
...pasar ....
aku harus mencari pekerjaan tapi apa ya " Valina berjalan menyusuri pasar sendirian .
tiba tiba sebuah tangan menarik dirinya menjauhi kerumunan Valina , sigap dan melawan balik dan orang yg menarik nya itu seorang wanita dengan rambut coklat cerah ia tertawa melihat kebingungan di wajah ku . Ia memperkenalkan diri sebagai mika setelah nyakin aku nekat mengikuti nya memasuki sebuah gang .kita berdua sampai di sebuah bar sepi gadis bernama mika itu membuka pintu dengan keras .
Brak hingga menampilkan 2 orang lagi di dalam nya satu pria dan dua wanita ia menatap mika seolah minta penjelasan mengenai kedatangan ku . Mika menarik tangan ku kembali dan mengatakan hal yg membuat kita saling pandang .
Dia adalah rekan baru untuk misi membunuh dia sangat berbakat mika berkata agak keras hingga mulutnya di bungkam gadis berambut hitam dengan kaca mata . Ia juga mencubit pipi mika keras .
kenapa kau berbicara begitu apa kau sudah semakin gila tegas wanita ia menatap Valina dari atas sampai bawah .
Uh apa kalian lupa bakat sihir ku aku bisa melihat potensi bakat tiap orang dan bakat dia membunuh dengan persentase 97 persen Mika mengelus ngelus pipi nya yg merah .
Sedetik setelah nya seorang pria yg sedari tadi diam melangkah mendekat mata emerald milik nya naik turun memindai Valina .
Apa sudah cukup melihat nya dan aku langsung saja apa ada misi pembunuhan aku sedang membutuhkan uang , Valina tanpa basa basi menatap balik .
ada satu misi untuk mu , dan bayaran nya cukup besar tapi hanya kau saja karena kami tidak mau ambil resiko untuk ikut gadis berambut hitam itu adalah Mia ia mengambil kertas yg berisi poster orang yg harus Valina bunuh .
Baik lah aku akan lakukan eh dan hasil nya akan 95 persen pada ku mengerti , Valina mengambil poster tersebut dan melipat nya .
Apa kau tahu siapa dia dan darimana gadis se imut dirimu punya keberanian seperti ini , pria bernama Rion itu sedikit penasaran .
itu urusan ku dan kalau boleh tau pria ini dimana sekarang Valina menatap intes Rion .
__ADS_1
Besok malam akan ada festival di istana duke yg akan di adakan di istana ke 3 jadi dekat kau bisa kesana dan langkah selanjutnya tentukan sendiri , Rion ingin tahu reaksi Valina apa ia akan menyerah .
Valina paham ia segera mengambil langkah keluar dari bar dan nyakin untuk misi itu , Dan kenalkan aku Valina ucap nya berlalu .
Rion mengikuti Valina keluar hingga mereka berjalan bersampingan . Valina terlihat tak risih ia mampu mencari tahu lebih dalam mengenai siapa yg akan ia bunuh .
arien duke yg sekarang ia terkenal serakah dan gila perang ia punya putra dan putri dari wanita yg berbeda putra nya itu iblis perang ia memiliki kekuatan sihir paling baik . Rion tiba tiba memiliki urusan hingga pergi meninggalkan Valina sendirian .
saat perjalanan pulang Valina melihat kedua anak nya ia , memanggil mereka berdua .
itu Allen dan Nathan apa yg mereka lakukan aku kan menyuruh mereka di rumah pikir Valina makin mendekat .
seorang wanita paruh baya berteriak keras tepat di depan Valina .
mereka mencuri batu sihir di toko ku apa kau wali mereka wanita itu menatap sinis .
Tidak kami tidak melakukannya , Nathan angkat bicara terkait hal ini yg di lanjut anggukan oleh Allen. Setelah nyakin Valina balas menatap tajam wanita itu Apa kau dengar mereka bilang tidak ya tidak .
tapi wanita itu tetap ngotot meminta ganti rugi hingga Valina minta salah satu mana sihir yg ia jual Valina diam sesaat lalu melempar batu itu hingga pecah .
ini batu sihir palsu yg asli tidak akan pecah jangan mencoba menipu nyonya .
Tidak mau banyak berdebat Valina mengendong kedua anak nya pergi tanpa peduli ucapan wanita tadi . hingga sampai di mansion ia langsung di sambut Clara dan Liana . Apa chese menangis tanya Valina sembari melepas sepatu dan jubah milik nya menuju kamar tempat chelsea terlihat bayi itu lelap dalam mimpi .
malam tiba , Valina memastikan anak anak nya sudah tidur dan bersiap ia membawa beberapa senjata yg ia buat sendiri . Tanpa ia sadari ada dua makhluk mengikuti nya terlihat ia sudah sampai di istana duke festival besar besaran riuh ramai . Lampu kuno bercahaya terang bagai bulan Valina memecah keramaian dan berhasil masuk sebagai pelayan ia merasa janggal mudah membunuh duke arien terlebih seakan putra mahkota mendukung rencana nya .
__ADS_1
tak lama banyak pengawal istana yg ricuh kurasa aku ketahuan Valina melarikan diri lewat jendela dan bersikap sebagai tamu festival . Hal yg di pikirkan Valina ialah keluarga duke punya mata merah mirip anak anak . Valina sampai di rumah ia sudah mencuci pakaian nya terkena darah saat di sungai saat masuk ia langsung masuk ke kamar dan terlihat Nathan dan Clara .
mama , chelsea kayaknya sakit Valina mendekati keranjang dan merasakan suhu yg tinggi ia segera melakukan pertolongan dan saat berhasil menidurkan Chelsea ia menyadari Allen dan liana tidak ada .
dimana mereka tanya Valina menatap Clara dan Nathan bergantian .
Valina kembali pergi menuju istana duke karena menurut kata Clara dan Nathan . Allen dan Liana mengikuti nya terlihat istana kacau karena arian yg di bunuh Valina . Valina tetap nekat menyamar jadi pelayan yg bertugas .
di sisi lain *
setelah mengikuti Valina ke istana Allen dan Liana salah arah dan malah ke suatu kamar yg kuno . Mereka sibuk mengamati inci ruang dan mata mereka tertuju pada lukisan . Mereka punya mata merah semua pikir Allen tiba tiba mereka panik sendiri karena mendengar langkah kaki .
haha akhirnya manusia itu mati , dengan begitu aku sudah resmi menjadi duke .
kaget secara bersamaan
kalian siapa " Arshen menatap tajam keduanya .
mereka berdua panik dan berlari ke luar kamar sebelum itu Arshen sempat mengambil helai rambut Allen .
mata merah , apa mereka anak kakek tua itu atau anak dari keluarga lain ah aku akan melakukan tes saja .
di saat mereka berdua makin panik karena ketahuan penjaga . Asap mengepul hingga mereka berdua tak sadarkan diri .
Allen sadar ia merasa ada cahaya masuk ia melihat sekitar dan nyakin itu rumah nya .
__ADS_1
udah bangun hm gimana semalam jalan jalan nya di balik pintu kamar Valina melihat Allen .