
"Justru aku yang merasa terhormat, Rachel "menjabat tangan Samudra. Jesica memakaikan jaket pada Rachel, karena gaun yang memperlihatkan dada.
"Terima kasih Jesica "memeluk erat Jaket. "Aku pergi dulu "berjalan pelan kedepan Nolan yang menampilkan wajah datar.
"☺...kita ketemu lagi di sini "senyum Nolan. Nolan diam dan melihat bibir Rachel yang selalu ingin ia coba. "Hah..., senang bertemu dengan mu lagi "berlalu pergi begitu saja.
^^^Kamu sebentar lagi masuk jebakan ku, aku akan buat kamu menjadi perisai ku, dalam hati Rachel ^^^
"Rachel ayo kamu harus ganti baju "ajak Jesica. Rachel tersenyum dan mengikuti langkah Jesica. 30 menit kemudian...
"Untuk saat ini kamu istirahat dulu, jika butuh kopi atau apapun itu panggil OB / OG ya "saran Jesica.
"Iya "angguk Rachel nurut. Setelah kepergian Jesica pintu terbuka lagi, nampaklah Samudra yang membawakan kopi.
"Aku dari kantin dan aku tahu kamu masih baru disini dan. Aku belikan kopi "memberikan cup kopi pada Rachel.
__ADS_1
"Terima kasih banyak "menerima kopi tersebut. "Jika tidak ada kamu aku tidak tahu harus bagaimana lagi "senyum Rachel.
"Aku harus pergi...,semoga betah di sini "ujar Samudra. "Terima kasih sekali lagi "ucap Rachel minum kopi.
Ceklek
"Samudra....apa ada yang ketingga...Nolan "ujar Rachel berdiri dari duduknya. Nolan mengunci pintu dan berjalan ke arah Rachel dan menciumnya. Rachel yang kaget menjatuhkan cup kopi di pinggang Nolan.
"Ash..."melepas ciuman dan membuka jasnya. "Maaf....aku tidak sengaja "membantu Nolan melepas kemeja nya. "Hah..hah "mengatur nafas.
Rachel melihat pinggang Nolan memar karena kopi. Niatnya adalah menggoda nya malah menjadi kecelakaan. "Tidak apa-apa, tinggal di beri salep sudah sembuh "ujar Nolan merasa sakit.
Rachel dengan berani mencium suami sahabat nya, kini malah dirinya yang tergoda dengan keseksian yang di miliki Nolan.
Sang empu membalas ciuman Rachel dan menghimpitnya di dinding lalu memeluk pinggang wanita tersebut. "Hah.."melepas ciuman dan merasakan perih di pinggangnya.
__ADS_1
"Maafkan aku...aku akan beli obatnya dulu ya "Nolan menahan tangan Rachel dan menyuruh nya untuk duduk di sofa. Lalu mengambil kotak P3K di bawah meja.
"Jangan repot-repot "memberikan kotak P3K. Rachel membuka kotak P3K dan mengambil obat salep lalu mengoleskan nya di luka Nolan. "Bisakah kita berkencan "bisikNolan.
"Apa...berkencan dengan ku aku takut ketahuan oleh istrimu "senyum Rachel. "Itu aman, menghabiskan waktu berdua dengan ku "bisik di telinga Rachel.
"Bagaimana "senyum Nolan mencium sekilas Rachel. Rachel tersenyum dan menganguk tanda setuju, Nolan tersenyum lebar dan kembali mencium wajah Rachel lembut.
Rachel mengalungkan lengannya di leher Nolan dan tersenyum devil. Esoknya....Kembali ke rutinitas masing-masing, Rachel dengan pemotretan dan Nolan dengan berkas-berkas yang bertumpuk di mejanya.
Sampai malam menjelang Nolan selesai menandatangani berkas-berkas, dan melihat jam pukul 20:00 malam. "Semoga dia tidak marah "memakai jas dan berlalu pergi.
Nolan berjalan menuju lift dan sampai di lobi bersamaan dengan OB /OG yang lembut. "Malam pak "sapa OB.
"Malam...jika lelah pulang dan bisa lanjutkan besok "titah Nolan pergi begitu saja. Nolan menaiki mobilnya dan menelpon Rachel untuk menjemput nya.
__ADS_1
Setelah dapat alamat rumah Rachel dengan cepat Nolan mengendarai mobilnya, Rachel turun dari tangga dan berjalan ke arah mobil Nolan dan masuk ke dalam mobil Nolan.
"Tidak marah kan aku jemput lama "ujar Nolan. "Manis sekali "mencium pipi Nolan. "😶.."melihat Rachel.