Insident At Age 17

Insident At Age 17
Prolog


__ADS_3

    Kupikir aku bukanlah apa-apa baginya karena itulah dia selalu berjalan di depanku dengan punggung lebarnya yang terlihat begitu menghangatkan bagi siapapun yang memeluknya.


"Jangan menangis"ucapku meyakinkan diriku agar terlihat tegar, namun nyatanya hatiku jauh lebih sensitif ketika melihatnya memeluk perempuan lain, sungguh aku gak sekuat itu hingga air mataku mulai mengalir membasahi pipiku, ingin rasanya ku berteriak tapi suaraku hanya tertahan ditenggorokan.


Ku lihat tangannya mulai menyentuh pipi perempuan itu dan mengusapnya secara perlahan, "aku mencintaimu" Ucapnya yang membuat hatiku terasa nyeri.


aku menggelengkan kepalaku,aku yakin aku salah mendengar,aku yakin arkan tidak mengatakan kalimat itu. aku terus saja meyakinkan diriku kalau dia tidak akan pernah mengatakan kalimat yang membuat hatiku sakit.


benar, kau tidak akan mengatakan itu bukan, batinku. Bukankah aku terlihat begitu bodoh padahal sudah jelas kalau dia menyukai perempuan itu tapi bisa-bisanya aku terus saja menyangkalnya.


"aku juga mencintaimu, arkan"balas perempuan itu yang membuat air mataku turun dengan derasnya.


bisa-bisanya mereka saling mengungkapkan perasaan mereka, tanpa tahu kalau aku disini.


Aku mulai berjalan mundur meninggalkan mereka, hingga tubuhnya mulai memudar dari pandangan ku.


Aku berbalik dan berlari mencari jalan pulang yang terlihat semakin gelap karena hari yang semakin malam.

__ADS_1


Langkahku terhenti di sebuah kursi jalanan dimana tempat itu terdapat lampu dengan pencahayaan yang terlihat begitu redup. Aku duduk sambil mengusap air mataku.


"hiks.. "


aku menatap tanganku yang bergetar karena dinginnya malam.


"seharusnya kau disini, kau menyebalkan sekali" ucapku dengan suara payau, aku menatap langit yang penuh dengan bintang dan terlihat begitu indah seolah mereka bahagia.


"sepertinya langit sangat bahagia,ketika aku bersedih"ucapku dengan senyum penuh kepedihan.


Aku menatap diam kearah langit yang seolah tengah tersenyum. air mataku kembali turun ketika mengingat kejadian tadi.


"hiks" ketika aku tengah menangis,aku merasakan seseorang duduk disebelahku.


aku dengan segera menghapus air mataku,


Ku lirikan mataku, kupikir itu arkan tapi nyatanya bukan, aku sangat kecewa.

__ADS_1


tapi entah kenapa aku menjadi terhibur, walaupun terasa aneh ketika duduk bersebelahan dengan seseorang yang bahkan tidak aku kenal.


Kupikir dia akan berbicara atau menyodorkan sebuah tisu namun nyatanya tidak, dia hanya tetap duduk selama lebih dari 5 menit. Lalu berdiri dan langsung pergi begitu saja,aku mengerutkan dahi menatap kepergian laki-laki itu.


Dia aneh, pikirku sambil menatap kepergian laki-laki itu.


Baru aja aku mulai beranjak dari tempat duduk ku, aku menemukan sebuah kertas yang terselip dibawah botol minum kosong yang kuyakini milik laki-laki itu.


Aku yang penasaran mulai mengambilnya, "kosong? " Ucapku sambil membolak-balikan kertas kecil itu namun tidak ada satupun tulisan disana.


Tapi ketika aku akan membuang kertas dan juga botol itu aku menemukan sebuah label kertas yang bertuliskan.


Jangan menangis.


Itulah tulisan yang terdapat pada label kertas yang ditempelkan  dibawah botol aqua.


Mungkin itu hanyalah dua kata yang terlihat biasa, tapi tidak untuk ku. Aku sangat menyukai ucapan itu hingga senyum ku terbit seketika dan perasaan ku menjadi lebih membaik karenanya.

__ADS_1


ku harap kita bisa bertemu lagi batinku seraya berdoa agar pertemuan berikutnya menjadi sebuah takdir yang mengikat kami.


TBC


__ADS_2