
Rachel duduk di kursi single menghadap ke arah Nolan. Keduanya berada di gazebo dengan angin sepoi-sepoi. "Apa berita itu benar "tanya Nolan.
"Ya "singkat Rachel. "Aku kakak sepupu Lenka "melihat Nolan.
"Aku tidak menanyakan nya "dingin Nolan. "Aku kakak tiri Samudra "sambung Rachel.
"Aku tidak peduli "teriak Nolan. "Lalu apa yang harus aku jelaskan padamu, jika serba salah "melihat Nolan.
"😐...setelah keributan itu, aku menunggumu di sini. Aku menunggumu pulang "
"😐..cih, kamu orang kaya punya handphone bukan, tidak lihat berita aku di tembak "jengah Rachel.
"Istrimu itu menembakku dan Samudra "melihat Nolan. "Luapkan kekesalan mu padaku, aku akan menerimanya "
"Apa kamu menggoda ku untuk bisa masuk ke dalam rumah itupun "melihat Rachel. "Rachel "
"Ya..kamu "melihat Nolan lirih. "Aku memanfaatkan mu agar aku masuk rumah itu, dan membalaskan dendam ibuku pada ayahku itu "mengatur nafas.
__ADS_1
"Kenapa kamu mau melakukannya, itu bukan urusan mu "teriak Nolan. "Jika aku diam, aku bukan anak yang bisa di andalkan "melihat Nolan.
"Kenapa kamu tidak memakai cincin kawin kita "tanyanya. "Setelah kejadian itu, aku anggab kita sudah bercerai dan kamu bahagia sekarang, bersama Lenka dan calon buah hatimu "lirih Rachel.
"Ya...aku bahagia sekarang, karena sudah tahu kebenaran tentang mu dan Lenka "bersandar di kursi.
"Wah...aku menikahi adik kakak (sepupu) "geleng-geleng kepala. "Kemana kamu setelah kejadian itu "tanya Nolan.
"Kejadiannya kacau, dan hubungan tentang kita di beritakan tidak sesuai fakta. Aku bersama keluargaku pergi untuk menenangkan diri dan tidak mendengar berita bohong lagi "
Nolan diam dan melihat perut Rachel yang buncit dan, Nolan mengatur nafasnya dan tidak bisa berkata apa-apa lagi.
"Perutku sakit, ah "memegang pinggiran tembok. "Ah...Nolan "ringis Rachel. Nolan kaget melihat sesuatu yang cair merembes deras, dan Rachel memegangi perutnya.
RUMAH SAKIT
Nolan membawa Rachel ke ruang persalinan, suster dan dokter pun ikut membantu. Rachel yang penuh dengan keringat dan memegang bahu Nolan, dan meremasnya kuat saat dirinya mengenjan.
__ADS_1
"AAA "ringis Rachel. "Huh😤😥....hah😤😧...Nolan "meremas bahu Nolan kuat.
"Ah.."memegang tangan Rachel. "Apa sakit "tanya Nolan melihat Rachel menganguk sambil meringis.
"Aaa...dokter cepat "tegas Rachel mengenjan. Sementara itu Mawar mondar-mandir di pintu persalinan, Mawar khawatir dengan sang kakak dan keponakan-nya.
Berjam-jam menunggu Mawar masih setia dan terus berdoa untuk kakak nya dan sang calon keponakan. Samar-samar terdengar tangisan seorang bayi Mawar tersenyum bahagia mendengarnya.
"Selamat tuan dan nyonya bayinya lahir dengan sehat, dan tidak ada kekurangan apapun dan jenis kelamin nya laki-laki "meminta suster untuk mengurus nya.
"Hah...hah...hah "Rachel tersenyum dan mengatur nafasnya. Nolan melihat Rachel yang menutup matanya sambil mengatur nafas.
Selang beberapa jam Rachel sudah di pindahkan ke ruangan serta bayinya. "Mau di beri nama siapa tuan "tanya Suster.
"Hah.."tersadar dari lamunan. "Am...suster namanya Ryuken "jawab Rachel. "Ryuken, marganya? "tanya suster.
"Ryuken Clayton...sus "ucap Nolan. "Baiklah..nyonya bisa memberikan asi pertama untuk putra nyonya "menggendong bayi Ryuken dan memberikannya pada Rachel.
__ADS_1
"Baik sus "tersenyum melihat putranya yang memegang baju pasien dengan erat. "Hai...☺hiks putra mama "mencium kening baby Ryuken.
Nolan tidak melihat Rachel ataupun bayi yang di lahirkan Rachel. Namun dirinya bisa mendengar ucapan Rachel pada baby Ryuken.