
"cepet cepetan dong,,,lelet amat ini babu....caci maki terus saja terlontar dari mulut ember ibu romlah..."ayo dong,,,sudah ditunggu sama ibu tatik ini pakaian nya"....tidak ada pilihan lain bagi aura...aura hanya bisa mengerahkan semua kemampuan dan tenaga nya untuk melakukan semua pekerjaan yang terus menerus di berikan sang mertua kepada nya...
mulai dari memilah pakaian,,, mencuci,menjemur sampai menyetrika.... padahal pekerjaan di rumah itu pun tidak kalah dahsyat nya... walaupun hanya pekerjaan sehari-hari tapi jika di campur dengan pekerjaan luar serta yang mengerjakan hanya satu orang ya auto gempor lah...
jari jemari aura saling bekerja sama,,,tak pandang bulu semua ikut bekerja...kasar satu maka kasarlah semuanya... sungguh berbanding terbalik dengan masa kegadisan sang menantu...dulu kulit halus terawat,,,jari jemari lentik tidak ada urat urat yang mengintip keluar...tapi sekarang hanya dalam hitungan bulan saja...rasanya semua urat-urat di tangan aura keluar semua... mereka seakan dipaksa disuruh keluar untuk mengadukan betapa kerasnya kehidupan aura sekarang...
Masa-masa kegadisan hanya tinggal kenangan.... berganti dengan dera penderitaan yang hanya akan berhenti jika suami datang...hanya suami aura lah yang bisa memberikan sedikit cahaya kehidupan... mampu menghiasi wajah aura yang seharian sendu tak ada gairah...tak ada sedikitpun senyum walaupun hanya sedikit senyum simpul...semua diganti dengan wajah sendu,,,dingin bahkan tanpa ekspresi karena kosong dan kekosongan itu hanya harus diisi dengan keseriusan menghadapi pekerjaan demi pekerjaan yang harus segera diselesaikan...
__ADS_1
Tidak ada istilah lelah apalagi untuk istirahat... sekedar untuk melepaskan dahaga pun sering kali terabaikan...karena selalu dalam pengawasan mertua si majikan mandor yang kejam...
Dunia atau neraka yang dihadapi aura sekarang... neraka rumah tangga lebih tepatnya...karena orang ketiga Dalam suatu rumah tangga sering kali bukan dari orang luar,,,tapi orang orang terdekat yang masih ada hubungan dalam rumah tangga tersebut....
sering kali aura berdoa semoga suatu nanti akan ada seseorang yang membongkar kebusukan sang mertua jahanam... karena aura sangat tidak berani mengadukan perbuatan ibu mertua ini ke pada anak nya.,, pernah sekali dua kali aura berniat mengadu tapi sesering itu pula aura terpergok sang mertua... mungkin memang sudah garis takdir aura di beri cobaan hidup seperti ini,,,sampe akhirnya aura hanya bisa pasrah,,, bersabar dan terus berdoa...
tapi semakin siang semakin siang sakit itu bukannya berkurang malah semakin bertambah walaupun aura selalu meng sugesti diri bahwa sakit itu sebentar lagi hilang tapi malah bukannya hilang justru semakin bertambah...
__ADS_1
sedikit lagi pekerjaan itu selesai tapi wajah aura menjadi lebih pucat,,, perut semakin keram dan keringat dingin terus terus keluar....serasa banyak sekali kunang kunang berterbangan di atas kepala pandangan pun terasa gelap...aura memilih duduk sebentar....
"eh aura kenapa duduk,,,cepet kerjakan tugas kamu... cepetan dikit,,babu...aura serasa tak sanggup walaupun hanya menggangkat kepala...tangan aura terus memegang perut nya..."hey perempuan lelet,,,kamu mau kerja atau ngak hah...". hardik sang ibu...bener bener tidak ada pilihan bagi Aura... sekedar mengeluarkan suara pun rasanya tidak mampu...aura pun coba berdiri sambil berpegangan pada kursi tempat duduk nya sedikit sedikit kembali ke posisi semula ketika menyetrika...
"dasar kamu mau akting ya...bukan sinetron ini...lagi lagi hanyalah hardikan dan ejekan yang keluar dari mulut ibu romlah..."ibu,,, tanpa sadar si ibu romlah menoleh ternyata hadi sudah berdiri di depan pintu,,, wajah hadi merah padam...ibu romlah langsung pucat seketika... terbayang sudah bakal jadi apa kalau seandainya hadi marah nanti..."ibu apa yang ibu lakukan,,,aura dek kenapa,,, kenapa wajah kamu pucat banget dek... sungguh ibu romlah tidak menyangka hadi pulang cepat hari ini... karena selama ini selalu sesuai schedule yang telah ibu romlah tentukan...
dengan gemetar hadi mengobrak abrikan semua pakaian yang tinggal di kemas saja...air mata hati jatuh dengan deras... sungguh hadi tidak menyangka orang orang yang dia cintai ternyata seperti ini...sang ibunda tercinta tega memperlakukan istri tercinta nya yang tengah hamil dengan kejam,,tidak berprikemanusiaan... sedang sang istri hanya bisa pasrah tidak ada perlawanan ditambah ketika hadi melihat langsung kondisi sang istri yang pucat pasi tangan nya terus memegang perut yang telah sedikit membuncit...sesak itulah yang hadi rasakan...
__ADS_1
ahhhhhhh....hadi berteriak dengan keras serta langsung menghambur memeluk dan menggendong sang isteri menuju kamar mereka...