
" nak Tasya" panggil tuan Aditama..
Tasya langsung mendekat ke arah sang mertua ...
" iya ayah" ucap Tasya..
" paman liat kau semakin cantik nak. apa kau bahagia dengan pernikahan mu" ucap tuan Aditama..
senyum yang awal nya mengembang di wajah nya seketika memudar. dan Azka melihat jelas itu..
" Tasya diam. dia tak tau harus mengatakan apa..
" paman aku bahagia dengan pernikahan ku. tuan Azka begitu baik padaku. tapi aku selalu berfikir aku merasa tidak pantas berada di samping nya..
duarrrr... hati Azka seperti kembali tercabik-cabik.. entah kenapa setiap kata perpisahan yang keluar dari mulut Tasya membuat nya merasa sakit hati..
padahal selama ini dia juga selalu menyakiti hati Tasya dengan perkataan nya..
__ADS_1
" kenapa seperti itu nak.. jika Azka baik pada mu itu berarti dia juga mencintai mu dan memilih mu sebagai istri nya " ucap tuan Aditama..
" sudah lah ayah. ayah kan baru sadar, ayah tidak boleh banyak pikiran sebaiknya ayah istirahat saja yah " ucap Tasya mengalihkan pembicaraan..
" yang di katakan Tasya benar suami ku , kau sebaik nya istirahat saja. soal hubungan Tasya dan Azka. ibu yakin pasti suatu saat dia akan saling mencintai satu sama lain. nama nya juga perjodohan " ucap nyonya mariam meyakinkan suami nya.
padahal dia tau jika putra nya dan menantu nya ini sedang menyembunyikan sesuatu.
bahkan nyonya mariam juga tau jika Azka dan Tasya tidur di kamar terpisah. karena nyonya mariam menyuruh salah satu orang di mansion nya untuk memperhatikan nya.
tuan Aditama pun kembali memejamkan mata nya. sedangkan Tasya masih setia duduk di samping brangkar ayah mertua nya..
" nak Azka ayo kau makan juga. ibu tau kau akan datang ke rumah sakit jadi ibu belikan juga untuk mu" ucap nyonya mariam..
Azka hanya mengangguk dan mendekat ke arah ibu nya.begitupun dengan Tasya..
mereka bertiga kembali makan dengan tenang tanpa ada suara apapun...
__ADS_1
setelah makan. Azka pamit kembali ke kantor. Azka berharap Tasya menoleh dan melihat nya. tapi sayang sekali,Tasya tak menoleh sedikit pun membuat hati Azka begitu sakit hari ini..
entah lah apakah cinta sudah tumbuh di dalam hati nya atau bagaimana. Azka tidak tau. yang dia inginkan hanyalah Tasya harus tetap bersama nya hingga selama lama nya..
....
skip di kantor Azka..
Azka duduk termenung memandang ke arah jendela besar yang ada di ruangan nya. dia menatap kendaraan yang sedang berlalu lalang...
hingga mata Azka menatap sepasang kekasih yang begitu sangat bahagia. pria dan wanita itu begitu ceria bercanda dan tertawa bersama di atas motor.
tapi seketika dia mengingat kembali perbuatan Bella tadi yang membuat Tasya marah pada nya..
" aku akan membuat mu menderita Bella. jika Tasya pergi dan meninggalkan aku. aku pasti kan kau tidak akan hidup tenang di dunia ini " batin Azka .
" aku akan mempertahankan pernikahan ku ini. aku tidak akan membiarkan Tasya pergi dan berada genggam pria lain.. Tasya hanya milik ku dan akan jadi milik ku"
__ADS_1
Azka meninju kaca yang ada di ruangan nya hingga kaca itu hancur berserakan di ruangan nya..
" aku akan membuat mu menderita Bella.."