
Hari ini aku mulai pergi ketempat kerjaku, aku bersyukur selama aku koma tante vania mau mengurus usaha kecil ibuku hingga usaha itu mulai berkembang pesat.
Aku mengedarkan pandangan ku ke sekeliling bangunan yang mulai berubah, aku rindu tempat bermain yang terletak di dekat kantor polisi, biasanya aku dan ifa akan bermain disana sampai sore, tapi sekarang tempat itu sudah berubah menjadi tempat KUA.
Tapi cafe tempat ibuku tetap sama cuma yang beda terdapat pada bentuk bangunanya yang jauh lebih besar dan bertingkat, sungguh indah. Aku sempat berpikir apakah benar ini cafe milik ibuku pikirku ketika aku sudah berada di depan cafe milik ibuku.
Ting~
Suara lonceng berbunyi, aku tersenyum mendengar nya, sama seperti dulu tidak ada yang berubah didalamnya termasuk lonceng itu.
"Selamat pagi nona" Ucap pelayanan itu sambil membungkukkan tubuhnya sedikit, tak lupa dengan senyum yang terukir di bibir nya.
"Apa nona mencari mrs.vania?" Tanya pelayanan itu.
Mrs. Vania?lucu juga batinku sambil tertawa geli mendengar nya.
"Mari biar saya anter" Aku pun mulai mengikuti langkah pelayan itu.
"Wah, sejak kapan tempat ini menjadi lebih bagus" Ucapku.
Tante vania mulai berjalan kearah ku dan menyodorkan tangannya kearahku dan kubalas jabatan tangannya dengan senyuman "selamat,cafe ini sekarang akan jadi milikmu" Ucap tante vania dengan sebuah senyuman.
"Makasih tante, em.. Apa aku juga perlu memanggil tante mrs. Vania?" Candaku, diapun mulai berjalan mendekat dan berbisik. "Panggil mama juga boleh kok" Ucapnya yang membuat ku tersenyum.
......
"Hari yang melelahkan" Ucapku sambil meregangkan kedua tanganku,
"Ayo pulang" Ucap tante vania sambil menepuk punggung ku.
__ADS_1
"Tante duluan aja, aku mau jalan-jalan sebentar"
"baiklah, jangan pulang terlalu malam"
"Iya"akupun langsung mengunci cafe, setelah memastikan tidak ada orang didalam. Aku mulai menatap gedung-gedung yang berjajaran disepanjang jalan, sungguh indah batinku, saat aku tengah asik menatap gedung yang ada disebrang jalan tatapan ku terkunci ke sosok seseorang yang tak asing bagiku.
"Ifa" Teriaku,yang kuyakini itu sahabat kecilku, sudah 7 tahun berlalu dan aku tidak pernah melihatnya,aku terkadang berpikir, apakah semua orang yang dekat dengan ku, tertelan bumi? Bagaimana mungkin tidak ada satu orang pun yang kukenal sejak aku terbangun dari koma.
Aku terus berlari mengejar perempuan yang kuyakini itu ifa, namun ketika di persimpangan jalan dia menghilang.
"Hiks.. Ifa" Ucapku dengan air mata yang mulai turun membasahi pipiku, aku sempat senang karena bisa melihat dia, dan aku berpikir mungkin aku tidak akan merasa sendiri lagi di tempat ini. Tapi dia malah pergi begitu saja bahkan tidak menengok kearah ku ketika aku memanggil namanya, apa dia sudah melupakan ku Pikirku.
"Moli,apa itu kau? " Ucap seseorang dari belakang ku. Aku langsung menengok dan memeluknya dengan erat.
"Aku pikir kau ditelan bumi" Ucapku yang masih memeluk tubuhnya dengan erat.
"Aku senang sekarang bisa melihatmu"ucapku yang masih sesegukan, aku sangat senang akhirnya aku bisa menemukan orang yang ku kenal dan aku bersyukur itu ifa.
" Sepertinya kita perlu bicara"ucap ifa sambil menarik ku kesebuah cafe.
Kamipun memesan pesanannya yang cukup banyak,senang rasanya bisa bertemu orang yang dulu pernah membuatku iri dengannya.
"Kau kemana saja? "tanya ifa yang terlihat begitu penasaran dengan apa yang terjadi dengan ku selama ini.
"Kenapa kau selalu mendapat apa yang kau inginkan" Ucapku dengan senyum masam.
"Apa maksud mu? "
"Kau tahu, aku selalu iri padamu, kenapa kau selalu mendapat apa yang kau mau, kenapa kau pintar, kenapa kau mempunyai keluarga yang harmonis, dan kenapa juga aku selalu iri padamu" Ucapku, aku terkejut ketika melihat celanaku yang terkena tetesan air.
__ADS_1
Apa ini, batinku sambil menatap ifa.
kenapa aku menangis lagi.
Dia menggenggam tanganku dengan erat, "maaf" Satu kata yang membuatku terkejut, kenapa malah dia yang meminta maaf bukankan seharusnya aku yang meminta maaf kepadanya,karena dengan tidak tahu malunya, aku malah iri ke dia. Orang yang selalu membantuku dan menemaniku pikirku yang merasa bersalah setelah mengatakan kalimat itu.
"Kau tahu, aku selalu mencarimu. Kau kemana saja? Kau seperti ditelan bumi, apa kau tahu aku sangat mengkhawatirkanmu"jelasnya dengan air mata yang membasahi pipi nya.
Setelah ifa mengatakan itu aku hanya diam pikiran ku melayang entah kemana, aku selalu bertanya-tanya, apa yang terjadi selama beberapa tahun ini, kenapa ifa tidak tahu kalau aku koma, dan kemana perginya keluargaku, bagaimana kabar mereka? Apakah mereka baik-baik saja. Aku selalu bertanya-tanya kemana perginya semua orang. Ingin rasanya aku menjerit dan berharap ini hanyalah mimpi, tapi nyatanya mimpi ini seperti tidak mempunyai ujung, sungguh rasanya menyiksa.
"Mo-li"
"Mo-li "
Plak
Akupun langsung tersadar dari lamunanku setelah ifa menepuk punggung tanganku, "apa kamu baik-baik saja" Tanyanya dengan raut wajah yang terlihat khawatir.
"Em" Gumamku.
"Lalu, kemana saja kau selama ini? " Ulang dia, apa yang harus aku Jawab, haruskah aku mengatakan kalau selama ini aku koma karena kecelakaan itu yang menyebabkan ibuku meninggal, haruskah aku mengatakan itu kepadanya?
Aku mengusap wajahku dengan kasar, kuharap ini yang terbaik,aku tidak ingin menyembunyikan sesuatu darinya batinku sambil menggenggam tangan ifa, akupun mulai menceritakan apa yang terjadi selama beberapa tahun yang lalu dan kenapa aku tidak ikut hari kelulusan saat itu.
Setelah beberapa menit aku menceritakan kejadian itu, dia hanya diam. Aku tidak tahu apa yang sekarang dia pikirkan.
"Tenang lah aku tidak apa-apa" Ucapku meyakinkan dirinya. Walau akupun tidak tahu apakah aku benar-benar tidak apa-apa. aku juga tidak memahami diriku sendiri.
TBC
__ADS_1