Istri Cantik Kapten Basket

Istri Cantik Kapten Basket
wanita sempurna


__ADS_3

setelah avika kabur darinya triztan memegangi bagian dadanya. rasanya ada hal yang tak biasa dengan jantungnya, seperti berpacu dua kali lebih cepat dari biasanya. dari sekian banyak gadis yang mencoba untuk dekat dengannya bahkan sangat ingin menjadi kekasihnya. tak ada satupun diantara mereka ada yang mampu menggetarkan hatinya. tapi kini ketika berada dekat dengan vika membuat jantungnya seperti di pompa dua kali lebih cepat. bahkan jawaban dari gadis itu membutnya merasa tersudutkan. karena walaupun gadis itu juga terpaksa menerima perjodohan ini tapi Setidakny dia selalu bersikap dewasa, dengan mengatakan kalau papanya tak mungkin salah mencarikan nya jodoh. apalagi gadis itu sama sekali tidak terlihat mengeluh akan keadaan ini.


"benar-benar wanita sempurna." tanpa sadar bibirnya berucap, tapi setelah sadar dengan apa yang di bilangnya barusan, sesegera mungkin dia menyangkalnya.


"nggak,, nggak mungkin gue suka sama gadis kayak gitu, dia sama sekali bukan tipe gue. " katanya juga berlalu pergi meninggalkan lantai dua tersebut, dan segera kembali ke kamarnya.


sementara ditempat lain, jantung avika masih berpacu dua kali lebih cepat. bahkan berkali-kali dia memukul pelan kepalanya sendiri, untuk mengembalikan fokus oikiran nya.


"vika kamu kenapa? " tanya manda karena merasa aneh dengan tingkah avika.


"nggak kok, aku nggak apa-apa! " lalu berjalan masuk kedalam kamar mandi.


**


siang itu karena merasa bosan, avika pergi menemui oma tika dikamarnya.


tok.. tok..


"oma aku boleh masuk nggak oma?" sambil tangannya terus mengetuk pintu.


"masuk aja vika, pintu oma nggak di kunci." sahut oma tika dari dalam.


"ada apa sayang, kenapa kamu nggak semangat gitu? masa calon mantu cucu oma mukanya gitu, semangat dong. besok pagi kamu udah mau jadi istrinya triztan loh." kata oma tika karena melihat, wajah avika tidak semangat sama sekali.


"oma aku bosan dikurung terus?" katanya sedikit ragu.

__ADS_1


"kalau kamu bosan kamu jalan-jalan aja sana, sebentar lagi amanda pasti pulang."


"aku jalan sendiri boleh nggak oma, aku sekalian mau ke toko minta izin bos ku. untuk beberapa hari kedepan."


"kamu lagi nggak berniat kabur dari oma kan, dari pernikahan kamu besok." tanya oma tika sedikit curiga.


"oma, aku udah janji mau menikah dengan triztan. oma bisa pegang janji aku. aku nggak akan kabur. disini aku juga ounya tanggung jawab oma untuk memenuhi permintaan terakhir papaku." menunduk sedih karena oma tika masih belum mempercayainya sepenuhnya.


"baiklah kamu oma izinkan pergi keluar, tapi diantar sama pak jaki ya." katanya melihat avika. "pak jaki itu supirnya oma." tambahnya lagi.


"tapi oma! " katanya sedikit keberatan kalau diantar supir, karena niat avika hari ini, selain mau datang ketempat kerjanya dia juga mau menemui teman-temannya anak jalanan yang selama ini sering dia belikan makanan.


"oma nggak terima penolakan vika, kalau kamu nggak mau ya sudah berarti oma nggak bolehin kamu keluar rumah." sedikit penuh penegasan dalam kata-katanya.


"baiklah oma. ya sudah kalau gitu aku siap-siap dulu oma. oh iya tempat kerja kamu dimana? nanti oma suruh triztan menyusul kamu, setelah itu kalian nanti ambil cincin pernikahan kalian. oma sudah pesankan kalian tinggal ambil saja." sebenarnya oma tika tahu kalau avika bekerja di salah satu minimarketnya, tapi dia sengaja berpura-pura tidak tahu karena takut avika akan merasa tidak enak hati nantinya.


**


avika kini sudah berada dalam mobil, pak jaki melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. ketika sedang melewati jalanan yang cukup sepi avika melihat seorang kakek yang ingin menyebrang jalanan, tapi sepertinya kakek itu sedikit kebingungan karena tas yang di bawanya lumayan berat. avika yang melihat itu segera meminta pada pak jaki untuk menepikan mobilnya sebentar.


"pak apa bapak bisa menepikan mobilnya sebentar?"


"kenapa non, non nggak berniat kabur kan? " katanya sedikit curiga dengan permintaan avika.


"nggak kok, bapak tenang aja saya nggak akan kabur." katanya meyakinkan pak jaki.

__ADS_1


setelah itu pak jaki segera mencari tempat berhenti, belum sempat pak jaki turun ingin membukakan pintu mobil untuk avika, avika sudah berlari kearah kakek tua itu dan membantunya menyebrang jalan dan mencarikan nya angkotan umum untuk di naiki kalek tua itu.


"terima kasoh nak, sudah membantuku. semoga kamu selalu dilimpahkan kebahagiaan." kata sang kakek sebelum masuk kedalam angkutan umum tersebut.


"terima kasih kek." kata avika lalu berlari kembali menuju mobilnya. setelah itu mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju toko tempat ia bekerja.


setelah sampai di depan tokonya, avika segera turun dan masuk kedalam toko tempatnya bekerja.


"oo...ini dia nyonya kita, udah datang terlambat datang tanpa baju seragam. mau di pecat kamu sekarang juga." kemudian dengan cepat elis mencekal lengan avika hingga membuat gadis itu meringis menahan sakit akibat terkena kuku panjang elis.


"mba, cukup ya. aku selama ini diam bukan karena takut sama mbak. tapi kali ini mbak udah benar-benar keterlaluan. aku datang kesini baik-baik mau minta izin supaya nggak masuk kerja beberapa hari kedepan. karena ada hal yang harus aku selesaikan." katanya menaikan satu oktaf nada suaranyahingga membuat para pengunjung memperhatikan mereka berdua yang masih berada di depan ruangan kepala toko itu.


ditengah perdebatan mereka pak riko tiba-tiba datang menghampiri mereka.


"ada apa ini?" tanya pak riko yang entah sejak kapan sudah berada diantara mereka. avika sangat kaget kenapa pak riko bisa berada disana.


"om ngapain disini? " tanya avika karena dia memang bingung karena pak riko tiba-tiba berada di tempat kerjanya. sedangkan elis yang memang sudah mengetahui kalau pak riko adalah orang kepercayaan oma tika langsung berusaha menjatuhkan avika di depan atasan nya.


"maaf pak, dia ini karyawan ya g baru enam bulan bekerja disini, tapi udah berani nggak masuk kerja, dan bahkan mau meminta izin supaya bisa enak-enakan dirumah. sementara kita kerja keras disini. lagian selama inipun kerjanya dia selalu malas-malasan pak." dengan nada merendahkan avika di drpan atasan nya.


"maksud kamu apa? kamu tahu siapa dia? " melihat kearah avika, sedangkan avika hanya diam saja sambil menundukan krpalanya. karena dia masih mengira kalau pak riko hanya kebetulan berada disana.


"avika mendingan kamu langsung kedepan saja, tuan muda triztan sudah menunggu kamu di depan. hari ini kalian harus mengurus semuanya. karena waktunya sudah sangat mepet." katanya dengan penuh penekanan agar elis sadar kalau orang yang barusan di bentak nya adalah orang yang bakalan menjadi istri pemilik supermarket ini.


"tapi om, aku harus minta izin sama pak seno dulu." kata avika ingin meminta izin bos tempatnya bekerja.

__ADS_1


"itu tidak perlu, nanti om yang akan kasih tahu dan jelaskan sama atasan kamu. sekarang kamu langsung kedepan saja. karena tuan triztan tidak suka menunggu." katanya menjelaskan.


"baiklah om, kalau begitu aku permisi dulu." lalu mencium tangan pak riko, dan berlalu pergi meninggalkan elis yang masih terlihat karena rencana nya gagal, dan bahkan sangat diluar dugaan nya. karena avika mengenal orang kepercayaan oma tika. bahkan sangat dekat.


__ADS_2