
Sudah 3 Minggu ini Tasya terus menemani suami nya. Bahkan sekolah nya dia lakukan secara online agar bisa menjadi azka.
setelah selesai dengan pelajaran nya Tasya memakan makanan yang telah di bawakan oleh ibu mertua nya kebetulan perut nya juga sudah mulai lapar.. Setelah selesai makan Tasya berjanji ke arah suami nya berada..
Tasya mengambil tangan Azka dan menaruh nya di perut nya yang sudah mulai terlihat buncit sedikit..
" ayah bangun lah cepat. Apa kau tidak rindu pada ku. " ucap Tasya menirukan suara anak kecil.
lalu Tasya menaruh tangan Azka di pipi nya. " tuan kapan kau sadar. ternyata aku sadar. Aku telah mencintai mu , hanya karena perhatian perhatian kecil mu lah yang membuat ku sekarang mencintai mu.
" bukan nya kau bilang ingin memulai nya dari awal. Maka dari itu buka lah mata mu" lirih Tasya dan tak terasa air mata nya jatuh membasahi pipi mulus nya itu..
Sebuah jari bergerak dengan pelan. Dan Tasya dapat merasakan nya.. Dengan cepat dia memencet tombol yang ada di atas nakas untuk memanggil dokter.
" iya nona ada apa" ucap sang dokter yang dan bersama dengan suster.
" dokter tadi tangan suami ku bergetar tolong periksa dia" ucap Tasya..
Dokter pun mulai memeriksa Azka dengan hati hati. Tak lama dokter itu pun tersenyum kepada Tasya.
" nona , kondisi tuan Azka saat ini sudah ada perkembangan. mungkin sebentar lagi dia akan sadar dari koma nya."
__ADS_1
" tolong tetap berada di samping nya. Saya akan menyiapkan obat untuk nya" ucap sang dokter di angguki oleh Tasya..
Sekitar 1 jam Azka pun membuka mata nya perlahan.
" Tasya" lirih Azka dengan pelan. Tapi sang empu yang tersebut nama nya langsung bergegas mendekati arah suara itu.
" tuan. ".
" tuan aku sudah sadar" ucap Tasya.
tanpa menunggu aba aba Tasya langsung memeluk tubuh suami nya itu dan membuat Azka begitu bahagia.
" eh apa aku menyakitimu" ucap Tasya. Azka menggeleng.
" tidak sayang. kepala ku hanya sedikit sakit."
Tasya kembali memeluk suami nya dan menumpahkan semua air mata nya
" tolong jangan seperti ini lagi. apa kau tau aku begitu khawatir dengan kondisi mu. Apa kau juga tidak sayang pada anak mu hiks hiks hiks.
Dengan kondisi yang masih lemah Azka mengelus punggung istri nya.. Azka begitu bahagia karena Tasya sudah mulai membuka hati nya untuk diri nya.
__ADS_1
" maafkan aku , maaf karena telah membuat mu khawatir. Jangan menangis kasian anak kita nanti ikut sedih" lirih Azka.
Tak lama masuk lah nyonya mariam dan tuan aditama. Tasya langsung berdiri dan menyambung kedatangan mertua nya.
" Azka" ucap nyonya mariam mendekat dan memeluk Azka juga.
" kau sudah sadar nak. Apa ada yang sakit. Katakan ibu akan memanggil dokter" ucap nyonya mariam.
" tidak ada Bu. Azka baik baik saja" ucap Azka.
" ayah . Bagaimana keadaan ayah" ucap Azka.
" seperti yang kau lihat nak. Ayah sudah sehat apalagi sebentar lagi ayah akan menjadi seorang kakek"ucap tuan Aditama dan membuat semua SE isi ruangan itu tertawa.
Azka pun berniat untuk bangun tapi dia merasa sakit yang begitu luar biasa di kaki nya.
deh deg deg..
...****************...
...----------------...
__ADS_1