
Jodi telah sampai di tempat terpencil sebuah rumah tua, dia melihat alas kaki yang digunakan Nanda tadi ada di depan pintu samping, tiba tiba ponsel Nanda kehilangan sinyal sehingga tidak bisa menggunakan petunjuk lagi, Jodi mencari Nanda di seluruh tempat
"Nanda...... Nanda...."
Nanda mendengar sayup sayup suara memanggil nama nya
"Nandaaaaaaa........ Nanda........" Jodi membuka setiap ruangan tapi belum menemukan nya
"Jodi......." Nanda tersadar mendengar suara Jodi yang semakin jelas tapi sial nya Nanda tidak bisa berteriak karena suara nya serak, Nanda mencari sesuatu yang bisa mengisyaratkan Jodi dan dia menemukan sebuah kayu dan melempar kan nya ke arah pintu.
Buggghhh
"suara apa itu....."
"seperti nya dari arah sana....." Jodi langsung menuju pintu paling ujung
Braakkkk
Jodi mendobrak pintu dan bertapa terkejut nya dia melihat Nanda dalam keadaan lemah dan langsung menghampiri Nanda begitu pula Nanda langsung menghampiri Jodi dan memeluk nya
"kau baik baik saja sayang....??" Jodi mengelus pundak Nanda merasa khawatir
"aku takut..... kak Liam....!!" Nanda terisak di dalam dekapan Jodi berkata pelan masih dalam keadaan takut
Jodi mendengar ucapan Nanda langsung mengelus elus rambut nya dan mencium dahi nya "tenang Nia..... aku ada disini.....!!!" kata Jodi berkata lembut
"wah..... wah.... wah..... rupanya kekasih masa kecil ini sudah bertemu lagi.....!!!" suara pria itu membuat Nanda gemetar ketakutan yang masih dalam pelukan Jodi, kali ini dia datang bersama seorang wanita.
"siapa kau sebenarnya...... ??? kenapa kau membawa Nanda ke tempat ini.....??" kata Jodi
"seperti nya Lucas belum memberi tau mu ya.... ???" kata wanita tersebut
"tenang saja aku tidak mengusik keponakan ku yang cantik....." kata pria tersebut
"Kami hanya ingin memiliki perusahaan GL saja, yang harus nya di berikan kepada kami bukan gadis yang tidak mengerti dunia bisnis seperti dia....." tunjuk wanita itu dengan kesal kepada Nanda
"tenang istriku..... jangan bicara keras keras seperti itu, keponakan kita bisa takut dan nanti dia tidak ingin menandatangi ini.....!!" kata pria itu dengan santai sambil memegangi map hijau
"kalian adalah Karina dan Agus......??" kata Jodi
"rupanya kau sudah mengetahui kami ya.....!!" kata pria itu berjalan mendekati Jodi dan Nanda
Nanda yang masih ketakutan mengumpat di belakang Jodi
"baiklah..... apa yang kalian ingin kan dari istriku.....!!!" kata Jodi dengan tegas
__ADS_1
"apa...... dia adalah istrimu.....!!!" Karina terkejut dan mengingat perjanjian yang mereka berikan kepada Lucas
"walaupun keponakan ku sudah menjadi istrimu, aku tidak akan sungkan lagi pada kalian, dan aku tidak akan menepati janji ku kepada Lucas, terlebih lagi aku tidak akan membiarkan perusahaan itu jatuh di tangan mu....!!" kata Agus kesal
"baiklah sekarang apa yang kau ingin kan dari kami....??" tanya Jodi sekali lagi
"aku ingin salah satu dari kalian menandatangi ini......." ucap pria itu sambil menyodorkan map dan pulpen
Jodi pun langsung mengambil map dan pulpen nya, sedangkan Karina dan Agus tersenyum penuh kemenangan
"jangan harap kalian bisa mendapat kan nya......" kata Jodi berkata sinis sembari menyobek map tersebut dan melemparkan dokumen tersebut ke hadapan mereka
"kurang ajar......... kami telah meremehkan mu anak muda.....!!!" kata pria itu kesal
"kalian...... sampai kapan akan bersembunyi, cepat hajar mereka...." teriak pria itu lagi
Dan seketika para preman itu muncul dengan kayu yang menyerupai tongkat baseball di tangan mereka
"jika kalian berani maju satu langkah kemari, Aku akan mengahabisi kalian semua......" kata Jodi sambil menyodorkan pistol
"cepat hajar dia...." teriak pria itu lagi
Jodi melihat ke arah Nanda yang benar benar ketakutan setengah mati
Nanda pun langsung mengikuti perintah Jodi
Doooor.... Doooor......
Bughhhh...... Bughhhh.....
Jodi terkena pukulan di bahu nya dan jatuh seketika, Nanda merasa jika Jodi terluka terkena pukulan
"kak Liam.........!!!!!" hiksss..... hiksss.... hiksss.... Nanda memanggil nama Jodi sambil terisak
Jodi pun bangkit lagi dan segera menyerang dengan membabi buta, tiba tiba Joe bersama pasukan nya datang untuk membantu dan langsung ikut mengikat Karina dan Agus.
"maaf Jodi, aku terlambat....." kata Joe
"tidak apa apa kak, terima kasih sudah membantu....." kata Jodi sambil menahan rasa sakit di bahu nya akibat pukulan keras tadi
"lebih baik kamu segera bawa Nanda pulang saja Jodi....." kata Joe melihat Nanda yang masih menutup mata dan telinga nya di pojokan
"sisa nya biar aku yang mengurus........!!!" ucap Joe lagi menatap tajam ke arah Karina dan Agus bergantian
__ADS_1
Jodi pun langsung menghampiri Nanda dan mengusap pipinya, Nanda langsung membuka mata nya dan memeluk Jodi dengan tangan yang gemetaran
"hai Nia kecil ku tidak usah takut, semuanya sudah aman...... mari kita pulang......!!" kata Jodi mengusap rambut Nanda dengan lembut
Nanda tidak sadarkan diri karena dia sudah benar benar lemas dari tadi dan bercampur dengan rasa takut, Jodi melihat gadis yang ada di pelukan nya tidak sadarkan diri langsung mengangkat nya dan pergi.
"apa yang kalian lakukan pada adik ku benar benar di luar batas pecundang....." Joe mengamuk
"pecundang....... seharusnya yang kau sebut sebagai pecundang adalah ayah mu.....!!" kata pria itu
"Kami telah membantu ayah mu mendirikan perusahaan dari nol sampai sukses Joe....... tapi kami tidak mendapat apapun, melainkan dia memberi perusahaan itu pada Nanda yang tidak mengerti dunia bisnis apapun....." kata wanita yang ada di samping pria itu berteriak
"paman..... bibi...... kalian pernah membuat janji dengan ayah, jika Nanda sudah mendapatkan suami kalian tidak akan mengganggu adik ku dan membiarkan perusahaan itu di jalankan oleh suami nya, dan sekarang Jodi adalah suami Nanda jadi aku harap kalian bisa menepati janji kalian......" kata Joe sambil mengambil sesuatu benda dari saku nya
"itu perjanjian waktu Nanda masih kecil jadi tidak berlaku sampai sekarang, dulu aku memang sempat berharap Nanda seorang gadis kecil yang tidak mengerti apa apa, tidak akan mendapat seorang pria sama sekali, tapi keputusan ku berubah ketika aku mendengar bahwa Lucas ingin menjodohkan putri nya dengan putra teman nya, jadi aku menculik Nanda dan ingin membunuh dia, sial nya aku kira dia sudah mati jadi aku bisa membuat rencana untuk memojokan Lucas untuk memberi perusahaan nya pada ku, tapi lama kelamaan aku mendengar bahwa Nanda masih hidup dan sudah menikah" kata pria itu
"baiklah paman...... jika kau tidak bisa menepati janji mu, maka jangan salah kan aku dan ayah ku berbuat kejam pada mu....." kata Joe sambil mengarahkan pistol pada mereka
"maksud mu....." kata pria itu dengan sedikit rasa takut
"ayah apa kau sudah selesai mengisi peluru ke pistol mu....." kata Joe
"maaf putra ku, aku terlalu senang mengisi peluru ku......" kata Lucas dari arah pintu
"kau........." kata Karina dan Agus bersamaan
"daddy...... apa yang harus kita lakukan untuk dua orang ini....." kata Joe tersenyum kecut
"tentu saja apa yang harus aku lakukan dari dulu......." kata Lucas menyeringai.
KLIKKK......
WAYAAAAAA pingin tau kan kelanjutan nya........
jangan buru buru ya besok lagi
tapi jangan lupa like dan komen ya
DANNN jangan lupa buat baca novel ku
yang baru judulnya
"Cinta yang sudah BASI"
jangan lupa beri dukungan nya ya....
__ADS_1
Makasih 🤗🤗🤗💖