
tak lama,, lagi lagi pintu kamar pun diketuk ternyata yang masuk adalah seorang Mbak yang di akui Hadi sebagai kakak perempuan nya dan juga seorang wanita yang sudah sedikit lanjut usia...
""eh eh kok malah peluk-pelukan...nangis nangisan gini cepetan pak penghulu udah nunggu dari tadi...kmu Hadi di suruh jemput calon kamu malah peluk-pelukan segala pake acara nangis nangisan lagi hmmm lebay"
meski dengan berat hati,hadi pun melepas pelukannya pada Aura sembari tetap mengusap punggung Aura...ya hanya itu saja yang bisa Hadi lakukan sekarang...tapi dari lubuk hati yang terdalam hadi berjanji..Hadi akan berusaha semampu mungkin untuk membahagiakan Aura nya... sekecil apapun minimal jika tidak mampu yang besar akan Hadi mulai dari yang kecil...
__ADS_1
"Ayo ayo buruan cepetan itu fit,,,,ambil kerudung...sambil mengambil kerudung Aura yang terletak di atas nakad...mbak Fitri pun beralih untuk menarik tangan Aura,,,di iringi oleh Hadi mereka pun keluar dari kamar menuju ruang tamu yang seperti nya sudah disiapkan untuk dilangsungkan akad nikah... terlihat dari meja kecil yang diletakkan di tengah tengah ruangan tersebut yang sudah dikelilingi beberapa orang...yang terlihat paruh baya pasti adalah pak penghulu karena memang terlihat dari pembawaan nya...baik dari sikap maupun pakaian nya...dan juga terdapat Abang yang menjemput Aura dan Hadi tadi...hanya bedanya pria tersebut sudah berpakaian lebih rapi...
tatapan Aura hanya kosong...tidak ada riasan layaknya calon pengantin di wajah Aura... untung nya di dalam tas Aura terdapat bedak dan lipstik..
tak lama pun pak penghulu membuka acara,,,aura tak tau harus apa dan bagaimana,,, aura hanya menundukkan kepalanya,,, bayangan keluarga kecilnya pun bergulir menghiasi pandangan matanya...lagi lagi aura tak mampu menahan sesak di dada... tidak ada ayah,,,tidak ada bunda pun tidak ada kakak perempuan satu satunya... apakah inilah akhirnya hidup yang harus aura jalani...pasrah berbakti kepada orang yang sangat sangat asing baginya...tapi untuk mundur ke belakang pun rasanya tidaklah mungkin...harus kemana aura melarikan diri,,,harus kemana aura mengadu. seorang kerabat pun aura tidak punya... Hadi ya hanya hadi lah harapan aura untuk hidup satu satunya... tapi apakah mungkin hadi sesuai harapan aura...tak banyak yang Aura minta smoga hadi bisa memberikan kenyamanan dan perlindungan baginya...
__ADS_1
"nak Aura apakah engkau bersedia menikah dengan hadi dan tanpa paksaan siapa pun..."aura masih terdiam,, tertunduk tak sedikitpun merespon pak penghulu...pak penghulu melihat ke arah hadi beserta keluarganya..."nak aura apakah engkau bersedia menikah dengan hadi Dengan sadar tanpa paksaan dari siapapun"...lagi -lagi aura Hanya tertunduk dan terdiam... sampai sebuah cubitan kecil mendarat di paha aura..."ah,aura bergumam seketika kesadaran nya pun kembali...ini anak bengong lagi...hei kamu cepet jawab pak penghulu jangan berani berani membuat malu keluarga kami...ada kilatan amarah yang terpancar di wajah ibunya hadi... Yang membuat aura bergidik baik bu...
"gimana nak aura apakah bersedia..."ia pak sa saya bersedia "...baiklah kita lanjutkan...
"Hadi Wijaya saya nikahkan engkau dengan Aura adriana binti Muhammad Hasan dengan mas kawin dibayar tunai..."saya terima nikahnya Aura adriana binti Muhammad Hasan dengan mas kawin tersebut dibayar tunai"... bagaimana bapak ibu sah..."Sahhhhh"
__ADS_1