INEFFABLE [NCT Jisung]

INEFFABLE [NCT Jisung]
{6}


__ADS_3

Hari ini adalah hari sabtu,seperti biasa para anak club dance berkumpul disekolah untuk latihan.Suara gaduh mulai mengecil dan menghilang saat pelatih mereka masuk.


"Selamat pagi.." sapa Shindong selaku pelatih dance.


"Pagi.."Jawab semua serentak


Shindong menatap seisi ruangan kemudian menarik nafas dalam.


"Aih..setiap hari jumlah anggota club ini semakin sedikit saja,kalau begini apa perlu dibubarkan saja?" 


"Eh? jangan dong pak..." ucap Momo


"Iya pak,yang penting orangnya masih lumayan.." sambar Seulgi


"Bukan begitu,lagi pula eskul ini belum membawa penghargaan untuk sekolah.Kemarin ada rapat,banyak yang meminta club ini dibubarkan"


Semua terdiam.


"Pak,kalau kita menang dan bawa piala buat sekolah ini...apa club dance akan tetap bertahan?" Taeyong mengangkat tangan.


Shindong nampak berpikir,"ya mungkin saja.."


"Kalau gitu..AYO KITA BERJUANG" ucap Haechan dengan lantang dan semangat.


"Kalian yakin? kompetisi dance ada bulan depan,saingannya juga berat"


"Tenang pak,ada Jessy..momo...seulgi dan Taeyong" ujar Lucas


"Ya walaupun ada mereka yang memang bakatnya menonjol tetapi saingan kalian nanti juga bisa saja demikian.."


"Kita bakal berusaha pak,gak ada kata gak mungkin..." Jessy  buka suara


.


.


.


Seluruh anak club dance terus berlatih mati-matian sejak hari itu,ini hari senin dan Jessy masih diruang dance sampai sekarang pukul 17.15


Gadis itu berjalan keluar untuk mencari udara segar sebentar,saat ia kembali alangkah terkejutnya ia melihat Jisung menari diruang dance.


Jessy tak henti menatapnya,tarian lelaki itu luar biasa.Apa lagi yang bisa ia katakan? Ia setingkat dengan Taeyong..sang leader.


Jisung terhenti saat melihat pantulan bayangan Jessy dicermin,mata mereka saling bersibobrok dicermin.


"Jessy.." ucap Jisung tanpa suara


Jessy bertepuk tangan


"Kau luar biasa...bagaimana kamu bisa menyia-nyiakan talent seperti ini?"


Jisung hanya diam menatap gadis itu.


"Jisung...ayo masuk club dance,kami butuh orang sepertimu.."


"Enggak,kalian gak butuh yang seperti aku..maaf lancang pakai ruangan ini" lelaki itu melewati Jessy begitu saja.


Tentu saja Jessy tak tinggal diam


"Sung!! Jisung!" Ia mengejar Jisung


"Aku mohon..bergabunglah dengan club dance,kami akan turnamen bulan depan...please.." jessy mensejajarkan langkahnya dengan Jisung sambil mengatupkan kedua tangan


"Aku..gak tertarik.."


"Bohong..Jisung...liat aku.." Jessy menarik tangan Jisung,lelaki itu terus saja menghindari kontak mata dengan gadis dihadapannya.


"Kalau kamu gak tertarik kamu gak akan dateng kesini dijam segini.."


"Please...mau ya? Kalau enggak..club ini bakal bubar" Jessy berucap lesu


"Tapi Jessy...aku-aku gak pantes.."


"WHAT?! Gak pantes?!kamu bercanda? Dancemu bahkan setingkat dengan kakak kelas kita Taeyong"


"Aku.."


"Jisung..please.." Jessy menatap penuh pengharapan


Jisung nampak berpikir


"Kalau aku masuk club dance,kamu mau jadi pacarku?"


Jessy terbelalak


"Jisung..aku lagi gak bercanda.."


"Aku juga gak bercanda.."


Jessy terdiam menunduk,Jessy suka dance...kalau sampai club ini tutup..sama aja ia kehilangan hobinya.Bukan hanya dia yang akan sedih tapi juga semua anggota club dance.


"Ok.." jawab gadis itu sambil mengangkat kepalanya.


♥♥♥


Keesokan harinya..


Jessy sengaja datang agak terlambat untuk menghindari tatap muka dengan Jisung terlalu lama,ia masih tidak habis pikir..mengapa Jisung mau ia jadi kekasihnya?

__ADS_1


"Yo!! Jessy...kemana aja girl..." panggil Lucas saat Jessy memasuki kelas.


"Ah,aku kesiangan.." alibi Jessy sambil berjalan menuju kursinya,ia tidak berani menatap Jisung.Rasanya agak canggung.


"Kok kesiangan?" Jisung buka suara.


"Mm..gak tau...aku gak bisa tidur.." jawab gadis itu tanpa memandang sang penanya.


"Ji-Jisung.." panggil Jessy ragu


"Hmm?"


"Pulang sekolah latihan bisa?"


"Kamu ikut?"


Jessy mengernyit,"ya..ikutlah"


"Ok.."


"Dateng?" Gadis itu memastikan


Jisung hanya mengangguk.


"Owh ya guysss tau gak sih..kemarin hari jumat aku kerumah Jessy...ada Jisung guysss" Haechan mulai bergosip pada sahabatnya,ia sengaja bergosip dibelakang Jessy dan Jisung agar terdengar oleh keduanya


"Iya?ngapain?" Yuqi penasaran


"Gak tau...tapi sweet bangettt"


"Haechan! Kompor banget sihhhh" Jessy menatap Haechan malas.


"Peace babe.." Haechan tersenyum konyol.


"DUDUK GUYSS ADA GURU!" Teriak Yeji yang melihat guru dari kejauhan.Matanya benar-benar tajam.


Istirahat


09.30


"Yuk kantin jes.." ajak Yuqi bersama Lucas


"Aaaa aku mau ke wcccc" Haechan berlari keluar kelas


Sahabatnya hanya geleng kepala menatapnya.


"Mau bareng?" Jessy menatap Jisung yang masih diam ditempatnya,lelaki itu langsung berdiri mendengar tawaran Jessy.


"Owww udah temenan.." goda Lucas


"Berisik." Jawab Jessy


"Ssst shut up.."


Yuqi merotasi matanya malas kemudian berjalan berendengan dengan Lucas,kekasihnya.


Jessy dan Jisung berjalan dibelakang mereka,jujur rasanya canggung.


Deg.


Jessy merasakan tangannya digenggam oleh seseorang,dan ya siapa lagi kalau bukan Jisung.


Rasanya aneh,tapi hangat..gadis itu jadi teringat ayahnya yang telah tiada karena genggaman tangan Jisung.


Kalau boleh jujur,Jessy tidak ingin melepaskan genggaman itu.


Dikantin


Yuqi dan Lucas duduk lebih dulu,Lucas terkejut menatap Jisung dan Jessy yang bergandengan tangan.


"Ehhhhh kok pegang-pegang..?"


"Kamu juga sama yuqi" balas Jessy


"Ya kan kita couple.." bela Lucas


"Kita juga.." Jisung buka suara,hal itu membuat pipi Jessy memerah


"OH MY GOD......."teriak Lucas dan Yuqi yang membuat semua orang menatap heran.


"Demi apa ? Sejak kapan?!!ko bisa? Kenapa gak bilang?" Yuqi bertanya tanpa jeda.


"Kepo.." jawab Jessy sambil duduk bersama Jisung


"Ishh pelit.."


"Jadi gosipnya Haechan beneran?" Lucas masih tak percaya.


"Gosip dari Haechan emang teruji dan terpercaya Luke" jawab Yuqi membela Haechan


"Aku masih gak nyangka.." Lucas bertopang dagu menatap kedua orang dihadapannya.


"..Apa?"tanya Jisung pada Lucas datar.


"Santai man..."


"Udah ah..ayo pesen makan.." rengek Jessy


"Iya beb..iya..mau pesen apa? Sini aku pesenin" ucap Yuqi

__ADS_1


"Samain aja.."


"Kamu sung?"


"Samain.."


Yuqi mencibir,"ayo luke..pesen.."


"Woke.."


Kedua orang itu pergi memesan makanan.


'Haechan mana sihhhh bukannya kesini,aku mati kutu nih..' batin Jessy


Gadis itu terus menatap sekeliling mencari Haechan.


"Cari siapa?"


"Haechan..dia lama banget,jangan-jangan sembelit lagi"


"Khawatir ya?.."


Jessy menatap mata Jisung yang kini sedang menatapnya.


"Kan kamu tau..dia saudaraku"


"Aku tau.." jawab Jisung sambil mengalihkan tatapannya.


"Tapi aku cemburu.."sambungnya


'Aihhhhh...ngapain pake bilang-bilang sih kalau cemburu'


Terimakasih kepada Lucas dan Yuqi yang kembali mencairkan suasana


"Nih..bakso malang...penangkal hidup malang" tutur Lucas sambil meletakan dua mangkuk bakso malang.


"Dan ini kopi terbaru keluarga Luke.." Yuqi meletakkan dua gelas kopi.


"Sekarang udah dijual eceran Luk?" Tanya Jessy


"Yoi jesss.." sang pemilik nama menjawab dengan bangga.


Jessy hanya geleng kepala kemudian mulai makan.


"Eyyy bayar dulu guys...jangan dimakan dulu.." cegah Luke


"Totalnya 20 ribu.." tambah Yuqi


Jessy merogoh saku seragamnya,namun Jisung sudah lebih dulu meletakan uang dua puluh ribu dimeja mereka.


"Aishhh Jisung baik banget,aku mau kopi aja Luke nyuruh aku beli.."


"Babe..bisnis tetap bisnis..."bela Lucas


"Halah.."


Jessy menatap Jisung yang sedang makan.


"Nanti aku ganti.."


"Gak usah.."


"Uuu so sweet...new couple...sweet couple after me and Yuqi.." Lucas mulai mengaktifkan mode alaynya.


"Holla guyssss fullsun datang..." Haechan menggebrak meja.


"Eyyy bakso ku terbang bodoh!!" Kesal Yuqi menatap satu baksonya loncat keluar mangkok.


"Whahahahah" sang pelaku tertawa jahat.


"Diam chan..mulutmu bau azab" ucap Jessy.


Semua serentak tertawa,sementara Jisung hanya tersenyum kecil.


"Tega kamu beb.." Haechan mendramatisir.


"Heh,bab beb bab beb aja...gak liat noh sampingnya ada doinya" ingat Lucas


"Hah?!" Haechan tak paham dan baru menyadari adanya sosok Jisung.


"Jisung? Kok bisa disini?"


Sang pemilik nama hanya menatap Haechan tanpa niat menjawab.


"Dan wait!!! Doi?!!! MAKSUD SEMUA INI APAAA?" Haechan kembali berdrama,semua juga heran..kenapa anak itu tidak masuk kelas drama saja?


"Stop it man..stop it!!! Maloooo"


Haechan duduk disamping Jessy dan menatap gadis itu serta Jisung bergantian.


"Coba jelaskan Jes...JELASKAN!! apa yang harus fullsun katakan pada madam..? hiks.." Haechan menutup wajah dengan satu tangan


"Hadehhh drama lagi" Yuqi mulai muak.


"Serius nih jadian? Gak hoax?" Haechan menatap Jessy dan Jisung.Keduanya mengangguk.


"DEMI APAAAAA YAAMPUNNNN ADIKKU SUDAH BESARRR" Haechan mengguncang tubuh Jessy.


"YAAMPUNNN punya sodara kaya setan" Jessy balik mengguncang tubuh Haechan

__ADS_1


Haechan masih tidak percaya dan terus bertanya,sementara Jessy sudah lelah bicara dengan saudaranya itu.


__ADS_2