Insident At Age 17

Insident At Age 17
Part 5,dia menyebalkan!


__ADS_3

"Eh bukannya kamu yang suka yah, makanya aku pesan kopi itu untuk kamu"


"Apa wajah saya terlihat begitu suram sampai kamu menebak seperti itu"ucapnya yang membuatku menelan ludah.


" Tidak bukan begitu, aku kira kamu memang suka kopi pahit"


"Saya tidak suka kopi pahit, jadi samain aja"ucapnya padaku.


"kalau makanan pendamping nya? "tanyaku lagi.


"terserah"


"bisakah kau tidak bilang terserah"


"kenapa"


"terserahmu itu aneh"


"aneh? "


"iya, kau bilang terserah, setelah aku pesan kau malah bilang kalau kamu gak suka. bukanlah itu cukup menjengkelkan"


"Baik, saya akan memakan apa pun yang kamu pesan"


"baiklah, tunggu disini. jangan berharap untuk menolak lagi" ucapku, akupun langsung pergi kekasir untuk memesan makanan.


"mba pesan dua kopi latte sama cookies dan juga cake rasa kacang"


"baik, mohon ditunggu sebentar"ucapnya, akupun langsung kembali ketempat duduk ku sambil menunggu pesanan datang.


" mau ngomong apa? "tanyaku to the point.


"ini" dia mulai memberiku beberapa lembar uang yang nominalnya cukup banyak.


kenapa dia memberiku uang lagi


"anggap saja sebagai uang kompensasi"ucapnya yang seolah tahu apa yang tengah aku pikirkan.


"maksud mu? "


"apa kau ingat? seminggu yang lalu saat dicafe, ada perempuan yang melakukan hal buruk padamu"ucapnya yang membuatku langsung teringat kejadian itu.


"oh jadi dia tunangan mu"


"bukan"

__ADS_1


"kalau bukan, lalu apa hubungannya dengan mu. dan lagi kenapa dia bilang aku ngerebut tunangan nya. aku bahkan gak tahu siapa tunangan dia"


"saya tidak tahu kenapa dia bilang seperti itu, tapi sepertinya dia cemburu padamu"


"cemburu, kenapa juga dia cemburu padaku"


"karena saya melirik kearah kamu" ucapnya yang membuatku membeku seketika.


deg, deg, deg


jantungku tidak bisa diajak berkompromi


"kalau waktu itu kamu tidak menatap saya, saya yakin dia gak bakal cemburu sama kamu"ucapnya yang membuat ku menelan ludah dengan susah payah.


aku pasti akan kegeeran kalau saja dia gak ngelanjutin ucapannya.


" a-aku kan cuma menatap dan belum tentu juga aku menatap kearah kamu"sangkalku berusaha untuk menyembunyikan semburat merah karena saking malunya.


kalau mengingat kejadian itu membuat ku malu seketika, bayangin aja kalau kamu lagi ngegosipin orang,apalagi orang itu di tuduh menjadi objek fantasi mu. terus pas kamu natap dia eh malah kepergok. gak malu dari mana coba.


"kamu yakin tidak menatap kearah saya? lalu kenapa kamu langsung membuang muka ketika saya melirik kamu"


"i-itu karena.."


percaya dirinya terlalu tinggi batinku sambil membuang muka kearah lain.


"kenapa? gak bisa menyangkalnya"


gimana mau nyangkal kalau apa yang dia katakan memang benar adanya.


"apa kamu tahu, waktu kamu menatap saya. kamu seperti menjadikan saya objek fantasi kamu" ucapnya yang membuatku tertohok.


apakah dia dukun, dia bahkan bisa menebak cuma lewat tatapan mata saja batinku yang membuat bulu kuduk ku merinding seketika.


"kenapa kamu gak minta maaf saja" ucapku berusaha untuk mengalihkan topik.


"apakah itu harus?"


"tentu saja, kalau kamu tidak melirik. tunangan mu gak bakal cemburu"


"kalau kamu tidak menatap, saya juga tidak akan melirik kamu. dan lagi dia bukan tunangan saya"


wah, sepertinya dia pernah menang lomba debat.


"baiklah, kita akhiri saja. oh ya kita belum perkenalan. siapa nama kamu?"tanya ku sambil mengulurkan tangan.

__ADS_1


"reyno"ucapnya sambil membalas uluran tanganku.


"aku moli"


"moli, sepertinya kamu suka sekali mengalihkan topik atau ucapan saya sangat sensitif"ucapnya yang membuat ku bungkam seketika.


kenapa dia malah membahas itu sih, kalau kaya gini gimana caranya aku menjawab batinku berharap seseorang menolongku.


"permisi mba, ini pesanannya"diapun mulai menaruh makanan yang tadi kami pesan dan sesekali melirik kearah reyno.


untung lah, aku tertolong olehnya. sepertinya aku harus memberikan bonus kepadanya.


akupun mulai menaruh cake kacang di depannya. tapi anehnya dia malah menatap cake itu dengan sangat intens.


" kenapa"tanyaku ketika melihat tingkahnya.


"saya alergi kacang" ucapnya yang membuatku langsung mengusap wajahku.


"KENAPA TIDAK NGOMONG DARI AWAL, KENAPA JUGA KAMU TERUS BILANG TERSERAH. SEHARUSNYA KAMU BILANG, TERSERAH MAU PESAN APA YANG PENTING JANGAN PESAN MAKANAN YANG BERBAHAN DASAR KACANG. SEHARUSNYA KAMU MENGATAKAN ITU! "teriaku, ingin sekali aku mengatakan itu didepannya tapi nyatanya aku tidak seberani itu.


ah sial, dia sangat menyebalkan batinku.


" tapi bukankah kamu bilang akan makan apapun yang aku pesan"ucapku sambil tersenyum mengejek.


"tentu saja, saya tidak akan menjilat ludah saya" ucapnya yang membuat ku terkejut.


ketika dia akan memakan cakenya aku lebih dahulu mengambil cake itu dari tangannya dan langsung melahap nya.


"menikahlah dengan saya" ucapnya yang membuat ku terkejut.


*uhuk..


uhuk*..


dia langsung menyodorkan minuman kearahku. "ah, panas"ucapku sambil mengibaskan tanganku didepan bibir dan sesekali menjulurkan lidahku yang melepuh.


aku menatap kearahnya dengan tatapan kesal, sedangkan dia hanya membalas tatapan ku dengan santai namun tetap terlihat tajam dimataku.


sepertinya dia tidak bercanda.


"kita kan baru kenal, atau jangan-jangan kamu jatuh cinta pada pandang pertama?karena itu kamu ngebet nikah biar gak ada yang ngambil"ucapku dengan nada bercanda, berharap ucapannya yang soal menikah itu hanyalah candaan.


"iya"jawabnya yang membuat aku terkejut mendengar ucapannya yang jelas dan juga singkat itu.


TBC

__ADS_1


__ADS_2