
"Maaf aku lancang "menarik kemeja putih milik Nolan. "Mau apa "mencegah tangan Rachel. "Aku mau mengobati memar mu "membuka tutup salep dan mengoleskan nya dengan pelan-pelan.
"Itu salah ku jadi aku harus bertanggung jawab "senyum nya. "Jangan seperti itu, aku akan mengambil salep ini dan aku bisa mengobati nya "menyimpan salep di dashboard.
"Oke....kita akan kemana "tanya Rachel. "Makan malam "memegang tangan Rachel.
RESTORAN
Nolan menarik kursi untuk Rachel duduk, Rachel tersenyum dan duduk begitu juga dengan Nolan. "Kamu mau pesan apa "tanyanya.
"Steik....dan anggur "pinta Rachel. "Oke "Beberapa menit kemudian pesanan datang dengan satu botol anggur.
"Kamu suka sekali dengan anggur "tanya Nolan makan Steik. "Tidak juga...beruntung ada yang bayarkan aku pesan anggur...haha "tawa hambar Rachel.
Nolan ikut tertawa ringan dan menuangkan anggur di gelas Rachel. Dan sang empu langsung meminumnya sampai habis. Nolan maju dan menghapus air anggur di atas bibir, Rachel tersenyum dan malu.
__ADS_1
"Makanlah ini enak sekali "mengalihkan pembicaraa. Nolan pun duduk kembali dan makan Steik, setelah dari restoran Nolan memapah Rachel yang sedikit oleng karena anggur tersebut.
"Hah...kepala ku pusing "racau Rachel. "Sabarlah aku akan mengantar mu pulang "menggendong Rachel masuk ke dalam mobil.
Singkatnya sampai di rumah Nolan membawa Rachel ke rumahnya yang dekat dengan kantor pusat. Nolan membaringkan tubuh Rachel di kasur besarnya.
Di lihat-lihat dirinya menyadari kemolekan tubuh yang di miliki oleh Rachel sahabat istrinya, Rachel terus meracau dan Nolan naik ke atas tubuh Rachel.
Rachel tersenyum dan melihat wajah Nolan yang dekat dengan wajahnya. "Nolan "Rachel menutup mata karena Nolan menciumnya lembut.
Nolan mengelus wajah Rachel sambil terus bermain di mulut Rachel. Nolan menelusuri tubuh Rachel dan satu persatu, dirinya melepas benang demi benang hingga tanggal.
Dan pengatuan pun tertanam. "Ahh "desah keduanya. "Hahh "desah Rachel mendongak perlahan, membuka mata dan tersenyum tipis Nolan terus menghentak pelan, dan mencium bibir mungil wanita yang berada di kungkungannya.
Rachel mencengkeram punggung kekar milik Nolan. Nolan melihat wajah Rachel yang berhenti meracau berganti dengan ******* laknat tersebut. Nolan merasakan cengkeraman kuat Rachel di punggung nya.
__ADS_1
"Maafkan aku "terus menghentak pelan dan mengelus pipi Rachel. "Ahh...Nolan "racau Rachel membuka mata.
"Ya Rachel "menghentak cepat. "Ahh "mencapai puncak. "Ahh "desah Rachel. Paginya Rachel bangun dari tidurnya dan melihat apa yang mereka lakukan.
Kamar tersebut terlihat berantakan. "Apa yang aku lakukan "menutup wajahnya. "Sudah bangun "menyimpan nampan berisikan sarapan pagi.
"Berawal dari salahku "mengelus kepala Rachel. "Mau menikah dengan ku "mengulurkan cincin. "Apa...."ucap Rachel bingung.
"Ini cincin lamaku tidak apa-apa kan, setelah kita menikah aku akan belikan yang baru "ucap seriusnya.
Rachel tersenyum dan menganguk tanda menerima lamaran dari Nolan, sang empu senang dan menyematkan cincin di jari manis Rachel. Nolan & Rachel memeluk satu sama lain, ekspresi wajah Rachel di belakang Nolan berubah menjadi dingin.
^^^Maafkan aku Nolan, aku harus melakukan ini, dalam hati Rachel^^^
Nolan meninggalkan Rachel sebentar untuk keluar. Rachel menyibak selimut dan melihat darah di sprei putih tersebut.
__ADS_1
Rachel melihatnya biasa dan kembali sarapan dengan santai. Nolan membuka pintu rumah dan mengambil sebuah paket.
"Rachel "melihat Rachel memakai kimono. "Ya.."ucap Rachel. "Alisya mau mandi "menunjuk kamar mandi. "Baiklah, aku tunggu di ruang tamu "keluar dan menutup pintu.