
Scene berganti ke Pagi hari. Andrea membawa biolanya kemudian bertemu dengan Andrio di depan rumah. "Andrea, sorry ya hari ini gue kayaknya cuma bisa anterin lo ke sekolah aja tapi nanti kita ga bisa pulang bareng pas pulang sekolah. Karena hari ini gue ada ekskul, jadi pulangnya lebih lama" kata Andrio
"Owh gitu, gak apa - apa kok kak. Aku nanti pulang sendiri aja" sahut Andrea
"Owh ok deh, take care ya nanti pas pulang sekolah." balas Andrio. Mereka pun berangkat ke Sekolah Harapan Bangsa.
Ketika Andrea ingin menaiki tangga untuk menuju ke kelasnya, Sandra bersama dengan anggota - anggota gengnya menghentikannya dan berkata "Eh lo Andrea, ternyata lo takut ya sama gue? Hahahhaha makanya jangan sok berani lo sama gue."
Andrea yang ketakutan tidak tau harus berkata apa, karena dia tidak bisa berpikir saking ketakutannya. Andrea yang terdesak hanya mengatakan apa yang terlintas di pikirannya saja "Itu karena... gue itu punya kepribadian ganda!!!"
"Hah? kepribadian ganda?" tanya Sandra dengan heran. Sandra terdiam dan berpikir sejenak.
Andrea yang melihat Sandra sedang fokus untuk berpikir, tidak menyia - nyiakan kesempatan itu. Andrea langsung berlari naik ke atas tangga dengan sekuat tenaga untuk kabur.
Sandra yang sadar jika Andrea sudah kabur jadi marah - marah kepada anggota - anggota gengnya "Ihhh kok dia bisa kabur sih? terus lo pada kenapa pada engga kejar si Andrea sih tadi?
Bel istirahat kedua pun berbunyi. Andrea pergi ke ruangan musik sambil membawa biola legendarisnya lalu bertemu dengan Laskar yang sedang bermain piano. Andrea sangat kagum dengan permainan pianonya Laskar. Andrea juga mulai terpesona saat melihat Laskar yang sedang memainkan piano. Setelah Laskar selesai memainkan pianonya, Andrea pun langsung bertepuk tangan.
"Eh Andrea, ternyata lo ada di sini? udha dari tadi ya? sorry gue ga liat tadi" tanya Laskar
"Engga kok kak aku emang baru aja datang tadi" jawab Andrea
"Owh gitu, ok... sekarang kita langsung mulai latihannya aja gimana?" tanya Laskar lagi
"Iya kak ayo, aku juga udah bawa biola legendaris nih" sahut Andrea sambil memperlihatkan biola legendarisnya kepada Laskar
"Hah? serius lo?" tanya Laskar dengan penasaran "Owhh ini biola legendarisnya Yongki Hidayat ya?" tanya Laskar lagi
"Iya, kok lo bisa tau sih?" tanya Andrea
"Iya lah, jelas gue tau. Gue itu fansnya Yongki Hidayat, gue itu ngefans banget sama dia karena dia jago main piano juga" sahut Laskar
"Oh ya? Wow pantesan aja tadi kak Laskar bisa main piano dengan melodi yang indah banget." puji Andrea
"Ah engga juga kok, biasa aja gue mainin pianonya" kata Laskar yang menolak pujian dari Andrea
Merekapun memulai latihannya, latihan mereka sangat bagus. Laskar bertepuk tangan dan berkata "Wah gila sih keren banget tadi, kita kayaknya harus latihan lagi deh supaya penampilan kita di atas panggung nanti bisa lebih keren lagi." Kata Laskar
"Iya kak tadi emang keren banget loh sampai gak nyangka aku" balas Andrea
"Nanti kita lanjut latihan di rumah aku aja gimana? nanti lo sekalian gue anterin pualng" tanya Laskar
"Iya kak aku setuju, lagipula hari ini aku gak bisa pulang bareng kak Andrio" jawab Andrea
"Ok deh, nanti pas pulang sekolah gue tunggu lo di parkiran mobil ya" balas Laskar
Singkat cerita bel jam pulang sekolah berbunyi. Andrea pergi ke parkiran mobil dan bertemu dengan Laskar. Andrea dan Laskar pun pergi ke rumah Laskar dengan menggunakan mobil Laskar. Tapi di sisi lain ada Sandra yang melihat Laskar dan Andrea pergi bersama. Setelah sampai di dalam rumah Laskar, Andrea sangat terkejut karena rumah Laskar yang sangat luas, megah dan juga mewah. "Wah gila, ini rumah atau lapangan bola sih? luas banget" kata Andrea
"Ya ini rumah lah bukan lapangan bola, makanya sering - sering lo dateng ke rumah gue biar gak kaget" balas Laskar dengan bercanda
"Meskipun gue sering kesini, gue bakal terus takjub sih" sahut Andrea
__ADS_1
"Nga lah, jangan gitu. Lo belum liat aja tuh rumahnya si Sandra. Rumah dia juga luas banget kayak lapangan bandara" balas Laskar dengan bercanda lagi
"Oh gitu.. tapi ngapain juga gue ngeliat rumahnya si kak Sandra? gak penting deh" sahut Andrea lagi
"Udah yuk kita masuk ke ruangan musik aja" kata Laskar. Mereka masuk ke ruangan musik dan memulai latihan mereka, ternyata latihan mereka lebih bagus dari sebelumnya. "Wuidihh, keren banget kolaborasi kita tadi bahkan lebih keren dari sebelumnya. Suara biola legendaris lo juga mantep banget tuh. Kayaknya biola legendaris itu yang udah buat penampilan kita jadi tambah indah deh" kata Laskar yang memuji biola legendaris milik Andrea
"Iya dong tapi yang mainin biola legendarisnya juga ngaruh kali." sahut Andrea dengan ekspresi pura - pura ngambek
"Iya deh iya, yang mainin biolanya juga bagus kok, ditambah lagi yang mainin biolanya juga cantik" kata Laskar sambil tersenyum di depan Andrea. Dan karena hal itu Andrea jadi salah tingkah di depan Laskar.
Tidak lama kemudian, ada suara seseorang yang memanggil nama Laskar di ruang tamu "Laskar, Laskar". Laskar dan Andrea yang mendengar suara itu langsung keluar dari ruang musik menuju ke ruang tamu.
"Owh ternyata itu lo San" kata Laskar
"Hehe iya Las, gue ganggu lo sama Andrea lagi latihan ya?" tanya Sandra
"Engga kok, kita emang udah selesai latihan tadi" jawab Laskar.
Setelah itu ada ART Laskar yang berkata "Den Laskar, itu makanannya udah bibi siapin di meja makan
"Oh ok makasih ya bi, ayo guys kita makan dulu" kata Laskar. Mereka bertiga akhirnya makan sampai suatu ketika ada mama Laskar yang baru pulang.
"Hai anak - anak, lagi pada ngumpul nih ternyata" kata mama Laskar. Mama Laskar juga berpelukan dengan Sandra, mereka berdua terlihat sangat akrab.
"Hai tante" balas Sandra
"Hai ma, ini kenalin adik kelas aku sama Sandra namanya Andrea" ujar Laskar
"Hai tante, nama aku Andrea" kata Andrea memperkenalkan dirinya
"iya tante Linda" balas Andrea
Sandra yang duduk di sampingnya Andrea, membisiki Andrea sesuatu "Eh Andrea asal lo tau aja ya, tante Linda itu lawyer sekaligus dokter psikolog sukses di Indonesia. Dia itu orangnya perfeksionis banget, jadi lo harus hati - hati alias jaga sikap di depan tante Linda." Andrea yang mendengarnya hanya mengangguk saja.
Setelah mereka semua selesai makan, tante Linda berkata "Andrea, kamu ikut tante sebentar yuk ke ruang tamu"
"Iya tante ayo" balas Andrea
Setelah tante Linda dan Andrea sudah pergi, Sandra berkata "Wah... nyari masalah tuh anak"
"Maklum lah dia kan belum tau San" balas Laskar
Ketika mereka semua berada di ruang tamu, Laskar dan Sandra duduk sebelahan sedangkan Andrea duduk bersebelahan dengan tante Linda di sofa satunya lagi. Tante Linda mulai bertanya sedikit pertanyaan kepada Andrea "Andrea, tante mau tanya sesuatu sama kamu, menurut kamu apakah kita secara alami positif dan optimistis?"
"Pusing, pusing deh tuh anak ditanya kayak gitu" kata Sandra yang membisiki Laskar
"Bisa sampai malam tuh anak ditanya - tanyanya" sahut Laskar dengan berbisik kepada Sandra
Andrea merasa aneh dengan pertanyannya tante Linda, tapi dia tetap menjawabnya "Kalau menurut aku orang cerdas biasanya selalu berpikir positif sehingga tidak terjebak dalam hal - hal yang tidak dapat kita kendalikan" jawab Andrea "Aku bingung tante mau jelasinnya gimana, tapi kurang lebih kayak gitu tante" timpal Andrea
"Iya iya tante ngerti kok maksud dari jawaban kamu apa and i like your answer" sahut tante Linda "Tapi kamu kok bisa kasih jawaban yang kayak gitu?" tanya tante Linda
__ADS_1
"Iya tante itu karena, mama aku lulusan psikologi di luar negeri" jawab Andrea
"Oh ya? wow kalau papa kamu?" tanya tante Linda lagi
"Papa aku lulusan Business Manajement di luar negeri, dia sekarang lagi mau buka usaha restoran di Swiss"
"Owh gitu.... kalo boleh tau nama marga papa kamu siapa?" tanya tante Linda
"Nama marganya Aston tante" jawab Andrea
"Owhhh Aston Group? sorry nih ya Andrea tante tanya kayak gini ke kamu, karena tante mau Laskar berada di lingkungan yang positif dengan teman - teman yang positif juga pastinya" ujar tante Linda
"Udah ya ma tanya - tanyanya, ini udah malem ma" sela Laskar.
"Oh iya mama gak berasa udah malem, ya udah kamu tolong anterin Andrea pulang ya" kata tante Linda
"Iya ma aku emang mau...." sebelum Laskar dapat menyelesaikan perkataannya Sandra langsung menyela
"Eitssss, ga usah biar aku aja yang anterin Andrea pulang. Ini kan udah malem, masa cowok sama cewek berduaan di mobil malem - malem gini"
"Dih, ga ada urusannya kali lagipula kalau kita berdua cewek keluar malem - malem sendiri lebih bahaya" sahut Andrea
"Sstttss diem lo" timpal Sandra
"Udah udah kalo kamu emang mau anterin Andrea pulang, ya udah silahkan kalian hati hati ya." kata tante Linda
"Tapi tante... " sebelum Andrea dapat melanjutkan perkataannya tante Linda menyela
"Sandra itu jago bela diri, jadi pasti dia juga bisa jagain kamu kok"
"Iya tuh bener kata tante Linda" timpal Sandra sambil meledek Andrea dan Andrea pun juga membalas ledekan tersebut.
Sandra dan Andrea pulang bersama dan saat di mobil Sandra berkata "Eh lo itu sebenarnya mau dianterin pulang sama Laskar karena mau modus kan? nanti lo di mobil pura - pura ngantuk terus senderan di pundaknya Laskar jiakkhh, gue tau akal - akalan lo."
"Dih sok tau lo" sahut Andrea
"nyehh, eh jadi lo sekarang udah tau kan sifatnya mama Laskar kayak gimana? dia itu orangnya emang kayak gitu bisa dibilang perfeksionis dan diskriminatif. Dia itu mau anaknya deket sama orang - orang yang selevel aja" kata Sandra.
"Owh gitu" balas Andrea
Singkat cerita, mereka sudah sampai di rumahnya Andrea.
"Thanks ya kak udah nganterin aku" kata Andrea
"Iya sama - sama" balas Sandra
Sebelum Sandra pergi ternyata ada mama Andrea yang keluar dari rumah, Sandra membuka kaca mobil dan menyapa mamanya Andrea "Hai tante, nama aku Sandra kakak kelasnya Andrea"
"Oh kamu kakak kelasnya Andrea? salam kenal ya Sandra" balas mama Andrea
"Iya tante aku pergi dulu ya tante" sahut Sandra dengan ramah
__ADS_1
"Itu temen kamu ramah ya" kata mama Andrea
"Iya..... mungkin" balas Andrea lalu segera masuk kedalam rumah. Andrea bersih - bersih dan berbaring di tempat tidurnya serta langsung tertidur