Istri Kecil Sang Pria Dingin

Istri Kecil Sang Pria Dingin
PERGI DIAM-DIAM


__ADS_3

...๐Ÿ‘‘***makasih ya udah mau lanjut part๐Ÿ‘‘...


...๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ happy Reading ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ...


...๐Ÿ‘‘๐Ÿ‘‘______________๐Ÿ‘‘๐Ÿ‘‘***...


Arya dari semalam tidak masuk kamar nya, melainkan tidur di kamar tamu.


saat ini Arya sedang berada di meja makan, dikarenakan dia pagi ini ada meeting jadi Arya harus berangkat pagi-pagi. Arya menoleh kesana kemari mencari keberadaan zyla.


"bik... zyla belum keluar" tanya Arya


"belum tuan, anu tuan emm... non zyla... "


asih sedikit panik


" apa ? " Arya mengangkat sebelah alisnya


"itu non zila... emm... " asih menyiapkan mental kalau-kalau Arya nanti marah


"cepat jelaskan atau sebaiknya kamu pergi saja" Arya sambil menyantap makan nya


"non zyla belum makan dari kemaren tuan" asih


"APA!! " Arya kaget


"Cepat antar kan makan ke kamar"titah Arya sambil menahan emosinya


" baik tuan"


"macam macam saja bocah itu" gumam kesal Arya


sesampainya di depan pintu kamar bik asih mengetok pintu sambil memanggilnya berulang-ulang, tetapi tidak mendapatkan jawaban dari dalam. karena tidak mendapatkan jawaban akhirnya bik asih kembali turun.


"tuan ,saya sudah mengetok berulang-ulang ta0 non zyla tidak membukakan pintu dan tidak menjawab panggilan sayang" bik asih sambil menunduk


BRUKKK


Arya mengebrak keras meja didepannya, zyla benar-benar membuat tingkat kesabaran Arya habis.


Arya langsung beranjak dari tempat duduk nya menuju kamar mereka. sesampainya disana Arya langsung mendobrak kasar pintu itu, tapi sayang di dalam kamar tidak ada zyla sama sekali.


tangan Arya mengepal kuat, rahangnya kaku akibat menahan emosi. Arya pun langsung mengambil hpnya dari sakunya.


"schedule meeting hari ini. TUT " Arya yang langsung mematikan tlpnya


selesai menghubungi sekertaris pribadinya Arya bergegas menuju mobilnya, tetapi baru sampai didepan ruang tamu Arya dihentikan oleh acara TV yang menyiarkan berita wawancara zyla dengan Erik.

__ADS_1


"Dia.... " Arya mengepal kuat tangannya dan langsung melanjutkan langkanya.


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


sesampainya Arya ditempat dimana zyla berada, Arya langsung disuguhi pemandangan yang membuat emosinya semakin tidak terkendali.



...(panas ya...? sama๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ)...


tanpa basa basi Arya langsung mengambil HP nya untuk menghubungi zyla. karena di luar sana banyak wartawan jadi Arya tidak berani untuk turun, bisa-bisa dia juga akan terjebak dalam kerumunan wartawan itu.


"Cepat ke mobilku sekarang, kalau kamu masih ingin hidup!!" tegas Arya yang langsung mematikan telepon nya


Ceglukkk


disisi lain zyla menelan susah saliva nya susah mendengar ucapan Arya barusan.


"wawancara nya untuk saat ini sampai disini dulu, kita lanjutkan wawancara nya di lain waktu. oke see you by by" zyla mengakhiri wawancaranya


"kamu kemana zyl" panggil Erik


"Om ngeselin itu nelfon aku tadi. terus ngancem kalau aku gak ke mobilnya sekarang dia akan menghabisi aku" jelas zyla ketakutan.


"aku akan nemenin kamu" Erik dengan sigap menggandeng tangan zyla dan melangkah duluan.



...(Om culik aku๐Ÿ˜)...


"Kenapa kamu mengajak dia kesini" Arya dingin


"Om tidak berkata untuk aku tidak mengajaknya kan tadi" bablas sinis zyla


"saya hanya tidak ingin terjadi apa-apa dengan zyla" tambah Erik


"cepat masuk! dan untuk kamu, saya ini suaminya kalau kamu lupa" Arya langsung melenggang masuk ke dalam mobil


"kalau ada apa-apa hubungi saja aku" Erik memegang bahu zyla.


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


sesampainya di mansion mewah itu, Arya menarik kasar zyla. wajah Arya membuat puluhan penjaga dan pembantu bergidik ngeri.


sesampainya dikamar Arya membanting kasar zyla yang membuat zyla teringat sesuatu. kepala nya terasa pusing, dadanya terasa sesak, dan jantung nya berdetak tidak terkendali.


Arya yang tidak mengetahui kondisi zyla langsung mencengkram dagu zyla dan menyudutkan nya ke tembok.

__ADS_1


"KAMU ANGGAP SAYA APA HA!!" bentuk Arya dengan nada lantang


"MAU COBA BERMAIN DENGAN SAYA! SAYA SUDAH BERUSAHA TIDAK MENGELUARKAN SIFAT ASLI SAYA DIDEPAN KAMU, heh... tapi sepertinya saya salah mengambil keputusan itu! " Arya yang diakhiri dengan nada pelan


"Om aku... " belum sempat zyla melanjutkan ucapan nya ia memegang kepala nya kuat.


"darah... " gumam Arya melihat cairan merah keluar dari hidung zyla.


pandangan nya mulai kabur, ia tidak bisa mengendalikan keseimbangan badannya dan kesadarannya perlahan mulai menurun, yang membuat zyla terjatuh dalam pelukan Arya.


Arya seketika panik bercampur cemas melihat istrinya tersandar di dada bidangnya dalam keadaan tidak sadarkan diri.tanpa berlama-lama Arya langsung membopong dan melarikan nya kerumah sakit.


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


malam hari pukul 21:00


mata cantik itu mulai mengerjap menangkap dinding dan plafon berwarna putih. kepala masih terasa sakit dan tak lama dokter dan perawat pun menghampiri nya lalu memeriksa nya.


"nona sebaiknya anda jangan pikiran dulu" saran dokter


"kepala ku sakit sekali... hiks.. hiks" zyla memegang erat kepalanya


"saya sudah suntikan obat diselang infus nona, sebentar lagi juga akan sembuh" dokter


"bukan kah nona sudah biasa menahan nya" ingat dokter


"maksud anda sudah biasa? " saut Arya dari arah belakang.


mata zyla membulat lebar dan langsung mengode dokter untuk cepat keluar dari ruangannya. dokter yang memahami kode zyla langsung melangkah keluar


"emm... kalau begitu saya permisi" dokter


"kamu ingin menjelaskan atau dipecat dari RS ini dan ku cabut surat izin praktek mu" dokter itu langsung menutup kembali pintu yang dibuka nya tadi.


"ba... baik tuan" dokter itu tunduk


Arya dilawan! ๐Ÿ˜penegak hukum aja tunduk sama dia๐Ÿคฃ, canda penegak hukum๐Ÿ˜. jangan dimasukkan hati lo.... โ˜บ


...๐Ÿ‘‘**jangan lupa volt nya ya....


...๐Ÿ‘‘komen agar cerita ku bisa lebih baik lagi......


...WAJIB TINGGAL KAN JEJAK...


...jangan bosen dukung aku ya**......


...๐Ÿผ๐Ÿผ๐Ÿผ LANJUT PART ๐Ÿผ๐Ÿผ๐Ÿผ...

__ADS_1


__ADS_2