INEFFABLE [NCT Jisung]

INEFFABLE [NCT Jisung]
{4}


__ADS_3

Jisung



si introvert yang selalu menyendiri,Pemilik wajah dan suara yang tidak sinkron bak Yuqi.


Yeji



Siswa pintar yang selalu menjadi ketua kelas,sifatnya terkenal jutek dan pemarah.Satu-satunya saingan Jessy dibidang akademik.Sangat tertutup dan tidak pernah terlihat memiliki teman.


06.45


Jessy memasuki kelas dan melihat sosok Jisung yang sudah duduk manis dikursinya,dengan canggung Jessy melangkah semakin dekat dan duduk disamping Jisung.


Gadis itu melirik Jisung dan ya...selalu...Jisung juga menatapnya.


"Ha-hai.." Jessy tersenyum kikuk.


Dan seperti biasa,tidak ada respon dari sang lawan bicara.


Tidak lama banyak siswa mulai berdatangan,tidak terkecuali Yeji.


Gadis itu berjalan melewati kursinya sendiri saat sadar Jisung sudah hadir ditempatnya.


"HEH! Mana?" Yeji menadahkan tangannya.


"Sabar Ji...masih pagi.." Ucap Haechan.


"Diem deh,aku gak ada urusan tuh sama kamu...Sinchan"


Haechan terbelalak bahkan hampir mengumpat,terimakasih kepada Lucas yang menahannya.


"Udahlah..kalo gak mau masuk grup kelas yaudah" Yeji berlalu pergi dari hadapan Jisung.


Jessy menatap Jisung,dan lelaki itu mengangkat satu alisnya seolah bertanya ada apa.


"Kenapa gak kasih aja?" tanya Jessy


Jisung memalingkan wajahnya,"gak tertarik.."


'what the?! itu suaranya?' Jessy membatin tak percaya,suara Jisung sangat berat...berbeda jauh dengan wajahnya yang imut.


Mr.Hans memasuki kelas,"halo anak-anak" sapa mr.Hans.


"Hari ini saya akan memberikan tugas sastra"


"dannnnnn...kabar baiknya  tugas ini dikerjakan dengan teman sebangku kalian"


Yuqi langsung bangkit dari duduknya,"Mr? gak bisa sesuai absen aja? atau..apalah gitu" ia menawar.


Semua tau betul Yuqi tidak mau sekelompok dengan Yeji yang pasti akan marah terus padanya.


"Sayang sekali yuqi...ini keputusan final,tugas dikumpulkan minggu depan"


"MINGGU DEPAN?!" Haechan tersentak kaget


"Kalem chan...santai.." Lucas mengipas-ngipas wajah Haechan.


Jessy berpikir


'Yampun,diminta nomer aja susah...gimana mau kerja sama?'


09.30


Kantin


Jessy memegangi kepalanya dengan satu tangan,sedangkan Yuqi bertopang dagu dengan kedua tangannya.


"Holla friendssssss,kalian kenapa sih?" tanya Haechan yang sibuk memakan kuaci bermerk Selasa.


"Aku bingung..."Jessy buka suara


"Gak sanggup.." ucap Yuqi

__ADS_1


"APASIHHH BINGUNG APA? GAK SANGGUP NGAPAIN?BAYAR UTANG?" Lucas mulai gemas


"Jisung..."


"Yeji..."


"Owhh.." kedua lelaki itu ber'oh'ria


"Chan,kita tukeran aja yuk" tawar Yuqi


"Eh? maap-maap nih..bukan gak terima,cuma...KAGAK MAO"


Yuqi menghela nafas pasrah.


"kalo aku sih gak masalah dengan siapapun,tapi..masalahnya Jisung susah diajak ngomong"


"Makanya Jes..jangan diajak ngomong,kan namanya kerja kelompok..bukan ngomong kelompok" Lucas memberi masukan


"Hahh serah deh" gadis  itu bangun dari kursinya.


"Mau kemana?" tanya Yuqi


"Cari Jisung.." Jessy melenggang pergi meninggalkan kantin.


Seiring langkahnya gadis itu memutar otak.


"Manusia kaya dia..kalau gak diperpus pasti di rooftop" tebak Jessy yang berjalan kearah perpustakaan.


Dan ya,tepat sekali.Mata Jessy langsung menemukan sosok Jisung disudut perpustakaan.Menyendiri membaca sebuah buku sambil menutup satu telinganya dengan earphone.


Perlahan namun pasti Jessy mendekat,karena merasakan kehadiran orang lain ditempatnya Jisung mendongakkan kepalanya.


"Hai.." sapa Jessy seraya tersenyum seramah mungkin.


"Maaf ganggu.."


Lagi-lagi lelaki itu hanya mengangkat satu alisnya.


"Boleh minta nomermu?"


"A-apa?"


"Simpen aja nomermu,nanti aku hubungin kalo ada waktu"


Jessy menatap tak percaya.


'kenapa jadi dia yang ngatur?ah bodolah,persetan dengan semua ini'


Jessy mengambil ponsel Jisung dan memasukan nomernya disana.


"ok udah,makasih ya.." gadis itu pergi selangkah kemudian berbalik lagi.


"Owh ya.. aku bisa hari apa aja,kecuali sabtu"


"kenapa sabtu?"


"Aku latihan dance.."


"o.." Jisung kembali fokus pada bukunya,Jessy tersenyum menatap lelaki itu..entah apa alasannya,hanya ingin saja.


"Bye.."ucapnya kemudian pergi dengan perasaan lega.


"Yaampun ngomong doang aja tegang banget,apa lagi ngarang sastra?"


17.20


Rumah Jessy


Sebuah pesan masuk diponsel Jessy


Unknown


Bsk bisa?


Gadis itu baru bangun dari tidur siangnya,nyawanya belum terkumpul.Ia tidak melihat siapa yang mengirim pesan,ia pikir itu Haechan yang sering kirim pesan tidak jelas.

__ADS_1


Jessy


Bisa apasihhhh


Gak usah gak jelas


Gadis itu berjalan ke kamar mandi untuk membasuh wajah,setelahnya ia tersadar.


"Wait..tadi bukan Haechan deh kayanya..." Jessy mecoba mengingat dan berlari ke kamar kemudian.


Ia mengecek kembali pesan tadi.


"OMG ! SALAH ORANG"


Unknown


Ngerjain tugas


Jessy langsung menyimpan nomor Jisung


Jessy


YAAMPUNNNNN MAAAFFFF ...SUMPAH KIRAIN HAECHAN.


"Aaihhh capslock pake jebol lagi"


Jessy


maaf...gak bermaksud ngegas,sumpah deh.


(Read)


"Mati aku...jangan-jangan dia marah.."


"Haduhhh aku gak jago lagi dalam sastra,kalo gini nasib nilaiku gimana?"


Jessy jungkir balik diranjangnya karena panik,setelah memantapkan hati akhirnya ia mengirim pesan pada Jisung


Jessy


Kamu marah ya?


5 menit kemudian


Jisung


G


Jessy 


Serius..?


10 menit kemudian


Jisung 


Y


"Behh keyboardnya kurang huruf"


Jessy


Ok sampai ketemu besok disekolah


Jessy merutuki dirinya sendiri setelah memencet tombol kirim pada layar ponselnya.


"Hadehhh bodoh,ngapain bilang begitu?"


"Aishhh Jessy...Sebulan di Australia benar-benar tidak berguna" gadis itu mengetuk-ngetuk kepalanya.


Jisung


Ok


Jessy tak percaya Jisung membalas pesannya,ia pikir lelaki itu akan langsung menghapus pesan tidak berguna darinya.

__ADS_1


__ADS_2