
Rayyan dan Sisil tengah berjalan melewati tangga menuju kelasnya, Sisil menggandeng tangan Rayyan mesra.
Rayyan, aku seneng deh akhirnya kamu kembali lagi sama aku, kata Sisil bahagia
sil, coba lepasin tangan aku ( Rayyan melepas gandengan Sisil ) sil maaf ya hari ini aku gak ikut kelas, aku mau nenangin diri sejenak. jelas Rayyan ke Sisil
kamu mau kemana Ray ? tanya Sisil manja
suatu tempat, bye sil ! Rayyan melangkahkan kakinya meninggalkan Sisil
Alika sekarang sedang berada di atap kampus , tempat ini selalu Alika datangi jika hatinya sedang kacau.
mungkin disini aku akan sedikit tenang, kata Alika pada dirinya sendiri sambil mendudukkan bokongnya di kursi yang tersedia di tempat itu
huuuuuuhhhh.... rasanya baru semalam aku merasa sangat bahagia karena bisa satu rumah dengan orang yang aku sayangi, Alika berbicara sendiri dengan pandangan kosong menatap kedepan, tanpa Alika sadari Rayyan sudah berada dibelakang kursi yang Alika duduki
Tuhan kenapa ini terjadi denganku, kenapa ini semua terasa tidak adil untukku ? disaat hati ku sudah jatuh pada Rayyan tapi kenapa aku harus dipaksa menikah dengan Zayyan, Tuhan ? ini sungguh tidak adil untukku ! teriak Alika sekuat kuatnya
hati Rayyan terasa sakit saat Alika bilang jatuh hati padanya, sungguh cinta yang sangat rumit bagi Rayyan. Rayyan sangat mencintai Alika tapi disatu sisi Rayyan juga gak mau melihat Alika hancur karena dirinya. sebenarnya bukan Rayyan namanya kalau harus menyerah dengan ancaman tapi karena sudah menyangkut hati seseorang dia rela melepaskan Alika, asal Alika bisa hidup bahagia dan aman. perlahan air mata Rayyan mengalir membasahi pipinya. Alika kaget karena dia mendengar isak tangis seseorang dibelakang nya.
Rayyan ? panggil Alika saat mendapati Rayyan diberada dibelakangnya
cepat cepat Rayyan menghapus air matanya.
Ray ? kamu nangis ? kenapa ? tanya Alika khawatir sambil memegangi pipi Rayyan, namun dengan cepat Rayyan menepisnya
jangan sentuh aku, tepis Rayyan
Ray ? sebenarnya ada apa ini Ray ? kenapa kamu tiba tiba berubah seperti ini ? tanya Alika
__ADS_1
mulai hari ini, detik ini kita PUTUS ! kata Rayyan tanpa memikirkan perasaan Alika
a...a..apa Ray ? putus ? Ray kamu sadar gak sih ? tanya Alika dengan mata yang mulai berkaca kaca
aku sadar, sangat sadar ! Mulai hari ini kita tidak ada hubungan apa apa ! kita hanya sebatas Kaka dan adik ipar, paham ? jelas Rayyan
Ray ? kenapa kamu jadi gini ? kata Alika yang sudah tidak mampu membendung air mata nya
sudahlah, sekarang sudah jelas kita sudah tidak ada hubungan lagi. dan masalah aku dan Sisil itu memang benar aku dan Sisil sudah resmi pacaran, jelas Rayyan dan melangkahkan kakinya meninggalkan Alika yang terdiam dengan air mata bercucuran
maaf Alika maaf, sebenarnya aku juga gak sanggup melihat kamu seperti ini, tapi ini harus aku lakukan Alika, satu yang harus kamu tau al aku sangat sangat mencintai kamu, batin Rayyan yang menyesali perkataanya pada Alika
Flashback On
saat Rayyan sedang duduk di sofa kamarnya, tiba tiba Zayyan mengetuk pintu kamar Rayyan.
masuk, jawab Rayyan
ada apa kakak datang malam malam gini kekamarku ? tanya Rayyan
Ray ! Kaka hanya mau bilang stop deketi Alika, dan kakak minta kamu putusi Alika ! pinta Zayyan dengan nada datar
heh... kalau aku bilang gak gimana kak ?bukannya hubungan kakak dengan Alika Hanya sebatas nikah syarat ? jawab Rayyan tak kalah datar
itu bukan urusan kamu Ray ! kamu hanya perlu putusi Alika karena kakak gak suka istri kakak memiliki hubungan dengan laki laki lain termasuk kamu adik kandungku. kata Zayyan yang sedikit emosi
ini menjadi urusan ku kak ! karena Alika masih berstatus pacar ku ! sarkas Rayyan
cukup Ray ! kalau kamu tidak mau memutus kan Alika, jangan salahkan kakak, kalau kakak akan menyiksanya dan membuat dia menjadi sangat menderita. ancam Zayyan
__ADS_1
kak ? hidup Kaka itu selalu penuh dengan ancaman ya kak ? dengan Alika Kaka mengancam akan mencabut beasiswanya dan sekarang aku, kakak mengancam akan menyakiti Alika ? kata Rayyan dengan nada mengejek
semua ada ditangan kamu Ray ! lepaskan Alik atau kakak sakiti Alika ? tawar Zayyan
Rayyan hanya diam saja dia sama sekali tidak mau menanggapi omong kosong kakaknya.
baiklah kalau kamu diam saja, kakak anggap kamu setuju, oh iya satu lagi ( Zayyan mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan sebuah foto ke Rayyan ) bagaimana menurut kamu tentang foto olahraga ranjang kami ? tanya Zayyan dengan senyum kemenangan dan melangkahkan kakinya keluar kamar Rayyan.
aaaarrrrrrggggghhh.... brengseeeekkk kau Zayyan.... aaaarrrrggghhh.... teriak Rayyan sambil menghempas kan barang barang yang ada diatas meja kamarnya
flashback off
assalamualaikum
hai Kaka readers tersayang ♥️♥️♥️
yhana kembali lagi ini, semoga Kaka readers
suka ya sama cerita novel aku☺️☺️
maafkan yhana ya kalau ceritanya agak ngawoor 😁😁🙏🙏🙏
jangan lupa untuk tinggalkan like dan komentnya ya Kaka reader ♥️ ♥️♥️😘
loph loph loph loph loph loph loph loph loph
loph loph loph loph loph loph loph loph loph
loph loph loph loph loph loph loph loph loph
__ADS_1