahnya.


🍃🍃


"Pa, hari ini aku gak bawa mobil ya ke kampus. Aku nebeng sama Papa ya."


"Loh kok tumben gak bawa mobil? Nanti pulang sama siapa? Atau mau dijemput sama supir papa?"


"Gak usah Pa, nanti Lil pulang diantar temen kampus." Sahutku sambil menyambar sepotong roti bakar di atas meja sambil mencium pipi papa mama sekalian pamit.


Hari ini aku begitu bersemangat, membayangkan seandainya kami bisa pulang bareng dan mungkin mampir ke Cafe dan keliling mall.

__ADS_1


Melangkahkan kaki hari ini serasa ringan sekali, perasaan berbunga-bunga dan bahkan sepanjang memasuki kelas, aku menebar senyum kepada semua orang yang aku temui.


Apakah seperti ini rasanya jatuh cinta?


Jadi teringat lagu Eyang Titik Puspa yang sering dinyanyikan mama papa saat karaoke


Jatuh cinta berjuta rasanya


Biar siang, biar malam, terbayang wajahnya


Jatuh cinta berjuta indahnya


Biar hitam, biar putih, manislah nampaknya


Selesai mencatat semua tugas yang diberikan dosen, aku bersiap membereskan tas dan beranjak dari kelas.


Dari jauh aku melihat Kak Valent berdiri dekat Gazebo, dan semakin aku mendekat berjalan ke arahnya, semakin jantung aku berdetak keras. "Tenang Lilya...tenang... santai... rileks..." kataku sambil mengatur nafas dan langkah.


"Lil... entah memang aku yang beruntung atau kita yang berjodoh, ternyata dosen aku gak masuk hari ini, jadinya aku bisa antar kamu pulang sekarang." ucap Kak Valent sambil memamerkan lesung pipitnya lagi dan lagi.


Aku menatap kak Valent. Dia menggunakan kaos hitam yang sepertinya merupakan warna kesukaannya, dipadupadankan dengan celana jeans belel, sepatu kets dan jam tangan sporty yang melengkapi ketampanannya yang hakiki.


Dan mungkin keahliannya yaitu membuat setiap mata yang memandangnya, tak ingin mengalihkan pandangan dari sosok tampannya.


Make your dream will come true Lilya.


🍃🍃

__ADS_1


Guys, jangan lupa sisipkan jempolmu utk Like, boom rate dan komentarnya ya.. mamacihh


😘😘😘


__ADS_2