Istri Cantik Kapten Basket

Istri Cantik Kapten Basket
wasiat terakhir papa


__ADS_3

triztan mengikuti pak johan masuk kedalam sebuah ruangan yang tidak sembarang orang bisa masuk. ruangan itu di khususkan untuk anggota keluarga krawills dan orang keprcayaan mereka. bahkan dari sekian banyak sahabat yang dimiliki triztan hanya kevin lah satu-satunya yang bisa masuk kedalam ruangan itu. karena selain mereka sudah berteman dari kecil, kevin pun secara diam-diam bekerja sebagai orang yang ditugaskan untuk menjaga triztan kalau sewaktu-waktu ada bahaya yang akan mengancam keselamatan triztan.


setelah sampai di dalam triztan langsung duduk disamping pak johan.


"ini ada apa om? kenapa om memanggil saya kesini? " melihat kearah pak johan dengan penuh tanda tanya.


tanpa perlu menjawab johan langsung menggeser laptop yang sudah terbuka dari tadi kearah triztan. lalu seketika dengan lincah tangan akan mengklik sebuah video.


"tunggu om, sebelum om putar video itu tolong om jelaskan ini sebenarnya ada apa?" triztan sangat penasaran video apa yang akan di perlihatkan pak johan terhadapnya.


"triztan om hanya menjalankan amanat terakhir papa kamu. sebelum dia pergi dua puluh tahun yang lalu, dia membuat sebuah video untuk dia perlihatkan kepadamu jika kelak usiamu sudah mencapai dua puluh tiga tahun. sebaiknya kamu lihat dulu video ini setelah ini kamu akan mengerti maksud om." langsung mengklik tombol play lada videonya.


seketika terlihat meneteskan air mata, ketika melihat wajah sang papa yang sangat dia rindukan.


"triztan, anak ku sayang. mungkin setelah kamu melihat video ini kamu sudah dewasa nak. sebenarnya papa sangat ingin mendampingimu sampai kau dewasa nak, tapi penyakit yang papa derita tidak memberi papa pilihan lain, selain harus membuat video ini. papa harap triztan bisa jadi anak yang menjaga kehormatan keluarga, menjadi abang yang baik buat adekmu amanda, jadi cucu yang baik buat oma. dan kelak kamu harus bisa menjadi pemimpin di perusahaan yang papa tinggalkan untukmu. triztan dulu papa punya janji dengan sahabat baik papa sebelum dia pergi untuk selamanya, akan menjaga anak perempuan dia. maka dari itu papa ingin menikahkan kamu dengan anak perempuannya, papa harap kamu tidak membenci papa dengan perjodohan kamu, dan papa harap kamu bisa memenuhi permintaan papa nak. papa sayang triztan, dan juga amanda. sedewasa apapun kamu sekarang, kamu tetaplah anak kecil papa yang sangat papa sayangi."


ketika video berakhir, pak johan segera menggeser ke meja depan tempat duduknya.

__ADS_1


"om tahu, kamu masih sangat muda untuk menerima wasiat seperti ini, om juga tahu masih banyak mimpi yamg ingin kamu gapai, tapi om cuma bisa ingatin sama kamu. setelah pertandingan kamu berakhir kamu sudah harus memimpin perusahaan papa kamu. om pun juga sudah tua, dan tidak selamanya om bisa bekerja di perusahaan papa kamu. dan om harap kamu bisa memenuhi permintaan terakhir papa kamu." tersenyum kearah triztan seakan mengerti perasaan triztan.


"tapi om, bagaimana mungkin aku menikah dengan orang yang sama sekali nggak aku kenal, dan belum tentu juga orang itu mau menikah dengan aku om." sambil pelipis nya karena mendapatkan masalah yang seakan sangat tidak ingin dia penuhi.


"untuk masalah ini, kamu tidak perlu khawatir, om sudah menyuruh orang untuk mengawasi gadis itu selama ini, dan menurut informasi yang om terima gadis itu tumbuh menjadi gadis baik-baik. dan om yakin, dia akan cepat berbaur dengan kamu, karena setahu om dia gadis yang periang. juga sangat cantik." memberi sedikit penjelasan dengan gadis yang akan menjadi istrinya.


"tapi om, tidak bisakah aku menolak ini setidaknya sampai aku siap om." menunduk sedih karena masih sangat ragu dengan keputusan yang akan dia ambil.


"keputusan ini sudah final triz. kamu tidak boleh menolak apalagi membatalkan, karena kalau kamu membatalkan nya, semua aset keluargamua akan di jadikan milik pantisosial. apa kamu tidak kasihan dengan amanda adikmu, dan juga oma kamu, selama ini mereka selalu hidup bercukupan."


"kamu cuma punya waktu tiga hari untuk berpikir, karena tepat pada umur kamu ke yang dua puluh tiga kamu sudah harus menikahi gadis itu." menegaskan apa yamg menjadi tanggung jawabnya.


"tiga hari, om mana bisa aku mengambil keputusan dalam tiga hari. aku harus latihan basket om, aku masih ingin mendapatkan gelar kapten terbaik om." mulai sedikit kesal, karena apa yang akan dia hadapi mulai tidak masuk akal menurutnya.


"om harap kamu bisa bijak dalam mengambil keputusan, karena kamu juga harus memikirkan adik dan oma kamu." pergi keluar meninggalkan triztan yang masih terlihat sangat kesal.


setelah lama duduk sambil melamun memikirkan apa yang baru saja terjadi, triztan melangkahkan kakinya keluar kearah balkon tempat ruangan nya saat ini.

__ADS_1


dan melamun di sudut balkon tempat ia berdiri saat ini, sambil melihat pemandangan yang sangat menyejukan hatinya saat ini.


"haaah... gue harus apa tuhan, ini terlalu mendadak buat gue." sambil mengusap kasar wajahnya.


"lo disini, gue nyariin lo kemana-mana." terlihat kevin berjalan dari balik pintu.


"kenapa men, kayaknya masalah lo berat banget." dengan logat sedikit inggrisnya, Karena kevin memang memang mewarisi sifat dari ayahnya yang seorang berkewarganeraan inggris.


"kacau, hidup gue benar-benar kacau, tiga hari lagi gue harus nentuin hidup gue sendiri. gue bakal nikah dengan orang yang nggak gue kenal, harus mimpin perusahaan almarhum bokap, dan sebenarnya gue masih berat banget buat ngejalani ini semua. tapi gue nggak boleh egois, gue juga harus mikirin manda sama oma." tutur kata yang di ucapkan triztan seakan penuh ke frustasian.


"dalam hidup, kita harus nentuin pilihan men, menurut gue. mending lu nurutin wasiat terakhir om david, ya secara walaupun gue nggak kenal dengan bokap lo, tapi gue yakin bokap lo nggak mungkin salah dalam memilihkan jalan untuk hidup lo." menepuk bahu triztan, seakan memberikan kekuatan untuk sahabat baik nya dari kecil.


"makasih bro, lo emang sahabat baik gue dari gue orok. " lalu mereka berdua tertawa sampai puas. memang seperti itulah mereka dalam menyudahi kefrustasian mereka.


setelah puas tertawa mereka turun kembali kebawah, dan mengambil kembali bola basket yang sempat mereka tinggalkan tadi.


hari ini kedua pemuda itu tengah memainkan bola basketnya sampai mereka puas, meluapkan semua emosi kekesalan yang mereka pendam beberapa saat yamg lalu dengan berebut untuk saling memasukan bola ke tempat lawan masing-masing. setelah merasa letih dan lelah mereka akan berguling dibtengah lapangan basket sambil membayangakan hal apa lagi yang akan mereka lalukan setelah ini.

__ADS_1


__ADS_2