
sudah empat kali alarm di ponsel butut kesayangan seorang gadis bernama avika, namun tetap saja gadis mengabaikan nya. karena semalam dia pulang hampir tengah malam, dan hari ini dia harus masuk kerja di shift pagi. menggantikan teman nya yang sedang pulang kampung. tepat bunyi kelima alarm itu dia baru sadar kalau hari ini dia masuk kerja pagi.
"berisik banget dech alarm gue pagi-pagi begini." sambil tangan nya meraih ponsel nya yang ada di sebelah kasur tidurnya lalu melihat jam yang tertera di ponsel tersebut menunjukan pukul enam lewat dua puluh menit, berarti dalam sepuluh menit lagi dia sudah harus sampai ditoko tempat ia bekerja karena hari ini giliran dia yang membawa kunci toko tempatnya bekerja.
"aaaaa, mati gue." sambil berlari ke kamar mandi. tidak lama setelah itu dia keluar dengan memakai seragam kerjanya. lalu dengan cepat memakai bedak dan mengoles sedikit lipstik di bibirnya. jangan tanya dia mandi atau tidak karena jawaban nya pasti tidak.
melihat jalanan yang masih sepi, vika segera berlari memasuki jalan raya, baru dua langlah dia berjalan terdengat decitan ban yang beradu dengan aspal.
ciiiittt... bunyi suara rem mobil yang berhenti mendadak karena hampir menabrak seorang gadis yang sedang berlari menyebrang jalan karena terburu-buru mau berangkat bekerja.
"dasar gadis gila, mau mati jangan nyusahin orang." umpat triztan kepada seorang gadis yang berada di depan mobilnya.
"maaf mas, aku buru-buru mau berangkat bekerja, dan sekali lagi maaf." ucapnya sambil mengatupkan kedua tangan sambil terus meminta maaf. karena ini memang salahnya yang tidak melihat kiri kanan saat mau menyebrang jalan.
tiinn... tiinn...
"woy minggir, mau gue tabrak lo." sambil terus menekan klakson mobil sport mewah miliknya.
"iya iya, maaf." lalu vika memundurkan langkah nya namun sayang kakinya tidak sengaja menginjak tali sepatunya yang terlepas hingga membuatnya oleng dan hampir terjatuh, dan triztan yamg melihat itu segera membuka pintu mobilnya dan menangkap tangan vika dan satu tangan nya lagi memegang erat pinggang vika. dan tanpa sengaja topi yang di pakai vika terlepas dari kepalanya.
"cantik. " tanpa sadar seorang triztan mengatakan bahwa gadis yang telah membuatnya kesal.
__ADS_1
lama mata mereka beradu, seakan ada yang hal yang membuat triztan sangat ingin berlama-lama memandang gadis itu, tapi beberapa detik kemudian dia sadar dengan dan ingat dengan gengsinya yang sangat tinggi, secara refleks dia melepaskan pinggang vika dari tamgan nya dan membiarkan gadis itu jatuh ke jalanan aspal.
"auuw.. dasar orang gila, kalau ga niat bantu ngapain turun." lalu kembali memasang topi kerjanya.
"apa lo bilang, eh di luaran sana banyak cewek yang naksir sama gue. lo nya aja yang buta."
setelah mengatakan itu, triztan masuk kedalam mobil dan meninggalkan vika yang masih terheran-heran dengan sikap triztan yang menurutnya sangat aneh.
"tu orang kenapa ya, dia yang mau nabrak gue, tapi malah dia yang marah harusnya kan gue yang marah. emang dasar orang kaya selalu kaya gitu semena-mena. untung ganteng kalau nggak udah tinju kepalanya, nggak tahu aja dia kalau gini-gini gue adalah mantan pesilat. " berdiri lalu melihat jam di pergelangan tangannya. "aduh ****** gue, telat lagi." lalu berlari ke jembatan penyebarangan. ada takut tersendiri baginya ketika harus berlari jalan raya lagi.
sesaat setelah sampai di toko tempatnya bekerja, elis senior nya di tempatnya bekerja sudah menatap nya dengan tajam, dan mencaci maki dirinya yang hanya telat dua menit saja.
"hey,,, apa kau tahu ini toko bukan punya nenek moyangmu, jadi masuk kerja harus ada jam dan tepat waktu. sekali lagi kamu bikin kayak gini aku adukan kamu sama atasan biar kamu di pecat sekalian."
"lo nggak apa-apakan vik? lain kali nggak usah dengarin mba elis ya. dia memang orang nya seperti itu, kayak nggak pernah buat kesalahan. mentang-mentang dia pacarnya kepala toko tempat kita bekerja makanya dia selalu berlaku semena-mena sama karyawan yang lain." kata siti teman nya ditempat ia bekerja.
sementara ditempat lain, triztan masih mengumpat kesal pada vika, karena dia pun sangat telat akibat insiden di jalan tadi.
kevin yang melihat wajah triztan langsung menghampiri sahabat nya.
"kenapa, pagi-pagi muke lu di tekuk gitu?" sapa kevin sambil melingkarkan satu tangan nya kebahu triztan.
__ADS_1
"badmood gue." katanya sambil melepaskan tangan kevin dari bahunya.
"bad mood, tumben. biasanya lo yang paling semangat latihan diantara kita." kevin mulai terlihat serius bertanya dengan sahabat baiknya itu.
"gue ketemu cewek nyebelin nya pake banget dech." sambil memperlihatkan muka kesalnya.
"haha.. haha.." kevin terpingkal pingkal mendengar ucapan triztan, karena selama ini yang dia tahu sejak kepeegian celia mantan kekasihnya, triztan sama sekali nggak pernah menggubris yang namanya makhluk berjenis kelamin perempuan.
"jadi lo bad mood karena hampir nabrak cewek, btw cantik nggak." tanya kevin masih mencoba menahan tawanya.
"idiih apaan cantik kayak gitu, sama sekali bukan tipe gue." katanya semakin kesal karena kevin sama sekali tak berhenti menertawainya.
"tapi men, jangan-jangan lu jodoh sama dia. karena setahu gue semenjak kepergian cel.. " belum sempat kevin menyelesaikan perkataan nya mereka sudah di panggil oleh pelatih yang biasa memantau latihan mereka.
"perhatian semua, silahkan berkumpul sebentar ada yang mau saya sampaikan kepada kalian mengingat pertandingan antar kampus akan di adakan sebulan lagi. jadi silahkan manfaatkan waktu kalian sebaik mungkin. dan kamu triztan kalau berhasil menang dalam lomba kali ini kamu akan mendapat predikat kapten terbaik." setelah itu sang pelatih segera melakukan arahan untuk mereka memulai latihan basket nya.
hampir dua jam mereka melakukan latihannya, tak seperti biasa kali ini triztan jauh lebih bersemangat, apalagi dia tahu kalau perlombaan ini untuk mendapatkan gelar kapten terbaik. jadi dia melakukan latihan dengan sangat giat.
setelah selesai melakukan latihan, seperti biasa triztan akan mengguyur badan nya di bawah shower tempat ia latihan, karena triztan sangat menjaga yang namanya kebersihan badannya.
"triztan, bisa ikut om sebentar?" tanya pak johan ketika melihat triztan baru keluar dari ruang ganti.
__ADS_1
"ada apa ya om, apa ada masalah yang serius om? " tanya triztan karena tak biasanya pak johan yang menjadi pelatih sekaligus menjadi orang kepercayaan omanya selama ini.