
"maafkan,,,, maafkan kakak dek.... maafkan ibu ya".... maafkan....
hadi memeluk aura erat,,,sambil menangis hadi mengucapkan kata maaf,,,tak henti-hentinya.... tapi Aura tetap tak bergeming... binggung,,, bingung untuk mengungkap
kan rasa...tak tau apa yang harus dilakukan....
terkadang Hadi memeluknya,,, terkadang juga bersujud di kakinya... entah apa lagi yang harus hadi lakukan... Hadi sangatlah menyayangkan perbuatan ibunya yang tega berbuat kejam terhadap Aura....
mengapa,,,ibu berbuat kejam terhadap Aura yang dalam keadaan hamil muda seperti ini... wajah Aura pucat,,,dan juga tangan Aura masih setia memegang perut nya...
hadi binggung apa dan bagaimana sebaiknya hal yang harus dia buat sekarang... sungguh hadi tidak tega melihat keadaan Aura tadi siang...dan sejak kapan keadaan ini berlangsung...setau hadi memang waktu menikah ibunya memang seperti tidak menyukai Aura dan ketika hadi menyampaikan kabar kehamilan aura si ibu bukannya menyambut dengan suka cita malah protes Dengan kehamilan Aura....
memang karena terlalu sibuk mencari rezeki... sering kali hadi mengabaikan keadaan Aura...bagi hadi yang penting pulang bisa membawa uang sehingga ibu dan aura tidak kelaparan...selain memberi ibu uang belanja untuk keperluan sehari-hari,,, Hadi juga memberi sedikit uang jajan untuk aura...dan tak lupa menyisihkan sedikit untuk ditabung....
__ADS_1
selama ini setiap kali akan pergi dan pulang kerumah....Aura selalu bersikap manis seperti tidak ada masalah yang berarti...tak lupa setiap kali pulang hadi menyempatkan untuk membeli makanan kecil mana tau aura mengalami ngidam dan sungkan untuk meminta... yang membuat hadi heran setiap kali makan makanan bawaan hadi..
Aura memakan nya dengan lahap seperti orang yang sangat kelaparan yang membuat hadi tidak jadi untuk sekedar mencicipi makanan tersebut... mungkin bawaan dedek bayi fikir hadi...
kruuuukkkkkkkkkkkkk.....suara perut Aura mengagetkan sepasang pasutri tersebut....Aura yang menyadari keadaan nya memilih memaksakan diri untuk tersenyum....
"sayang kamu lapar",,,ketika ditanya tentang lapar Aura bukannya menjawab tetapi menangis...air mata aura turun dengan deras..."lo dek kok malah nangis"...eh tambah deras air mata yang keluar...."dek sayang,,,adek blom makan...Aura menggeleng...sejak kapan dek... apakah sejak pagi tadi"..benar begitu atau dari siang"...
"Ya ampun dek kok bisa kamu kelaparan... hadi yang sudah tak habis fikir memberondong aura dengan pertanyaan demi pertanyaan...aura yang cukup tersudut akhirnya memilih untuk jujur saja...aura pun menceritakan semua hal yang dialami nya selama ini kepada hadi....
Aura pasrah menunggu keputusan dari hadi.jikalau pun hadi lebih memilih untuk tidak percaya pada aura atau lebih memilih ibu nya...aura tidak apa apa... sungguh aura sudah pasrah,,,mata aura hanya terus tertuju pada jari manis aura...di sana melingkar sebuah cincin kecil...ya cincin mas kawin aura...
jikalaupun hadi tetap memilih ibu nya...maka aura pun memilih pergi...aura lebih memilih pergi saja dari kehidupan hadi...dan cincin inilah yang akan menjadi modal nekat aura....
__ADS_1
"dek,,,jadi selama ini kamu menikah dengan kakak,,,kamu menderita,,,kamu begitu menderita dan semuanya ini ibu lah penyebab nya...begitu kan....lagi air mata hadi lebih memilih untuk turun membasahi pipi... seakan tidak ada yang mau dijadikan penghalang... mereka pun terjun bebas...
"dek,,,maaf,,,maafkan kakak... selama ini kakak terlalu sibuk,,, sehingga mengabaikan kamu...kakak berdosa besar sama kamu dek"...lagi lagi hadi lebih memilih memeluk aura erat...selain untuk memberikan kedamaian bagi aura...hadi pun juga butuh pelukan untuk menguatkan batin nya....
mereka pun menangis bersama sama... semua larut dengan fikiran masing-masing... seperti enggan untuk saling melepaskan walaupun sedari tadi perut aura terus menerus berbunyi minta segera diisi...rasa itupun di tak dihiraukan aura...
sampai akhirnya kesadaran mereka kembali...sambil tersenyum aura pun melepas pelukannya..."kak,,,jadi kapan kami mau dikasih makan,,,dedek ini udah demo dari tadi...hadi pun balas tersenyum manis...adek ganti baju sekarang ya...kita cari makan diluar...hari ini adek boleh makan apapun yang adek ingin....
akhirnya aura pun tersenyum sumringah... terbayang sudah berbagai macam makanan yang ia inginkan selama ini...aura bergegas menuju lemari pakaian untuk mengganti pakaian nya...
"dek,,,pas pulang nanti kita berkemas ya... packing semua barang kita..."la emang ngapain kak,,,kok pakaian kita mau di kemas...
"ayo sayang kita hidup mandiri saja,,,kita mulai hidup kita berdua,,,kita mulai dari nol... walaupun kakak tidak bisa menjanjikan kemewahan tapi kakak janji satu hal...kakak janji akan bahagiakan kamu,,, Kakak gak ingin liat air mata kamu lagi... terkecuali air mata kebahagiaan..."...,
__ADS_1