I'M Psyco And God Of Death

I'M Psyco And God Of Death
Ritha


__ADS_3

Ritha pov


Setelah si Verrel pergi gue dapet telpon dari seseorang yang paling gue benci, ayah tiri gue, orang yang udah bikin bokap gue mati.


Gue pergi ke sebuah tempat, gue terpaksa pergi ke club pake baju seksi itu, tujuan gue cuma 2, yang pertama bokap tiri nurutin kemauan bokap tiri gue biar dia puas, yang kedua nyari info tentang keberadaan bokap ama nyokap gue.


Najis! najis banget malah, kalo bukan karna ancaman tentang nyokap gue, gue pasti udah ngehina bokap tiri gue saat itu juga, kalian heran kenapa gue masih virgin? itu semua karna ulah bokap tiri gue, gue emang di suruh ke club tapi ga sampe ke ranjang.


Setiap gue ke club, gue berharap ada orang yang bawa gue pergi dari sana dan bikin gue kaga virgin lagi tapi bokap gue selalu gagalin rencana gue, dia nyuruh anak buahnya buat ngikutin gue jadi setiap orang yang bawa gue keluar dari club bakal mati atau dapet maenan lain.


Saking bejatnya bokap tiri gue, dia pengen perkosa gue dengan keadaan gue masih virgin, tapi untungnya itu belum kesampean sampe sekarang karna dia harus ngurus perusahaannya di luar negeri.


Ok kita kembali ke awal, gue udah sampe di club dan ya seperti biasa gue pura² jadi jal4ng, najis! gue najis banget kalo harus berlaku manis sama orang² disana, gak lama gue pun pergi keluar bareng sama sekitar 6 orang pria hidung belang.


Mereka dengan beraninya bawa gue ke gang sempit, tadinya gue mau pergi gitu aja tapi setelah gue tau mereka anak buah bokap tiri gue, gue langsung marah tapi apalah daya gue hampir aja di perkosa kalo si dewa kematian itu ga dateng.


Gue kira gue bakal mati tapi ternyata dia ngelepasin gue dengan jaminan gue ga ngasih tau tentang kejadian ini, gue tadinya juga mual liat jasad yang ga ada kepala + organ dalam mereka di keluarin dengan sadisnya.


Setelah itu gue langsung pergi ke rumah lama gue buat ambil koper, gue muak, gue pen mati tapi kaga bisa, haish... siapapun tolong gue!! gue ga tahan.


~oOo~


Author pov


Verrel merhatiin Ritha yang masuk ke sebuah rumah, karna penasaran Verrel pun keluar mobil dan nyusup ke dalem sana.


"Mau apa dateng ke rumah?," tanya seorang pria yang membuat Ritha berdecak malas.


"Emang apa urusan nya sama elo? idup² gue ngapain lo yang ribut," jawab Ritha malas.


"JAGA OMONGAN KAMU YA!," bentak pria itu mengejutkan Verrel.


"Hahaha... gue bakal hormat sama orang yang juga ngehormatin gue, salah lo sendiri dong yang ga ngehormatin gue," balas Ritha.


Plak!


1 tamparan mendarat mulus di pipi kiri Ritha, Ritha sudah tak terkejut lagi mendapat tamparan itu, itu lebih baik ketimbang pemaksaan bokap tirinya yang sangat nafsu sama dia.


"Anak ga punya etika! pulang malem, pake baju seksi, mau nge-jal4ng hah?!!," bentak nya.


"Haah... hellow! situ nyadar dong, yang nyuruh gue pake baju kaya gini siapa? pake ngancem bakal ngapa²in nyokap gue lagi," balas Ritha.


"Heh! kalo lagi di omongin sama orang tua tuh nurut kek! ini malah berani ngelawan, ga punya sopan santun," sahut seorang wanita dengan pakaian tak kalah minim dan muka b aja yang tadi duduk di sofa.


"Hello! mon maap nih, situ siape? pake nasehat in gue, sorry ye gue kaga takut sama lo. Lo itu cuma pel4cur lewat yang kebetulan di jadiin mainan sama dia," bentak Ritha menunjuk laki² di hadapan nya.


"Heh jaga mulut lo!," bentak si cewe.


"Jaga dong m***k sama kelakuan lo!," bentak Ritha balik.


"Woahh... dia berani juga ternyata, tipe gue nih," gumam Verrel lirih.


Plak


Kini tamparan itu berasal dari si cewe, Ritha tak bergeming dan menatap si cewe remeh temeh.


"Segitu doang? sorry tapi ga ngaruh buat gue!," ledek Ritha.


"Ritha! jaga kelakuanmu itu!!," bentak si lelaki.


"Dih ogah, siapa elo?," bentak Ritha balik.


Plak


Lagi² tamparan mendarat di pipi Ritha, tamparan yang begitu keras sampai membuat Ritha tersungkur, Ritha meringis karna tamparan itu.


"Cukup! pergi ke kamarmu sekarang dan interopeksi diri sendiri!," bentak si lelaki.


"Pergi ke kamar gue trus lo nyusulin biar bisa perkosa gue gitu?," tanya Ritha sarkatis.


"Jangan ngomong sembarangan ya!!," bentak si lelaki sambil menarik rambut panjang Ritha.


"Emang bener kan? lo sendiri nafsu ke anak tiri lo, untung aja ada si pel4cur kalo kaga lo udah main solo di kamar mandi, kan?," balas Ritha menahan rasa sakit di pipinya.


Brughh


"Sekali lagi saya dengar kamu bicara seperti itu, saya akan membunuh perempuan itu," ancam si lelaki.


"Hah.. bosen gue dengerin ancaman lama elo," balas Ritha sambil melenggang ke kamarnya yang ada di lantai 2.


Dia tak menghiraukan teriakan memaki dari 2 orang yang dia benci, Ritha langsung menjatuhkan tubuhnya di ranjang.


"Jadi si Ritha dari broken home? kasian sih tapi kok gue ga suka ya ngeliat Ritha di tampar kaya tadi," gumam Verrel lalu pergi keluar rumah, dari mobilnya dia melihat ke arah lantai 2.


"Gue sih punya no telepon nya tapi masa iya gue telpon dia? trus alesannya apa?," gumam Verrel.


"Halah.. bilang aja sih," kesal Verrel lalu mengambil ponselnya, Verrel menghubungi Ritha.


Disisi lain Ritha sudah mengemasi barang² nya, dia benar² muak dengan kelakuan bejat si ayah tiri, tiba² ponselnya berbunyi dan nomor itu dari Verrel.


Sekedar info Verrel dan Ritha sudah bertukar no telpon sehingga mereka dapat saling menghubungi, Ritha sendiri sudah menyimpan nomor Verrel.


"📱Hallo?," ujar Ritha memulai pembicaraan.


"📱Lo pergi dari apartement gue?," tanya Verrel datar dan to the point.


"📱Ho'oh, kok lo bisa tau?," tanya Ritha balik.


"📱Kaga penting, lo dimana? gue baru aja dari club Hersex," jawab Verrel datar.


"📱Kok lo disana sih?," tanya Ritha bingung.


"📱Ga penting, lo dimana sekarang?," jawab Verrel datar diakhiri dengan pertanyaan bernada dingin.

__ADS_1


"📱Di rumah jalan xxxx ga jauh dari club Hersex itu, lo cari aja rumah mewah yang lumayan, lantai 2 di cat hijau," jawab Ritha.


"📱Trus lo masuk aja, ga ada orang cuma ada si brengs*k sama si pel4cur di ruang tengah," lanjut Ritha.


"📱Gue otw, tungguin gue," sahut Verrel lalu telepon dimatikan secara sepihak oleh Verrel.


"Ni bocah maunya apaan sih?!," kesal Ritha.


Tak berapa lama kemudian Verrel melajukan mobil sportnya ke halaman rumah Ritha, Verrel langsung masuk ke dalam rumah itu, dia liat 2 orang sedang berc1uman di ruang tengah.


"Hei! siapa kau?!," bentak si cowo.


"...."


Verrel diam karna malas berdebat, tak lama Ritha turun sambil membawa koper besar dan tas ransel isi semua mapel, Verrel menghampiri Ritha dan mengambil alih ransel juga koper besar milik Ritha.


'Siapa dia? kenapa dia bisa dekat dengan Ritha?,' batin si cowo geram.


'Ih.. dia ganteng banget lagi, tapi kok bisa deket sama si anak tiri? ish.. awas aja lo,' batin si cewe kesal.


"Udah semua?," tanya Verrel datar.


"Udah," jawab Ritha.


Verrel mengernyit melihat sebuah pistol Dessert Eagle yang tersimpan di pinggang Ritha, Ritha memang tak mengganti pakaian sexy nya tapi dia mengenakan jaket kulit yang begitu pas di bodynya.


"Kalian mau kemana?," tanya si cewe.


"Memangnya apa urusan lo? hidup² gue dan lo bukan siapa² gue jadi jan pernah lu macem² sama gue," jawab Ritha yang kesalnya sudah di ubun².


"Heh! bocah udik! kurang ajar ye! di tanya bener² malah ngelunjak," balas si cewe.


"Idih.. jyjyk gue, yok rel," ajak Ritha sambil menarik tangan Verrel.


"Woi!," seru si cewe dengan suara melengking.


Dor!


Suara tembakkan mengejutkan semua orang, cewe yang tadi teriak mendapat luka bolongan di kepalanya.


"Anda berdua lupa siapa mama saya, siapa saya? seharusnya itu menjadi ketakutan untuk kalian," ujar Ritha dingin.


Ritha saat ini menggenggam pistol Desert Eagle yang berasap dengan tangan kirinya, Verrel tertegun kemudian menoleh ke arah si pel4cur yang kepalanya bolong, darah memuncrat kemana mana membuat Verrel gembira.


"Ck ck ck, miris," gumam Verrel dengan seringaian menakutkan.


"Lain kali ajarin pel4cur anda supaya lebih sopan pada saya," balas Ritha dingin sambil berlalu pergi diikuti Verrel.


Si cowo diam mematung melihat kejadian pembunuhan di depan matanya, dia tak menyangka jika Ritha mewarisi bakat sang mama.


Verrel dan Ritha pergi ke apartement milik Verrel, mulai saat itu Ritha akan tinggal di apartement milik Verrel.


"Maksud dari perkataan lo tadi apa?," tanya Verrel begitu sampai di dalam apartement nya, Ritha membeku.


"😕," respon Verrel.


"Sayangnya gue ga takut," balas Verrel serius.


"Hah?! serius?!," tanya Ritha tak percaya.


"Terserah," jawab Verrel acuh.


Ritha kembali mengarahkan pistol nya ke arah Verrel, ada keraguan dalam diri Ritha.


Dor!


Suara tembakan meletus di apartement itu, untung saja apartement milik Verrel memiliki peredam yang sudah di nyalakan sehingga suaranya ga sampe keluar kamar.


Wushh


Dengan begitu cepatnya Verrel melesat ke hadapan Ritha, tentu saja Ritha terkejut tapi dia langsung menyerang Verrel.


Sebenarnya Verrel hanya menggunakan 10% kekuatannya, jika dia memakai semua yang dia miliki maka kemungkinan besar Ritha sudah tergeletak di atas ranjang dengan waktu yang bahkan kurang dari 1 menit.


Serangan² di luncurkan oleh Ritha, semakin lama kecepatan nya makin bertambah dan membuat Verrel takjub sampe lengah dan...


Bugh


1 pukulan mengenai wajah tampan Verrel, Verrel tak merasa sakit justru jiwa psyco nya bangkit, dasar aneh!.


"Hei hei hei kau membangunkannya!," seru Verrel mengingatkan.


"Apa? junior mu? mana mungkin kau akan tegang hanya karna pukulan di wajah," balas Ritha sengit.


"Haish.. kau tak mengerti," balas Verrel.


Verrel kembali menyerang dengan kecepatan yang sulit diikuti mata, dia secara tak sadar menggunakan 25% kekuatannya, Ritha kesulitan melawan Verrel sampai terengah-engah saking cepat dan kuatnya serangan Verrel.


Ritha kembali menyerang, Verrel menghindari serangan Ritha dengan menunduk ke bawah, tepat di depan dada besar Ritha.


"Huwaa... melonmu besar sekali," gumam Verrel vulgar tanpa sadar, Ritha yang mendengarnya langsung blushing.


Bugh


"Akh..," erang Verrel begitu merasakan perutnya di serang dengan lutut sebelah kanan Ritha.


"Hei.. apa salahku?," protes Verrel kesal.


"Salahmu adalah kau telah berbicara hal yang begitu vulgar paham?!," kesal Ritha.


"Woi! gue ngomong nya kenyataan ya, melon lo kan emang gede," balas Verrel tak mau kalah.


"Lo..! (blushing)," seruan Ritha tertahan karna wajahnya yang memerah malu, dia menutupi dadanya dengan kedua tangannya lalu memalingkan wajah ke arah lain.

__ADS_1


"Sekarang, bisa lo jelasin siapa elo sebenarnya?," tanya Verrel.


"Gue ga main² ya, kalo lo sampe bocorin tentang ini, lo bakal abis di tangan gue," ancam Ritha sebelum menjawab.


"Iye²," balas Verrel.


"Lagian kalo lo mau perkosa gue, gue ikhlas² aja tuh," gumam Verrel membuat Ritha naik pitam.


"HEI!!," teriak Ritha kesal.


Verrel ada benernya sih, siapa juga laki² normal yang bisa tahan sama bodynya Ritha? bahkan seorang Verrel yang notabenenya pangeran terdingin pun bisa tegang cuma gegara liat Ritha, semua cowo pasti ikhlas + pasrah kalo di perkosa cewe kaya Ritha.


"Apa? mau cerita ga?," tanya Verrel kembali datar.


"...." Ritha tak menjawab, dia masih ragu untuk bercerita.


"Gue bakal jaga rahasia lo, janji," ujar Verrel serius.


"Janji ya?," tanya Ritha pelan sambil mengulurkan jari kelingkingnya.


"Janji!," jawab Verrel.


"Duduk di sofa dulu," ajak Verrel, mereka berdua pun duduk di sofa.


"Sekarang ayo ceritakan," pinta Verrel.


"Lo pasti kaget banget," gumam Ritha.


Ritha menceritakan alasan kenapa dia bisa benci sama bokap tiri nya, tapi dia ga ngasih tau rahasia yang dia sembunyiin selama ini.


"Ooo... ya udah, sekarang udah tengah malem, mending lo tidur," ujar Verrel sambil mengelus kepala Ritha.


Verrel ga terlalu percaya sama cerita Ritha, dia rasa Ritha punya rahasia yang lebih besar dan semua itu ada hubungannya sama dia.


Ritha sendiri tertegun, dia senang mendapat perhatian seperti ini tapi dia juga sedih dengan apa yang akan terjadi di masa depan, Ritha takut jika dia kembali mencarinya.


Dia takut, sangat takut.


"Kenapa lo baik banget sama gue?," tanya Ritha tanpa sadar dengan suara bergetar, Verrel terkejut.


"Lah? apa salahnya?," tanya Verrel balik.


"Gue ini anak nakal, keluarga gue broken home. Gue cuma cewe biasa sedangkan elo yang notabenenya pangeran kulkas di sekolah, anak pengusaha terkaya di negara Ing, baik banget sama gue," jawab Ritha mulai menangis.


"Hee...? cuma gitu doang?," tanya Verrel.


"....hiks...," Ritha menangis tanpa suara.


"Gue emang dingin, tapi itu diluar. Kalo di dalem gue itu hangat kaya sekarang, gue aja sering adu bacot sama abang gue," ujar Verrel menenangkan.


"??. Serius?," tanya Ritha ga percaya pasalnya keluarga William selain kaya juga terkenal akan dinginnya sikap anggota keluarga.


"He'em... lagian gue kan dah bilang kalo ranjang gue terlalu dingin buat di tidurin sendiri," jawab Verrel yang memulai kemesumannya.


"Ihh...! ngeselin dasar!," seru Ritha kesal sambil menggembungkan pipinya.


"Em–."


Kata² Verrel terpotong karna ponselnya berbunyi, dari abang nya, dia pun mengangkatnya sambil membungkam Ritha.


"📱Paan?," ujar Verrel memulai pembicaraan.


"📱Lo kaga pulang ya? nginep dimane lo?," tanya Leri.


"📱Gue di apartement, bilangin ke nyokap ama bokap," jawab Verrel datar.


"📱Iye², gue ke apartement lo ya, gue mau nginep ketimbang di rumah di marahin mulu," balas Leri kesal.


"📱Lo punya apartement lo sendiri ngapain nginep di apartement gue?!," kesal Verrel.


"📱Yaelah bro, sensi amat si. Emang gue kaga boleh ya kesana? pelit amat lu," ketus Leri.


"📱Denger ya!," ujar Verrel menggantung.


Verrel meraih tubuh Ritha dan merabanya, Ritha pun mendesah sampai terdengar di telpon.


"📱Woah.. lo berani juga ya, ok ok gue ga ganggu. Selamat menikmati bocah," ujar Leri lalu mematikan telpon.


"Lo apa²an tadi?!," tanya Ritha kesal.


"Biar dia ga ganggu," jawab Verrel sembari mengangkat tubuh Ritha.


Brugh


Verrel menjatuhkan tubuh Ritha di ranjang begitu saja, Ritha terkejut kemudian duduk.


"Heh! gue masih virgin ya! mending lo jangan macem²," ujar Ritha mengancam.


"Lo ga percaya sama gue?," tanya Verrel sambil melepas pakaiannya.


"Y ya! gue ga percaya sama lo!," jawab Ritha.


"Gue bakal ngelindungin elo dari bokap tiri lo itu, gue janji gue ga bakal bocorin rahasia lo," balas Verrel sambil meni*dih tubuh Ritha.


"Oh ya?," Ritha masih ga percaya.


"Ya, gue selalu nepatin janji. Tapi jaminannya lo harus puasin gue, malem ini dan seterusnya," ujar Verrel dengan nafsu.


"Ok, tapi pelan², gue masih virgin," balas Ritha.


"Ga masalah," jawab Verrel menyanggupi.


Mereka pun melakukannya🙈, paham lah🌚. Author ga mau deskripsiin entar reviewnya lama, bye~

__ADS_1


__ADS_2