
Hingga mereka menuruni anak tangga menuju ruang makan hingga mereka pun makan dengan lahap tanpa mengeluarkan suara hanya saja terdengar suara gemuruh sendok dan juga garpu sampai ada seorang pelayan menghampiri mereka tersebut.
"maaf tuan ini hp tua berdering" (kata sang pelayan 🏠 tersebut)
"ia terima kasih pa"(kata ayah Kiara kepada pelayan tersebut)
"mari tuan saya ingin undur diri"( kata pelayan)
"ia"(jawab Ayah Kiara)
ayah Kiara pun langsung menjawab telepon seluler tersebut hingga terjadi perbincangan yang cukup tegang
"Ia hallo"(ayah Kiara)
"hallo pa ini saya, saya ingin bilang suatu yang sangat penting kepada bapa"(kata si penelepon tersebut)
"ia ada apa to?"(Kata ayah Kiara)
"begini pa saham yang telah bapa honor kan itu telah dikoropsi pa hingga saham milik bapa habis ludas pa"( pa tato sang penelpon dan juga sekertaris ayah Kiara tersebut)
"Apa??"(jawaban ayah Kiara dengan nada shok dan tertekan)
hingga mengakibatkan Ayah Kiara ambruk ke lantai dan pingsan, Kiara dan juga ibu Aina panik seketika melihat ayah dan suami ya terjatuh pingsan hingga tak sadarkan diri,hingga Ayah Kiara dibawa kerumah sakit pertama santoso, didalam perjalanan menuju ke arah rumah sakit Kiara Dan juga ibu Aina selalu menangis tiada henti hentinya, hingga tak sadar mereka sudah tiba dirumah sakit tersebut dan diperiksa langsung oleh perawat dan juga dokter yang sedang melayani rumah sakit tersebut.
__ADS_1
"maaf Bu ,ibu dilarang masuk ke dalam ruang an tersebut"(kata perawat rumah sakit tersebut)
"tapi saya istri ya sos"(kata ibu Aina kepada salah satu perawat tersebut)
"saya mengerti Bu, tapi ini demi keselamatan bapa Bu"(kata sister)
"lakukan yang terbaik buat ayah saya sos"(kata Kiara)
"tentu non"(soster)
"terima kasih sos"(ibu Aina)
setelah perbincangan tersebut soster dan dokter pun segera melakukan pemeriksaan terhadap Ayah Kiara sedangkan di luar ruangan terdapat Kiara dan juga ibu Aina yang sedang panik bukan main mereka sedang bersedih karena keadaan sang ayah dan juga sang suami tertekan oleh perusahaan ya, mereka tidak memikirkan masalah properti yang akan hancur dan mengalami kebangkrutan yang mereka pikirkan adalah keselamatan sang ayah juga suami Aina hingga dokter yang menangani Ayah Kiara pun keluar dan memanggil keluarga tersebut.
"Saya istri ya dok"(kata ibu Aina)
"saya ingin bicara kepada nyonya,mari ikut saya nyonya"(ajak sang dokter kepada ibu Aina)
"baik dok"(Ibu Aina)
"mari"(dokter)
"ayo Kiara!"(Ajak ibu Aina kepada sang anak tersayang ya)
__ADS_1
"tidak ma, aku ingin nemanin Ayah aja ma"(Sahut Kiara)
"baik lah sayang jaga ayah mu ya Kiara"(Ibu Aina)
"ia ma"(jawaban Kiara kepada sang ibu Aina)
Ibu Aina pun langsung menuju ruangan dokter tersebut dan masuk kedalam ruangan dokter,
ibu Aina langsung bertanya kepada dokter kondisi suaminya tersebut kepada dokter.
"gimana dok keadaan suami saya?"(pertanyaan yang diajukan oleh ibu Aina kepada dokter)
"Begini Bu bapa Kana sarangan jantung yang di akibatkan oleh tekan darah tinggi dan hampir saja bapa kena satruk untung saja bapa langsung dibawa dengan cepat kerumah sakit Bu"(Perkataan dokter kepada ibu Aina)
"terus gimana kondisi ya saat ini dok apa sudah stabil?"(Ibu Aina)
"sudah Bu,cuman bapa masih dalam pengintaian dokter hingga mengakibatkan bapa harus menginap di rumah sakit beberapa hari Bu"(penjelasan sang dokter)
"Baik dok"(ibu Aina)
"ya Bu"(dokter)
"saya permisi dulu dok"(ibu Aina)
__ADS_1