Imajinasiku Menjadi Kenyataan

Imajinasiku Menjadi Kenyataan
Awal Perkenalan


__ADS_3

Tokoh perempuan utama bernama Andrea. Andrea sedang memindahkan barang - barangnya dari mobil pick-up ke dalam rumah barunya. Saat sedang memindahkan barang - barang ia sempat melirik seorang cowok ganteng yang sedang mencuci motornya, rumah cowok ganteng itu tepat disebrang rumah barunya andrea.


"Wow, ada cowok ganteng, keren, kece badai banget lagi cuci motor pula damagenya nambah." Ucap Andrea dengan kagum dalam hatinya.


Scene berpindah kedalam rumah Andrea yang sudah rapi, mama Andrea menyuruh Andrea untuk membagikan kue ke para tetangga sebagai tanda perkenalan.


"Nih, tolong bagiin kue - kue ini ke tetangga - tetangga kita ya." Kata Mama Andrea


"Ok deh", jawab Andrea sebagai balasan perintah dari mamanya.


"Owh iya, jangan langsung ke rumah yang seberang ya di sebelah rumah dulu aja nanti kelamaan liat cowok gantengnya jadi lupa mau bagiin kuenya ke sebelah rumah. " Kata Mama Andrea dengan nada bercanda


"Emmmm, ok ma." Balas Andrea dengan malu - malu.


Andrea mulai membagikan kue pertama ke rumah di sebelah kanannya. Andrea membunyikan bel rumah tersebut, lalu keluarlah sepasang kakek dan nenek yang berjalan keluar menuruni tangga.


"Permisi, kakek dan nenek kenalin nama saya Andrea yang baru pindah ke rumah sebelah. Saya mau kasih kue buatan mama saya sebagai tanda perkenalan." Kata Andrea dengan sopan.


"Owh iya iya, salam kenal ya nak Terima kasih kuenya." Jawab kakek dengan ramah


Nenek juga berkata dengan ramah , "Terima kasih banyak ya nak atas kuenya dan titip salam ya buat mamanya."


"Iya sama - sama kakek dan nenek, saya permisi dulu ya". Balas Andrea sambil membungkuk sebagai tanda hormat.


Andrea berjalan ke rumah di sebelah kirinya dan menekan bel. Setelah itu keluarlah seorang nenek yang hanya tinggal sendiri dan menghampiri Andrea.


"Permisi, nenek perkenalkan nama saya Andrea yang baru pindah ke rumah sebelah. Saya mau kasih kue buatan mama saya sebagai tanda perkenalan." Kata Andrea dengan sopan.

__ADS_1


"Owhh, Terima kasih banyak ya nak dan syukurlah sebelah rumah saya sudah ada yang isi jadi saya tidak terlalu kesepian." Kata nenek tersebut dengan lembut.


"Kalau nenek kesepian bisa ngobrol kok sama mama saya dia orangnya ramah dan bisa jadi pendengar yang baik kok nek." Balas Andrea. "Yasudah, kalau begitu saya mau lanjut bagiin kue ini ya nek Permisi". Lanjut Andrea melengkapi perkataannya.


Dan inilah saat yang ditunggu oleh Andrea, yaitu ke rumah cowok ganteng itu. Andrea menekan bel, setelah beberapa saat kemudian keluarlah cowok ganteng itu dengan menuruni tangga serta membukakan pintu gerbang untuk Andrea.


"Permisi kak, nama saya Andrea yang baru pindah ke rumah yang diseberang sana." Kata Andrea dengan agak menunduk karena malu - malu. "Saya juga mau kasih kue buatan mama saya ini sebagai tanda perkenalan kak." Lanjut Andrea.


"Owh, makasih ya silahkan masuk". Balas cowok ganteng itu sambil tangannya menerima kue yang diberikan Andrea.


"Emmm, gak usah kak aku mau langsung pulang aja nih". Kata Andrea yang sebenernya mau mengiyakan tapi agak ragu.


Lalu terlihat seorang wanita keluar dari rumah sambil memanggil Andrea. Ternyata itu adalah mamanya cowok ganteng itu


"Hai Andrea, kamu Andrea kan?" Tanya mama cowok ganteng itu. Waktu itu tante udah sempet ngobrol sama mama kamu, sini masuk." Lanjut mama cowok ganteng itu sambil mengajak Andrea masuk.


"Eh, kalian belum kenalan kan?" tanya mama Andrea lalu melanjutkan "Sini kak kenalan dulu sama Andrea. "


"Hai, nama aku Andrio salam kenal ya aku kelas 12 SMA." Kata Andrio memperkenalkan dirinya sambil mengajak Andrea berjabat tangan.


"Hai kak nama aku Andrea, salam kenal juga ya kak. Aku kelas 10 SMA". Kata Andrea sambil membalas ajakan berjabat tangannya Andrio dengan sigap.


"Kamu nanti kalau mau sekolah berangkat bareng aja Andrea sama Andrio. Andrio sekolah di Garuda Bangsa." Kata mama Andrio.


"Owh, gausah tante aku sekolahnya di Kasih Harapan Bangsa."Jawab Andrea.


" Gak apa - apa, nama sekolahnya sama - sama ada bangsanya dibelakang." Balas mama Andrea dengan nada bercanda dan diringi dengan tawa dari Andrio dan Andrea. Mama Andrea melanjutkan, "Sekolah kalian kan tetap satu arah jadi sekalian aja Andrio yang nganterin kamu." "Iya kan Andrio?" tanya mama Andrio kepada Andrio yang ingin pergi main PS di ruang keluarga.

__ADS_1


Andrio menjawab dengan tersenyum dan mengangguk kepada mamanya.


"Ok deh tante aku pikirin dulu nanti". Jawab Andrea.


"Ok deh, kita sekarang cobain aja dulu kue buatan mama kamu di dapur yuk". Balas mama Andrio sembari mengajak Andrea ke dapur.


Saat di dapur mama Andrio menceritakan seputar tentang Andrio.


"Eh Andrea, asal kamu tahu aja nih si Andrio itu idola di sekolahnya banyak cewek - cewek yang naksir sama Andrio." Kata mama Andrea.


"Jelaslah tante, aku juga gak heran sih karena kak Andrio emang ganteng motornya pun juga keren." Sahut Andrea.


"Iya, tapi tante ga setuju sama cewek - cewek yang naksir sama Andrio. Tapi tante kasih pengecualian kok ke tetangga". Balas mama Andrio sambil menyenggol tangan Andrea dengan tersenyum seperti meledek.


"Aduhhhh, ini mamanya kak Andrio beneran kasih lampu hijau ke gue atau cuma mau ngeledek gue aja sih nyebelin deh." Ucap Andrea dalam hati sambil mengepal tangannya karena kesal di buat overthinking. "Emmm, ya udah deh tante aku mau pulang dulu ya takut kesorean nih permisi tante". Kata Andrea yang langsung bergegas pergi


"Iya, titip salam ya buat mama kamu". Balas mama Andrio dengan suara agak keras supaya terdengar oleh Andrea yang sudah keluar dari area dapur.


Saat melewati ruang keluarga Andrea berpamitan dengan Andrio yang masih asik main PS.


" Kak, aku pamit pulang dulu ya permisi kak." Pamit Andrea yang hanya dibalas senyuman serta anggukkan dari Andrio.


Scene berganti ke kamarnya Andrea, karena besok sekolah Andrea ingin langsung tidur tapi tiba - tiba menjadi kepikiran dengan Andrio.


"Duh, si kak Andrio agak cuek sih tapi mukanya keliatan ramah. Kira - kira gua beneran bisa ga ya gebet dia gua ngebet banget nih pengen punya pacar kayak orang lain. Tapi dia itu kan ganteng sedangkan gua ihhhh tau ah pusing gue jadi overthinking lagi". Ucap Andrea dalam hati sambil menghentak - hentakan kedua kakinya di kasur karena greget.


Andrea akhirnya memutuskan untuk segera tidur dengan buru - buru mengambil posisi tidur dan memejamkan matanya supaya tidak kepikiran dengar Andrio terus.

__ADS_1


__ADS_2