Ibu Lima Anak Yg Hebat

Ibu Lima Anak Yg Hebat
awal baru


__ADS_3

3 hari kemudian ...


kakak kapan mama datang , ini sudah malam Chelsea gak sabar " Chelsea


malam itu mereka sudah menunggu di gerbang istana dan juga beberapa pelayan atau penjaga . hingga beberapa kereta memasuki gerbang , Arshen memimpin di depan dengan kuda . setelah mereka berdua turun tampak di wajah Arshen dan valina tanpa senyum . Chelsea segera berangsur memeluk ayah nya tapi malah di tolak keras hingga ia terlempar yg beruntung di tangkap Liana .


mereka yg awalnya ceria malah tidak jadi mendekati ayah ibu mereka yg baru pulang , tanpa sepatah kata Arshen dan Valina berjalan memasuki istana hal yg membuat Aiden dan semua orang bingung jika itu Arshen mungkin tapi Valina tak biasa tanpa senyum . Hingga mereka mengikuti Arshen dan Valina . Aiden dan Riana sepakat akan berbicara dengan Arshen sedangkan mereka berlima akan menemui Valina di kamar nya .


kakak dan paman Aiden akan menemui ayah kalian mungkin ada hal penting jadi jangan terlalu di pikirkan dan kalian bisa menemui mama kalian tapi jangan berisik mungkin dia lelah " Riana mengelus kepala mereka dengan lembut lalu pergi ke ruang kerja bersama paman Aiden .


apa sebaiknya kita datangi mama nanti saja mungkin mama lelah , kita hanya menganggu " Liana berusaha memberikan saran tapi langsung di tolak oleh Nathan " kakak kita bisa menemui mama tanpa berisik dan secapek apa pun mama hal ini tidak pernah terjadi .


iya kak , kita harus menyelesaikan nya secepat mungkin kita bisa mengunakan sihir penyembuhan siapa tahu membantu " Clara terlihat tidak setuju karena tak mau kelamaan


setelah sepakat mereka berlima datang ke kamar ibu nya yg masuk pertama kali adalah Allen dan nathan sedangkan lainya berada di belakang tubuh mereka berdua .


apa mama baik baik saja " tanya Nathan pelan saat melihat Valina duduk di kursi meja rias orang yg di tanya itu menoleh tampak ia memakai riasan tebal tak seperti Valina biasannya .


apa kalian tidak belajar , kenapa malah kesini sorot mata Valina terlihat tajam menatap mereka hal itu membuat mereka takut kalau mama nya marah besar .


karena mama papa akan pulang , jam belajar di majukan agak siang jawab Allen datar ia berusaha tetap tenang .


hm lalu kenapa ini malah bersembunyi di balik tubuh seseorang Valina hendak mendekati mereka bertiga yg berada di belakang Nathan dan Allen . Yg reflek membuat Allen menghadang jalan Valina .


hm kalau mama capek kami akan segera pergi jawab Allen dengan nada cepat .


kenapa aku ingin melihat mereka hm apa kalian takut pada mama kalian sendiri " Valina menampilkan senyum aneh terlebih bibir nya yg sangat merah cukup menakutkan .


Allen memberi isyarat tangan pada Nathan jadi mereka lalu segera pergi keluar kamar mengunakan sihir teleport milik Liana menuju kamar Liana. kakak aku takut tidur sendiri , mama jadi aneh kalau mama gak berubah gimana ucap Clara ketakutan . Yg langsung di tenangkan oleh Liana.malam ini kita tidur di sini saja dan jangan dekati mama dulu , dan jangan ragu memakai sihir , kurasa itu bukan mama ucap nya serius .


kalian kunci pintu , aku mau menemui paman Aiden dulu " Allen akan beranjak menuju pintu


kak Allen tunggu , lalukan itu besok saja ini sudah malam " Chelsea menghentikan langkah Allen .

__ADS_1


mereka mengunci pintu dengan manual dan juga pakai sihir . Setelah tenang Liana menidurkan Chelsea dan CLara .


kalian ingat dengan mainan yg kita punya kan hm kita bisa pakai itu untuk memata matai mama " Nathan mencoba mengingat kan .


bagi yg gak ingat mereka membeli mainan yg memiliki bantuan sihir . Allen memiliki mainan berbentuk pedang sihir yg mengikuti pemilik nya sedangkan Nathan punya mainan merpati yg bisa bergerak dan merekam , Liana punya berlian yg berbentuk apel dan bisa mendeteksi racun sedangkan Clara punya boneka yg memiliki mata mirip Valina tanpa kekuatan .


mereka sepakat tidak saling meninggalkan satu sama lain karena mungkin terjadi sesuatu jadi Allen yg akan menemui paman Aiden di ikuti Liana dan Nathan. Takut takut akan terjadi hal lain di istana ini memang banyak penjaga dan pelayan tapi tak satupun dari mereka akrab dengan mereka berlima jadi saat melewati lorong istana pada malam pun mereka tetap fokus berjaga dan hanya memperingati .


ruangan paman Aiden .


paman panggil mereka bertiga bersamaan


kak Riana kakak panggil Liana sedikit keras mengitari lorong istana duke .


apa yg kalian lakukan malam malam di sini tanya seseorang di balik pintu mereka bertiga lalu berbalik teryata itu Paman Aiden dan kak Riana .


Paman apa yg papa katakan tanya Nathan segera setelah melihat keberadaan Aiden


tuan duke jadi aneh sikap nya bahkan lebih buruk dari sebelumnya , dari awal dia memang dingin tapi setelah kedatangan kalian ia tidak begitu lagi " Aiden memberi penjelasan yg membuat mereka berpikir keras letak kesalahan nya .


apa yg papa katakan kepada paman , paman mau merahasiakan apa " ucap Liana penasaran .


kalian semua bukan anak ratu maupun tuan duke " Aiden memberitahu sambil tersenyum smrik sambil melihat mereka bertiga hal itu membuat mereka sontak saling pandang .


tidak mungkin bukannya kita sudah tes dna dan kalaupun kita bukan anak papa dan mama mereka tidak akan bersikap begitu mereka seakan orang lain " Nathan mengebu gebu memberi penjelasan .


Riana memeluk mereka dan bersikap sedih akan hal itu tapi perasaan aneh timbul udara sekitar malah semakin penuh sesak .


tenang , masih ada paman dan kakak kan jangan benci pada mama dan papa kalian " Riana memeluk Liana tapi cepat di lepas oleh Liana sendiri . Ada apa dengan kalian tanya Liana kembali karena merasa aneh .


mungkin dari hari itu jadi hari hari berikutnya jadi hal paling mengerikan tidak ada lagi senyum dan pelukan hangat atau sekedar kata lembut . Kami takut mendekat tapi Liana selalu menasehati kami agar tetap mengingat mama dan papa mereka sebelumnya sayang kami . Dan kami baru menyadari peran terberat ada di kak Allen ia orang yg paling sering berada di depan kami sekaligus orang yg paling sering di temui papa sebagai pewaris duke .


tidak peran kakak tidak terlalu berat , karena kalian punya peran masing masing Liana sebagai pengganti mama Kak Nathan bersikap sebagai pedang , Clara sebagai obat dan Chelsea sebagai air bagi kita semua itu kata terpanjang yg pernah kita dengar dari kak Allen. Paman Aiden dan Kak Riana juga lebih dekat dengan kami , hal itu membuat mereka lebih baik dari papa maupun mama . Tapi hal itu tetap di waspadai Allen hingga mereka berjanji tidak akan terlalu dekat dengan Aiden dan Riana .

__ADS_1


makan malam ..


malam itu cukup melelahkan karena pesta ulang tahun kami tapi aneh nya tamu yg datang tak terdapat anak anak . Kami makan bersama papa dan mama tapi dengan suasana yg berbeda .


Allen , panggil Arshen dingin Allen pun menoleh ke asal suara .


karena usia mu sudah genap 8 tahun papa akan mengirim mu ke medan perang kata itu sontak membuat kami terkejut sampai kak Nathan menjatuhkan gelas kaca hingga pecah . Saat kami akan berkomentar kak Nathan memberi kode untuk tetap tenang .


apa hanya kak Allen saja , bukannya Nathan juga pangeran " Nathan berusaha sopan .


karena tugas nya sebagai pewaris ia akan pergi berperang sedangkan kau , juga akan ikut tapi di bidang dokumen yg akan aku tugaskan di kekaisaran . Lalu Liana ia punya kemapuan sihir yg baik ia akan aku kirim ke menara sihir " Arshen menjelaskan panjang lebar tanpa ekspresi .


AKU MENOLAK BUKANNYA ADA PASUKAN YG MEMADAI DAN SIAPA YG AKAN MENJAGA CLARA DAN CHELSEA , SETIDAKNYA JANGAN BAWA LIANA DAN NATHAN " Allen berbicara keras .


hah tenang saja adik kalian akan baik baik saja dan kalian masih bisa pulang melihat mereka " Arshen .


yg mulia , apa kami hanya akan tetap di istana saja dan bukannya terlalu muda untuk kak Allen pergi perang " Chelsea . Panggilan kami tidak lagi papa dan mama melainkan yg mulia dan ratu .


Tapi " Clara bersuara untuk mempertimbangkan keputusan itu lagi tapi hal itu di hentikan Nathan .


selagi kalian mengikat janji kami akan berusaha keras ucap Nathan serius menggenggam tangan Clara .


bagus , kata itu keluar dari mulut Valina ia mengelus rambut Nathan dan Allen bersamaan tapi ini terasa dejavu sekali .


aku berharap banyak pada kalian Arshen dan Valina pergi meninggalkan mereka di ruang makan yg di susul Arshen .


setelah akan kembali ke kamar masing masing mereka terlihat sedih . Nathan tak bisa lagi menahan tangis hal itu membuat mereka memeluk Nathan .


jika kami pergi nyonya Grace akan semakin menjadi bagaimana dengan Clara dan Chelsea ucap nya sedikit terbata .


kenapa kakak malah memikirkan itu kami lebih takut karena kak Allen akan pergi berperang " Clara melepas pelukan nya dan menoleh ke arah Allen .


di sisi dunia lain ..

__ADS_1


ah kira kira bagaimana keadaan anak anak apa jiwa Valina asli sudah kembali ia adalah Anita yg sudah berada di tubuh awalnya ia tetap menjadi pembunuh bayaran ia tersadar di tubuh aslinya saat kecelakaan kereta bangun bangun ia ada di perpustakaan dan waktu yg hanya bergeser 8 jam saja .


__ADS_2