
...π***makasih ya udah mau lanjut partπ...
...πΈπΈπΈ happy Reading πΈπΈπΈ...
...ππ______________ππ***...
pagi ini Arya tidak pergi ke kantor, ia ingin mencoba lebih dekat depan istrinya dan mencoba hangat, penjelasan dokter kemaren membuat Arya terceng
flashback on
"apa yang terjadi dengan dia" tanya tajam Arya
"istri anda menderita penyakit yang sangat langka,bahkan obatnya saja belum ada yaitu kelemahan pada saraf sadar. penyakit ini seperti sepele tapi pasien akan mengalami koma bahkan meninggal jika telat penanganan" jelas dokter membuat Arya melotot bukan main
Mata cantik itu mengeluarkan butiran krintal bening, hidungnya mengeluarkan darah kembali. dengan sigap dokter langsung menangani zyla
flashback off
semenjak kejadian semalam zyla menjadi terdiam membisu, pandangan nya kosong. Arya memegang tangan kecil itu.
"apa kamu masih sakit" tanya Arya dengan wajah datarnya yang tidak ditanggapi zyla
"maafkan saya, kemarin saya terlalu terbawa emosi. saya tau!seharusnya aku tidak perlu memperlakukan mu seperti itu" lanjutnya dan lagi-lagi tidak mendapatkan respon dari zyla
Arya memang tidak berpengalaman dalam merayu ditambah istri kecilnya ini sangat jauh beda dengan kekasihnya dulu, hingga membuat nya harus putar otak...
Arya naik keatas bangkar zyla dan langsung memeluknya, awalnya Arya sempat gugup karena ini adalah kali pertama Arya melakukan hal seromantis itu. uwuw bukan!!
"ingat! kamu istri saya, saya hanya mencoba menjadi suami yang baik untuk kamu" bisik Arya ditelinga zyla.
"itu impian ku, Om" zyla menyandarkan kepalanya di dada bidang Arya
"kapan saya bilang tidak membolehkan mu meraih impianmu mu. saya hanya meminta kamu untuk tidak berpakaian minim kan! kamu miliki saya, saya tidak ingin milik saya dilihat oleh orang lain" jelas Arya panjang lebar.
"tapi Om... " ucapan zyla langsung di serobot Arya
"apakah saya terlihat tua di matamu?" tanya Arya dengan tatapan datar
"sebenarnya enggak, tapi umur kita kan beda jauh Om" jawab zyla
"panggil saya dengan sebutan 'mas' mulai hari ini" tegas Arya dengan nada rendah
"mas Arya? aneh ! " zyla mengangkat sudut bibirnya
"jika kamu memanggil saya Om Maka saya akan panggil kamu dengan sebutan little wife" Arya mengangkat alisnya
"Om! apakah aku terlihat kecil dimata Om" zyla membalikkan kata2 Arya
__ADS_1
"MAS" tegas Arya
"iya iya mas, mas Om Arya. hahaha" zyla yang diakhiri tertawa rayah
"sudah... sudah... sekarang kamu makan dulu dari kemaren kamu belum makan kan? " Arya mengambil makanan jatah RS
"siapa bilang, aku kemaren pergi ke lestoran dengan Erik" zyla dengan polos nya jujur ke pada Arya
Marah? so pasti, tetapi dia saat ini hanya bisa menghembuskan nafas kasar saja.... ngalah critanya ni om
πΌπΌπΌπΌπΌ
Malam hari ini Arya sedang tidak berada di ruang rawat zyla lantaran ia harus menghadiri meeting bersama kolega bisnisnya.
karena kesepian akhirnya zyla memutuskan menghubungi Erik. Erik yang mendengar zyla di RS langsung bergegas menuju RS
brukkk
dorongan pintu kasar Erik hampir membuat zyla terperanjat kaget.
"Erik! untung jatung gue gak copot gara-gara lo" Zyla kesal
"kamu tidak apa-apa? Om itu ngelakuin apa ke kamu? apa yang sakit? " tanya Erik penuh kecemasan.
"aku gak papa rik, mas Arya gak ngelakuin apa-apa ke aku. aku udah sehat, kata dokter besok aku sudah boleh pulang" zyla
"etss... lho tadi manggil om Arya apa? mas? " Erik memastikan
"emang kenapa? salah? dia kan suami aku!" zyla
"ya enggak tapi aneh aja" Erik
"aneh darimana ya, long istri manggil suami 'mas' kok aneh!, aku manggil kamu 'mas' itu baru aneh" zyla seketika membuat hati Erik seketika terasa perih
"zyl, asal lho tau, kalau hati gue sakit saat lo ngucapin kalimat itu. apa dia sudah jatuh cinta ya sama Om Om sialan itu"Gumam Erik dalam hati menahan emosi
" lho udah jatuh cinta sama Om itu"tanya Erik menyelidik
"belum! tapi entah kenapa sikap nya tadi pagi membuat aku nyaman" jawab zyla sambil membayangkan kejadian tadi pagi.
" padahal dari segi paras gantengan juga aku dari om Arya. gue aja ngeyakinin ke kamu harus nunggu 3 bulan ,lah om Arya baru juga 1 minggu blm ada dah biasa buat nyaman kamu aja. pakek pelet apaan sih dia" Erik kesal
"duh lho bodoh banget sih Rik, ngapain lho tanya zyla kayak gitu" gumam kesal Erik pada mulutnya sendiri.
"memang sih, tapi aku gak tau nyaman aja gitu"jawab zyla mengakuinya
"kalau lho cinta sama om itu apa kamu akan ninggalin aku" Erik merubah mimika mukanya
__ADS_1
"astaga Erik, pikiran lho kok sampek situ sih! gak mungkin lah" zyla
"kalau itu mungkin gimana! kalau om Arya nyuruh lho jauhin aku dari kamu gimana. apa lho akan milih ninggalin gue. gak..gak gue akan biarin itu terjadi! Erik sekarang waktunya lho berhenti mengalah dari Om sialan itu" gumam Arya
"emm... aku juga mau ngasih tau kamu kalau lusa kita ada jadwal foto shout dari brain ternama,tapi seperti nya kamu tidak bisa, kondisi mu tidak memungkinkan saat ini" Erik
"kamu gila! aku gak mungkin lah mau lewatkan kesempatan ini, kesempatan ini akan membuat Kita naik pitam." jelas Zyla
"lho mau ngorbanin kesehatan lho demi prestasi. gak...gak lho jangan gila zyl" ucap kesal Erik
"lho tau kan Rik, kalau ini adalah impian ku dari dulu, aku gak mau usaha ku dari dulu sia-sia" zyla
GREKK
suara pintu terbuka di iringi dengan penegasan dari seseorang.
"kamu tidak boleh menghadiri acara itu! " tegas Arya dengan wajah datar
"mas Arya! " panggil lirih zyla
sebenarnya Arya sudah menguping pembicaraan mereka sedari awal. Arya sangat kesal dengan berbagai pertanyaan Erik yang ia ajukan kepada zyla.
"kali ini aku setuju sama om Arya" saut Erik
"terserah kalian mau setuju atau tidak aku akan tetap menghadiri acara itu" zyla keras kepala.
"ZYLA!! kalau kamu membangkang sama dia wajar, tapi kalau kamu membangkang dengan saya itu kurang ajar namanya" tegas Arya yang diawali dengan bentakkan keras
"hei om, om bisa gak, gak usah pakek bentak zyla kayak tadi. " tegas Erik sambil berdiri dari kursinya
"gak Terima? kamu siapa Ha? kamu gak lebih dari hanya sekedar sahabat istri saya bukan! jadi gak usah sok ngebelain dia di depan saya" sinisArya
percekcokan antara dua laki-laki itu tidak bisa dihindarkan lagi. sedangkan zyla yang menyaksikan perdebatan mereka mendadak pandang nya menjadi buram dan akhirnya membuat zyla langsung pingsan di brankar nya.
Erik yang menyadari itu langsung memencet tombol nurse coll. tak lama pun dokter dan perawat datang
...π**jangan lupa volt nya ya...
...πkomen agar cerita ku bisa lebih baik lagi......
...WAJIB TINGGAL KAN JEJAK...
...jangan bosen dukung aku ya**......
...πΌπΌπΌ LANJUT PART πΌπΌπΌ...
__ADS_1