
sedangkan Azka yang masih ada di kantor nya begitu pusing memikirkan Tasya .
bahkan Rapat yang harus di adakan pagi tadi dia batal kan karena mood nya begitu kacau..
Azka melihat dokumen yang ada di mejanya. yang di mana dokumen itulah yang Tasya bawa untuk nya..
" sebegitu peduli nya dia padaku. sehingga dia repot repot membawakan dokumen ini ke kantor.." batin Azka.
" apa yang harus aku lakukan setelah ini. dia pasti tidak akan bicara apapun dengan ku. dan pasti setelah ini dia akan dekat dengan laki laki lain lagi" batin Azka lagi yang sudah mulai berfikiran jauh..
Azka pun bangkit dari kursi kebesaran nya dan segera turun ke lobby..
dia meninggal perusahaan dengan pikiran yang berkecamuk..
dia bergegas pulang ke rumah. dia pikir Tasya akan pulang ke rumah nya dan mengurung diri di kamar nya..
__ADS_1
beberapa menit perjalanan Azka pun tiba di mansion.. Azka berlari ke lantai 2 dan menunju ke arah kamar Tasya tapi dia tak menemukan keberadaan Tasya.
hatinya begitu bimbang. " kemana dia. apa dia pergi dari rumah " ucap Azka khawatir..
" bibi minu!!.. teriak Azka..
minu pun menghampiri tuan nya. " iya tuan ada apa" ucap minu
"di mana Tasya " ucap Azka..
" bukan nya nona Tasya ke kantor anda tuan. pagi tadi dokumen anda ketinggalan dan nona Tasya mengantar kan nya. setelah itu nona Tasya tidak mengatakan apapun ingin pergi ke mana" jelas minu..
akhirnya Azka pun berlalu dari mansion itu dan melajukan mobil nya ke arah rumah sakit..
" setelah ini apa yang harus aku katakan kepada nya" batin Azka frustasi...
__ADS_1
30 menit akhir nya Azka sampai. dia berlari memasuki lobby rumah sakit itu. dan saat sampai di ruangan ayah nya. pas sekali saat itu Tasya seorang diri yang menjaga ayah nya..
saat itu Tasya sedang membersihkan tubuh ayah nya dengan tissue basah. dia dengan hati hati membersihkan wajah tangan beserta kaki ayah nya yang membuat hati Azka seketika menjadi tentram..
hati yang awal nya begitu gelisah kini menjadi damai saat melihat pemandangan yang ada di hadapan nya .
Tasya tak menyadari kedatangan Azka. dia begitu serius membersihkan wajah ayah mertua nya..
Wajah yang sudah mulai keriput. tapi dialah orang yang paling berjasa dalam hidup Tasya dan ayah nya dulu..
" ayah. terima kasih sudah menganggap ku seperti putri mu sendiri. dan terima kasih kau menerima ku sebagai menantu mu. tapi maaf aku tidak bisa berjanji akan mempertahankan pernikahan ini Dengan putra mu..
" dia memiliki wanita lain. dia tidak mencintai ku. bahkan aku juga tidak mencintai nya. aku mohon jika hari itu tiba jangan halangi aku untuk pergi " ucap Tasya pada tuan Aditama..
hati Azka tiba tiba sakit mendengar perkataan Tasya..ada rasa tidak rela jika wanita yang ada di hadapan nya itu pergi dari hidup nya..
__ADS_1
selama menikah dengan tasya ada kehidupan yang berubah dalam hidup Azka. tapi Azka tidak pernah menyadari nya. bahkan dia terlalu gengsi untuk mengatakan keinginan nya yang menurut nya tidak akan mungkin tercapai..
" aku berdoa semoga nanti ayah akan mendapatkan menantu seperti yang ayah ingin kan selain diri ku..