
"Owa-Owa "tangis baby Ryuken. "Ada apa...kenapa "khawatir Nolan menghampiri brankar yang di tiduri Rachel.
"Putra kit...am Ryuken hanya haus "ucap Rachel menyusui baby Ryuken. "Ah...hmm "angguk Nolan.
"Kamu ingin menggendong nya "tawar Rachel. "Nolan "tanya Rachel. "Apa boleh "melihat Rachel. "Tentu saja, setelah Ryu selesai menyusu "senyum Rachel.
Nolan melihat baby Ryuken yang menyusu sambil menutup mata, hatinya menjadi teduh saat melihat baby Ryuken yang menggemaskan, dan bayi merah tersebut buat Nolan tanpa henti-hentinya melihat wajah baby Ryuken.
Selesai kenyang Nolan menggendong nya dengan hati-hati dan kepala baby Ryuken bersandar di dadanya. "Sangat menggemaskan "ucap Nolan tersenyum ke arah Rachel dan kembali menimang-nimang baby Ryuken.
"☺..., Ryuken mirip dengan mu "ujar Rachel tersenyum. "Benarkah "senyum Nolan. "☺.."Rachel melihat Mawar tergesa-gesa.
"Ada apa "tanya Rachel. "Hah...kita harus pergi kak, banyak wartawan yang mau bertemu dengan kakak "
"Kenapa? "tanya Nolan. Mawar menyalakan TV dan banyak berita tentang photo Rachel yang saat tadi siang, dan juga Nolan.
Parahnya tanpa di sensor wajah mereka. "Apa...bagaimana bisa "khawatir Rachel. "Sekarang kakak tidak aman, mungkin saja keluarga kak.Nolan tahu apa lagi istri kak.Nolan "ujar Mawar.
"Hah..aku akan cari tempat aman, mereka biar jadi urusan ku "lirih Nolan melihat baby Ryuken yang menggerakkan bibir mungilnya.
"Hah...seharusnya kita tidak kesini "sesal Rachel. "Nolan maafkan aku "
"Jangan bahas itu sekarang "mengambil telpon. Beberapa jam kemudian...
Nolan masuk ke dalam apartemen dan melihat barang yang berantakan, dan satu maid membereskan kekacauan tersebut. "Tuan "
"Pulanglah..besok datang lagi "
"Baik tuan "Nolan berjalan ke arah kamar dan melihat Lenka yang duduk di tepian kasur. "Berani pulang rupanya "melihat Nolan diam berdiri.
"Sejak kapan, hah...sejak kapan "menahan tangis. "Kamu tahu kekacauan yang kamu buat, keluarga mu menuduh ku yang tidak becus menjaga pernikahan ku, mereka menyuruhku bercerai dengan mu "teriak Lenka dengan tangisan.
"Maafkan aku "ucap Nolan. "Apa....bearti benar kalian berdua menikah di belakang ku "marah Lenka. "Apa kekurangan ku sekarang, kita sudah 5 th membina pernikahan kita dan bertahan sampai saat ini kita akan memiliki anak. Tapi apa yang aku dapat, kamu memiliki bayi dari dia, wanita gila itu "meremas selimut.
"Kamu tidak bisa menunggu ku "berdiri dari duduknya. "Aku muak sekarang "ujar Lenka.
"Lenka "berjalan menghampiri istrinya. "Jangan mendekat "menatap kecewa Nolan. "Kita bercerai saja dan jangan harap menemui bayiku "
__ADS_1
"Tidak Lenka..."
"Tidak.., jika tidak mau bercerai. Ceraikan Rachel tinggalkan dia atau kamu akan kehilangan ku dan bayi ini "ancamnya.
"Baiklah.."
"Apa...kamu akan menceraikan Rachel "
"Tidak...kita bercerai "ucap Nolan. "Jika itu memang maumu dan lagi pula setiap kamu hamil, dan kamu sama sekali tidak memberitahu ku, kamu melenyapkan nya "marah Nolan.
"Selama ini aku diam Lenka, hah..kamu mengkhawatirkan pacar lamamu meniggalkan mu saat aku tidak disini "
"😐..jangan mengarang, kami sudah lama tidak berhubungan "
"Siapa disini yang berhak marah hah...membingungkan bukan, setelah kamu melahirkan kita bercerai dan hak asuh anak kita urus berdua "berlalu pergi dari kamar.
"Jika kamu menceraikan ku ceraikan dia juga, sangat tidak adil jika disini hanya aku yang di campakkan "teriaknya.
"Baiklah...jika itu mau kamu "ujar Nolan berlalu pergi. Di suatu tempat yang di tempati Rachel, baby Ryuken dan sang adik Mawar sampai di sana memakan waktu 2 jam.
Mawar sedang masak untuk makan malam, dan Rachel serta sang bayi sedang istirahat di dalam kamar. Ceklek...
Ceklek...
"Nolan "Rachel tersenyum. "Ada apa "melihat wajah Nolan tidak bersemangat. Tiba-tiba Nolan langsung memeluk erat Rachel dan menangis dalam diam.
Rachel membalas pelukan suaminya dan bersandar di bahu kekar sang suami. Mawar akan masuk tapi di tahan Rachel dengan isyarat.
Mawar paham dan tidak jadi masuk lalu meniggalkan suami istri tersebut. "Hiks..."tangis Nolan masih memiliki istrinya.
"Ada apa, aku siap mendengarkan nya "mengelus punggung Nolan. "Maafkan aku "meregangkan pelukan.
"Aku tidak tahu harus mulai dari mana "melihat lirih Rachel. "Aku & Lenka akan bercerai "
"☺..begitu rupanya "menunduk. "Tidak apa-apa, aku siap kamu ceraikan aku juga "meneteskan air mata. "Hiks...aku tidak mau egois "menutup wajahnya dengan kedua tangan.
"Jangan menangis, aku mohon "memegang kedua pipi Rachel. "Maafkan aku, ini salah satu cara agar aku bisa berpisah dengan Lenka "mengelus pipi Rachel.
__ADS_1
"☺..hmm "mengangguk. "Aku akan menunggumu, ☺ kapan pun, satu tahun, 3 th atau lebih aku akan menunggu mu Nolan "memegang tangan Nolan.
"Sungguh...aku senang mendengar nya, aku mencintaimu Rachel "tersenyum melihat Nolan.
"Aku juga "senyum Rachel. Keduanya saling beradu jigong dengan lembut, karena hari ini disini. Hari dimana terakhir mereka menjadi suami-istri.
Rachel menerima di ceraikan Nolan karena Rachel tahu ini demi kebaikan bersama. Sedangkan Mawar yang menguping meneteskan air matanya dan mengatur nafas nya.
BEBERAPA BULAN KEMUDIAN ketuk Palu sudah di ketuk 3 kali. Nolan dan Lenka maupun Rachel keduanya sudah bercerai.
(GAK BARENGAN YA, TAPI SECARA BERTAHAP. INI HANYA CERITA SINGKATNYA READER )
RUMAH SAKIT
"Daisy...jangan kemana-mana, dengar kata mama baik-baik "memegang bahu mungil putrinya.
"Oke mama "senyum Daisy. Daisy duduk menunggu pemeriksaan sang mama, dan saat ia menengok dirinya melihat seorang anak laki-laki duduk di kursi roda dengan lesu.
Daisy akhirnya turun dan menghampiri anak laki-laki tersebut. "Apa...mau apa "tanya anak laki-laki tersebut.
"Aku mau menjadi temanmu, aku Daisy "mengulurkan tangannya. "Kamu "sambungnya. "😐...Ryuken "menjabat tangan Daisy.
"☺hihihi, sekarang kita berteman "senang Daisy. "Kamu kenapa "tanya Daisy.
"Sakit "jawab singkat Ryuken. "Dimana orangtua mu "melihat kiri-kanan. "Kenapa kepo sekali "
"Ish...kita sudah jadi teman, kenapa begitu padaku "ujar Daisy cemberut. "Maaf "singkatnya. "Oke "Daisy kembali ceria.
"Aku akan menemani mu sambil orangtua mu datang "senang Daisy memegang tangan Ryuken.
"Aku akan mati "ujar Ryuken. "Apa "melihat Ryuken. "Aku punya penyakit jantung, hidupku tidak lama "lirih Ryuken.
"Cengeng sekali, tidak ada yang akan tahu kita mati kapan "santai Daisy. "☺..."senyum tipis Ryuken yang di lihat Daisy.
"Senyuman mu indah "puji Daisy. "Siapa yang tersenyum "memalingkan wajah. "☺...lihatlah apa aku punya senyuman yang indah seperti mu "ujar Daisy tersenyum di depan wajah Ryuken.
Ryuken menjauhkan wajah Daisy dari hadapan nya dengan jari telunjuk di dahi Daisy. "Tidak..."singkat Ryuken.
__ADS_1
"Ish....Senangkanlah temanmu ini agar senang "cemberut Daisy. Ryuken melihat aneh ke arah Daisy dan kembali diam. Tapi Daisy kembali ceria dan menampilkan wajah jeleknya, di depan Ryuken sehingga sang empu terhibur.
Rachel yang melihat interaksi putranya dengan bocah perempuan, buat ia terenyuh dan meneteskan air matanya. Sesuatu tangan memegang bahu kanannya, Rachel melihat Nolan di sampingnya untuk menguatkan nya.