Istri Cantik Kapten Basket

Istri Cantik Kapten Basket
calon kakak ipar


__ADS_3

setelah melepas rindunya dengan sahabatnya itu, bahkan tak sedikit air mata yang manda dan vika keluarkan ketika mereka berpelukan tadi. rasanya mereka masih merasa seperti mimpi, bisa bertemu sahabat lama itu. lalu manda membawa vika duduk kembali di sofa.


"oh iya manda, kamu kok bisa ada disini? " katanya tiba-tiba, karena sangat tak mungkin avika mencarinya sampai kesini.


avika melihat oma tika yang sembari tersenyum kepada Merek berdua, lalu manda yang mengerti dengan senyuman oma tika langsung menutup mulutnya seakan tak percaya dengan hal ini.


"oma, ini beneran kan oma? " katanya sambil tersenyum penuh kemenangan.


"iya semua dugaan sayang dia adalah... " belum sempat oma menyelesaikan kata-katanya, amanda langsung memeluk avika kembali. sambil berusaha menahan teriakan yamg akan keluar dari mulutnya.


sedangkan avika hanya diam dan tak mengerti maksud dari amanda, yang terlihat histeris di depan nya.


"manda ini sebenarnya ada apa?" tanya nya begitu penasaran karena melihat raut wajah bahagia di muka amanda.


"selamat ya, pokoknya selamat. " lalu amanda kembali memeluk avika.


avika yang tak mengerti dengan maksud amanda langsung melepaskan pelukan nya. maksudnya apa sech man, sumoah aku benar-benar nggak ngerti maksud kamu, selamat untuk apa?" katanya bertanya tanpa ada lagi rasa curiga terhadap orang-oramg sekitar nya.


karena melihat avika yang begitu penasaran, oma tika langsung menyuruh pak johan menjelaskan kepada avika.


pak johan yang memgerti langsung duduk di tengah avika dan amanda, lalu membuka laptopnya.


tak lama setelah laptop nya hidup sempurna, pak jihan mulai memperlihatkan beberapa foto kepada avika, avika sangat terkesiap dan langsung menutup mulutnya, bahkan tanpa sadar air mata mulai membanjiri kedua pipinya, melihat beberapa foto yang dilihatkan pak johan.


"ini ada apa pak? kenapa bapak memperlihatkan foto-foto papa saya? " tanyanya sambil terisak karena menahan sesak di dadanya.


bagaimana tidak menangis, selama ini dia sangat merindukan sang papa, dan mencari-cari foto papanya. setelah kejadian kebakaran yang menimoa rumahnya waktu, tak ada satu pun barang tersisa untuk dia kenang. semua nya hangus terbakar, bahkan selembar foto papanya pun dia tak punya.


"sekarang sudahi tangisan kamu, bersihkan muka kamu. om sudah tidak mau lagi melihat air matamu." menyeka air mata avika. sedangkan avika hanya menurut, ada kebhagiaan yang terselip di hatinya melihat pwrhatian johan, apalagi selama ini dia sangat merindukan sang papa.

__ADS_1


"apa boleh aku memeluk om sebentar?" tanya nya, karena avika memang sudah mengenal pak johan dari kecil, karena pak johan juga sahabat dari papanya.


mendengar permintaan avika, johan merentangkan kedua tangan nya. memeluk gadis itu seperti dia memeluk putrinya sendiri. lalu dia juga merangkul amanda, memberikan rasa nyaman untuk dua gadis yang sudah ia anggap sebagai putrinya itu. yerlebih lagi amanda, dari kecil gadis itu hanya mengenal johan dan menganggap johan sebagai papanya.


mungkin kalau anaknya masih hidup dia juga seumuran dengan amanda juga avika.


setelah puas melepaskan rasa rindunya johan segera mulai buka suara perihal dia membawa avika kerumah oma tika. johan menjelaakan pa jang lebar alasan nya, kenapa dia membawa avika sampai kerumah itu, dan dia juga mengatakan kalau selama ini dia telah memantau gerak gerik avika, sehingga tak ada satu orang laki-laki pun mendekati avika, itu karena anak buahnya yang selalu menggagalkan semua rencana para laki-laki ******** diluar sana. di tengah-tengah pembicaraan mereka, triztan dan kevin masuk kedalam rumah dan melihat pak johan tengah duduk di ruang keluarga bersama oma, adik dan seorang gadis yang sangat tak asing dimatanya.


"lo.. "kaget melihat avika berada dirumahnya. "ngapain lo disini, oh gue tahu lo mau minta ganti rugikan sama gue karrna gue hampir nabrak lo tadi pagi." katanya mendekat kearah avika.


"harusnya gue yang nanya, ngapain lo disini, buat apa juga gue minta ganti rugi sama cowok kayak lo." katanya sambil meletakan kedua tangannya di pinggang.


"emang kenapa gue, dasar lo cewek aneh. pokoknya ya, gue nggak mau ganti rugi orang lo nggak ada lecetnya kok." katanya menatap tajam kearah avika.


"dasar lo ya, udah mau nabrak gue tadi pagi eh sekarang malah nuduh gue yang bukan-bukan. lo pikir gue mau gitu minta ganti rugi sama cowok tengil kayak lo." katanya tak mau kalah.


"mendingan sekarang lo pergi dech dari rumah gue, atau seret nech lo keluar." juga tak mau kalah.


"enak aja lo, harusnya lo lah yang ke... "saat itulah dia baru menyadari kalau triztan bilang itu rumahnya. "jadi lo... " katanya sedikit takut, dan memilih sembunyi di belakang pak johan.


"ya kenapa? gue yang punya rumah mendingan lo keluar sana! " ucapnya tak mau kalah.


sedangkan oma tika, pak johan, amanda hanya senyum-senyum sendiri melihat dua sejoli yang akan dinikahkan itu. entah akan seperti apa jadinya pernikahan mereka nanti, melihat mereka sekarang saja sudah seperti tom and jerry.


"triztan.. " kalau oma tika sudah memanggilnya seperti itu, berarti triztan sudah harus diam. dia paling takut kalau omanya sudah memanggil dia seperti itu.


"apa oma pernah mengajari kamu untuk berlaku seperti itu pada perempuan. ingat triztan, oma sama amanda adik kamu adalah seoramg perempuan. apa seperti itu perlakuan kamu selama ini pada perempuan?" tanya oma melati.


"maaf oma, triztan hanya bingung saja kenapa tiba-tiba dia berada disini?" katanya merasa bersalah karena membuat omanya sedikit sedih.

__ADS_1


"ya jelas dia ada disini, karena oramg suruhan pak johan sudah menculiknya dan membawanya kesini untuk bertemu calon suaminya!" tegas oma tika.


"maksud oma? " tanya triztan melihat gelagat yang tidak. beres dari kata-kata omanya.


"ya seperti yang kamu tahu, kamu pulang kesini karena ingin bertemu calon istrimu bukan, dan dia Dibawa kesink karena ingin di pertemukan dengan calon suaminya. dan jawaban dari pertanyaan kalian berdua ya simpel, kalian pasangan calon suami istri." kata oma tika sambil tersenyum. tapi tidak dengan triztan dan avika.


"apaa!! " kata keduanya secara bersamaan.


"oma lagi nggak bercandakan? " tanya triztan, karena dia memang sudah menyetujuhi perjodohan yang di buat almarhum papanya, tapi tidak harus dengan gadis yang ada di hadapan nya saat ini.


"oma sedang tidak bercanda, bahkan oma sangat serius ingin menikah kan kalian tiga hari lagi." katanya santai.


"tunggu oma, tapi aku belum bilang kalau aku setuju oma." kata avika menyangkal ucapan oma tika.


"disini oma tidak sedang meminta pendapat kalian berdua, tapi oma sedang melanjutkan wasiat terakhir dari papa kalian masing-masing. setuju atau tidak keputusan oma sudah final." ucap oma melati tegas. lalu berjalan keatas, ketika baru menginjak beberapa anak tangga, oma tika berbalik kebelakang melihat semua yang ada di ruang keluarga.


"pak johan, suruh bi imah menyiapkan kamr tamu, karena mulai hari ini, avika akan tinggal disini bersama kami. aku takut kalau vika dibiarkan pulang dia akan kabur" setelah itu dia langsung naik keatas.


avika melihat kearah pak johan, dan pak johan segera menjelaskan kepada avika.


"tapi pak, bagaimana dengan pakaian ku. bahkan untuk pakaian ganti aja sekarang aku nggak punya. jadi izinkan aku pulang ya pak, aku ingin mengambil bajuku pak." sepertinya avika memang sudah tak bisa kabur lagi, karena dia tahu sejauh apapun dia kabur, pasti oma tika sudah menempatkan orang-orang suruhan untuk menangkapnya.


"vik, kamu tenang aja. malam ini kamu bisa memakai bajuku. badan kita sama. jadi otomatis kamu visa memakai bajuku." kata manda menjelaskan. "untuk malam ini kita tidur bareng ya, aku masih kangen banget sama kamu, dan banyak hal yang kuceritakan sama kamu." sesaat dia melihat kearah pak johan.


"om, untuk malam ini biar vika tidur sama aku aja." katanya sambil melihat kearah pak johan.


"baiklah, kalau begitu om juga harus pamit pulang dulu. vika mulai sekarang turuti oma tika ya, karena dia yang akan menjaga kamu. dan untuk barang-barang kamu besok om akan suruh orang-orang om membereskan nya.


"ya om, terima kasih Sebelumnya om." katanya sedikit sesih.

__ADS_1


lalu setelah itu avika mengikuti amanda kedalam kamarnya.


__ADS_2