Istri ku putri seorang bangsawan

Istri ku putri seorang bangsawan
EPS 4


__ADS_3

Jodi kembali ke ruang kelas bersama Nanda yang masih merasa sedikit pusing sehingga Jodi harus memapah tubuh Nanda, banyak murid yang menatap mereka berdua dengan wajah yang bingung, bahkan pertanyaan yang aneh aneh terlintas di kepala mereka tentang Nanda.


"Nanda kamu tidak apa apa kan...... aku dengar kamu pingsan ???" Martin bertanya dengan perasaan khawatir


"Aku tidak apa apa Tin....... untung ada Jodi langsung membawa ku ke ruangan UKS...." Nanda tersenyum manis sehingga hati Martin pun tenang dan merangkul bahu Nanda, Amelia yang mendengar perkataan Nanda terkejut bukan main "what...... apa bener beb, kamu bawa gadis culun ini ke ruang UKS !!!!"


"iya.... aku bawa dia ke ruang UKS biar dia tidak merepotkan orang lain....." Jodi menuju tempat duduk nya berpaling dari Amelia,


Amelia yang kesal karena Jodi berpaling dari nya langsung kesal "jadi kamu mau di repotkan sama gadis culun ini...." kata Amelia menunjuk Nanda


"udah deh Mel....... kenapa sih masalah seperti ini harus kamu ribut kan......" Jodi bicara dengan nada kesal kepada kekasih nya untuk pertama kali nya "dan mulai sekarang kalo masih egois kaya gini, aku jamin hubungan kita gak bakal lama lagi......" lanjut Jodi dengan nada menggertak Amelia,


"maksud kamu apa beb.......??" Amelia bingung dengan perkataan Jodi yang tiba-tiba seperti itu sambil melihat ke arah Nanda yang masih di rangkul oleh Martin


"jangan jangan ini semua kelakuan mu ya....." Amelia menatap Nanda dengan sinis


"maksud mu ap---" belum sempat Nanda bertanya guru mata pelajaran Prancis masuk ke kelas


"Bonjour tout le monde ..."


"Bonjour Monsieur....." jawab Nanda, Martin, dan Sania yang sedikit memahami greeting tersebut dan semua murid kembali ke tempat duduk nya masing-masing termasuk Amelia yang sangat kesal dan memanyunkan bibir nya.


"ok..... sekarang kita mulai pelajaran hari ini dengan membuat puisi......" guru prancis itu sibuk membolak balik kan buku schedule pelajaran "Dari kalian akan saya pilih secara acak untuk membuat puisi menggunakan kalimat prancis....." sambung nya lagi sambil memperbaiki letak kacamata nya "Amelia kamu bisa membuat kalimat puisi itu sekarang....." kata nya menunjuk Amelia


"apa.....!!!! kenapa harus saya terlebih dahulu, saya belum bisa membuat nya langsung dalam bahasa prancis......" Amelia bicara dengan nada yang masih kesal


"Jodi...... bagaimana dengan dirimu....." katanya lagi menunjuk ke arah Jodi yang sedang sibuk dengan alat tulis nya entah dia sedang melakukan apa


"saya belum bisa melakukan nya tuan......!!!! bagaimana jika Nanda saja yang melakukan nya terlebih dahulu supaya bisa menjadi contoh yang lain nya......" kata Jodi menunjuk Nanda dengan senyum mengejek yang dia pikir Nanda tidak akan bisa membuat puisi tersebut


"benar juga, kata mu Jodi...... Nanda coba kau buat puisi dengan bahasa prancis yang berjudul ibu, jika kau bisa....." kata guru tersebut percaya bahwa Nanda bisa melakukan nya


"Mais, monsieur ...... !!!" kata Nanda ragu ragu

__ADS_1


"Il n'y a que des mais, tu peux le faire ..." kata guru tersebut menyakinkan Nanda


"okay....." Nanda menarik nafas dalam dalam dengan memejamkan mata nya.


"Mère est un mot que j'aime tant,


Mère est l'un des anges envoyés par Dieu pour être un encouragement et un endroit où s'appuyer lorsque je me trompe.....


Et mère est un mot qui a 1001 significations..


moi de m'accompagner..


Merci mère"


Nanda membuat puisi itu dengan akal dan fikiran nya sendiri entah itu penuturan bahasa prancis yang benar atau bukan, tapi yang jelas semua murid terdiam saat Nanda melantunkan puisi tersebut, tepuk tangan pun berbunyi dari guru prancis tersebut


"Très bonne poésie, princesse Nanda Maharani ......" kata nya mengacungkan dua jempol nya ke arah Nanda


"Merci monsieur ..... !!!" jawab Nanda tersenyum dan kembali duduk di kursi nya.


Nanda sangat sibuk dengan tugas nya untuk acara karnaval minggu depan, seakan akan dia lupa tentang acara tunangan yang akan dilangsungkan untuk dia dan Jodi.


Krekkkk...... decitan suara saat Nanda membuka laci meja belajar nya untuk mencari sesuatu yang dia butuhkan,


"agenda apa ini......" batin Nanda saat melihat sebuah buku bersampul coklat


"sejak kapan aku memiliki agenda...... seingat ku, aku tidak pernah membuat agenda......" batin Nanda lagi sambil membuka bagian agenda tersebut


"Princess quickly come here dinner is ready ...... !!" panggil Lily dari meja makan


Nanda pun langsung menaruh agenda itu lagi di laci meja belajar nya, merasa putri nya tidak menjawab Lily memanggil lagi


"Nanda........!!!"

__ADS_1


"yes, mom..... just minutes......" kata Nanda merapikan rambut nya yang agak berantakan, Lima menit kemudian dia sudah sampai ada di meja makan tapi dia tidak melihat ayahnya, biasanya ayah nya sudah duduk di meja makan sambil ibu nya menghidangkan makanan untuk ayahnya, akhirnya Nanda bertanya kepada ibu nya walaupun sebenarnya dia tidak ingin bertanya.


"bu, ayah kemana kok tumben jam segini belum ada di rumah......???"


"oh..... ayah mu masih ada urusan bisnis sama klien......" jawab Lily yang mengambil seafood dari sebuah mangkuk,


Nanda bingung dengan jawab ibu nya setau dirinya ayah nya hanya kepala sekolah sekaligus pemilik sekolah yang dia masuki sekarang "apa bu.... bisnis sama klien......" Nanda penasaran


"iya...... ayah kamu kan punya perusahaan emas......" Lily masih sibuk dengan seafood nya


"tapi bu...... bukan nya kemarin ayah bilang sama aku bahwa perusahaan kita sudah bangkrut......" Nanda semakin bingung karena setau dia ayahnya memberi tau dia bahwa perusahaan nya sudah bangkrut


"siapa bilang orang perusahaan kita jadi nomor sa------"


"hai...... para bidadari ku yang cantik....... kenapa kalian makan sambil berbincang bincang kalian tidak takut tergigit......" Lucas tiba tiba datang dan memotong perkataan Lily yang belum selesai


"Princess ayah, apa kamu sudah selesai makan......??" Lucas mengusap kepala putri nya


"bahkan aku belum sempat makan ayah......" jawab Nanda yang memang dari tadi belum menyuap makan malam nya walaupun sudah tersaji cantik di piring nya


"bagus kalau begitu...... ayah bawakan sesuatu untuk mu......" Lucas mengeluarkan sesuatu dari kantong belanjaan nya


"wow...... this is beef steak....." Nanda membuka bungkusan itu ke girangan


"Princes ayah mau ada hal penting yang ingin di bicara kan oleh ibu mu sebentar......"


"kenapa tidak bicara di sini saja yah......"


"ini masalah orang tua...... lebih baik kamu makan steak kamu saja...... kalau dingin nanti tidak enak.....!!" kata Lucas mencubit pipi putri nya gemas


"Ok, father, don't take too long ..." Nanda memotong steak nya


"Yeah ... it won't take long, it only takes a few minutes" Lucas membawa Lily ke suatu tempat

__ADS_1


"ayah dan ibu seperti anak muda saja yang butuh waktu untuk bicara berdua......." batin Nanda sambil terkikik


__ADS_2