INEFFABLE [NCT Jisung]

INEFFABLE [NCT Jisung]
{3} who's that boy?


__ADS_3

"Yo man!! Lagi ngapain sih?" Lucas mengintip ponsel haechan


Haechan yang sedang serius menatap layar ponselnya menatap tak suka pada Lucas


"Ishh apaan sih.." lelaki itu bergeser beberapa centimeter dari Lucas yang duduk disampingnya.


"Yaelah intip dikit doang,lagian serius amat...nonton apasih?"


Haechan hanya diam tak perduli.


"Wahhhh,nonton film biru ya?" tuduh Lucas dengan tatapan curiga


Haechan menarik nafas dalam.


"Sembarangan ! mentang-mentang Thomas warnanya biru bukan berarti ini film biru.." dengan kesal lelaki itu menunjukkan layar ponselnya yang menampakkan wajah kereta thomas sedang tersenyum.


Lucas mencibir,"samalahhhh biruuu"


"O aza ye kan..." Haechan memasang wajah tak perduli dan kembali fokus pada film kesukaannya.


Jessy yang baru datang bersama Yuqi mendekati kedua lelaki itu.


"Heh,pagi-pagi udah ribut.." tegur Jessy


"Jangan salahin aku...noh luke yang mulai" bela Haechan


"Yee fitnah" Lucas tak mau kalah


"Emang benerkan?" Haechan masih tak terima.


"Shut up! malu dikitlah sama tetangga" Yuqi menengahi


Seorang lelaki bertubuh jangkung memasuki kelas,sosoknya nampak asing dimata seorang Jessy.Kemudian gadis itu teringat satu nama.


"Itu...Jisung?" tebaknya


Haechan mengangkat kepalanya dan melihat ke arah tatapan Jessy,begitupun Lucas dan Yuqi.


"Yoi.." jawab Haechan seadanya kemudian kembali menatap layar ponselnya lagi.


Jisung duduk dikursi samping Jessy,gadis itu terbelalak kaget.


"'Lahhhh,kok dia...dia duduk disampingku?" heran Jessy


"Yups...secara cuma itu bangku yang kosong" jawab Lucas.


"Ngaco,jelas-jelas bangku belakang ada yang kosong satu"


"pas kamu gak ada...Haechan atraksi barongsai...akhirnya kursi belakang patah" jelas Yuqi


"Jadi karena itu dia duduk sama aku?"


"Yaiyalah secara siapa yang mau duduk paling depan kalau bukan karena guru dan nasib?" tutur Yuqi

__ADS_1


"Wahhh ketawan kamu duduk didepan karena terpaksa" Ucap Haechan.


"Ya emang...bagiku itu kutukan..." Yuqi menyipit memandang kursinya.


"Sekarang makin parah,kanan Jisung kiri Yeji....SIKSA MANA LAGI YANG AKU DUSTAKAN?!


Yeji yang merasa terganggu menoleh,"Heh! berisik tau gak?! kamu pikir suara kamu doang yang mau didenger disini?" ketusnya.


Yuqi langsung bungkam.


Yeji merotasi matanya malas kemudian menangkap sosok Jisung dengan mata tajamnya.


Gadis itu berjalan ke arah meja lelaki yang sedang menenggelamkan kepalanya diantara kedua lengannya itu.


"Heh! mana nomermu?"


Jisung mengangkat kepalanya namun tidak bersuara sedikitpun.


"Ck,kamu bisa ngomongkan?" bentak Yeji


"Kamu tuh bikin ribet tau gak? kenapa sih semua orang disekolah ini selalu ngerepotin?" keluhnya tanpa jeda.


"Denger ya,kalau sampai besok kamu gak kasih nomermu padaku...aku gak akan mau masukin kamu kedalam grup kelas" Ancam Yeji


"Biar tau rasa gak dapet info" Gadis itu menghentakan kakinya kesal dan kembali duduk ditempatnya.


Haechan menganga,ia bahkan tidak sadar sudah ketinggalan alur filmnya selama dua menit.


"Ckckck..sadis" Lucas geleng kepala


"sekarang aku jadi kasian sama kamu Yuq..."


"Kenapa?" bertanya pada  Haechan


"Kamu duduk diantara Yeji dan Jisung,yang satu jutek yang satu dingin.Suram deh hidupmu" ledek Haechan diikuti tawa.


Yuqi yang merasa kesal langsung menarik telinga Haechan hingga lelaki itu meringis.


"Awwww...dasar cewek bar-bar.."


"eyy yang sopan bro" Lucas mengingatkan Haechan bahwa disebelahnya ada kekasihnya Yuqi.


"Heh...aku itu korban..."


"Udah-udah,nanti kalian yang diomelin Yeji...mau?" tanya Jessy.


Bel berbunyi,semua murid kembali ketempa duduk masing masing.


Jessy menarik nafas panjang sebelum berjalan menuju kursinya,seiring dengan langkahnya jantung gadis itu berdetak tak karuan.


'Ck,kenapa jadi aku yang tegang? kan aku yang lebih dulu menghuni kursi itu' batin Jessy bersuara.


Jessy duduk bersamaan dengan mr.Hans yang masuk kedalam kelas

__ADS_1


"Woah..Jessy,senang sekali melihatmu lagi dikelas ini" ucap Mr.Hans


"Senang juga bertemu dengan anda lagi Mr.Hans" Jessy tersenyum pada gurunya.


"Kenapa anda tidak pernah bilang anda senang melihat saya mr?" Sambar Haechan


Secepat kilat Yeji menoleh ke arah Haechan.


"Gak usah mulai bikin keributan." ingat Yeji pada lelaki itu,Haechan hany dapat menelan saliva kasar melihat tatapan tajam sang ketua kelas.


Jessy sesekali curi-curi pandang kearah Jisung,ia bertanya-tanya..apa benar lelaki disampingnya sedingin itu?


Tanpa di duga Jisung menatap balik ke arah Jessy kemudian mengangkat satu alisnya.


dalam hati Jessy merutuki diri sendiri.


'aduhhh mau jadi bakteri aja rasanya,tatapannya serem banget'


Kesialan terjadi pada dirinya saat pertengahan pelajaran,pensil satu-satunya yang Jessy bawa terjatuh dan gelinding ke bawah bangku Jisung.


'Aihhhhh gimana ngambilnya? jauh banget lagi gelindingnya'


Jessy mengumpulkan keberanian,"mm..Jisung..."


Sang pemilik nama menoleh


"Ah anu..itu..bisa tolong.." ucapan Jessy menggantung diudara,karena Jisung langsung mengambilkan pensilnya padahal Jessy belum selesai berbicara.


"Makasih.."


kacang.


Jessy dikacangin,Jisung hanya diam menatap lurus kepapan tulis.


09.30


"Parah,auranya benar-benar kuat" ucap Jessy yang berjalan  beriringan bersama ketiga sahabatnya.


"Siapa?Jisung" tebak Haechan


"ya siapa lagi? sudah pasti bukan?" sambar Yuqi yang sibuk meniup permen karet.


"Tapi ku pikir bagus kalau dia ikut club dance...mungkin panggung akan bersinar dengan auranya" Jessy berteori


"Tapi sayangnya dia gak ikut eskul apapun tuh.." ujar Lucas


"Iya?! tau darimana?" Jessy tak percaya


"Iya aku liat daftar eskul siswa kelas kita minggu lalu...tapi aku liat dia gak ikut eskul apapun tuh" jelas Lucas mengingat.


"Lagian gak salah?! muka dia aja kaku kaya KANKER alias KANebo KERing..apa lagi badannya" kesal Haechan


"Don't judge a book from the cover man..." ucap Lucas.

__ADS_1


"Tau,kamu sendiri kaku kaya sapu ijuk"


Jadilah sepanjang jalan keempatnya berdebat tidak jelas.


__ADS_2