Istri Mudaku

Istri Mudaku
Keempat


__ADS_3

Ibu Aina pun keluar dari ruangan dokter menuju ruang di mana sang suami di rawat tersebut hingga ia melihat keberadaan suami dan anak nya berada di dalam ruangan, Kiara yang terlihat sedang menangis memeluk ayahnya yang tak sadar kan diri,Ibu Aina pun bergegas masuk kedalam ruangan dimana di dapatinya sang anak juga suami nya tersebut.


"Ra"(ibu Aina)


Ibu Aina memanggil sang putri, Kiara pun mendunggrak kan kepala nya menatap seorang yang memanggilnya ternyata ibunya sendiri ibu Aina.


"mama"(Kata Kiara)


"Jangan menangis sayang"(Bisikkan mama Kiara ketelinga sang putri)


"Kiara sedih ma"(kata Kiara)


"mama mengerti kok sayang,tapi kita harus kuat juga harus sabar sayang mungkin ini adalah ujian bagi kita sekeluarga sayang"(Ibu Aina)

__ADS_1


"tapi Kiara takut ma"(lirih Kiara)


"takut kenapa sayang?"(ibu Aina Di buat bingung oleh Kiara)


"Takut kehilangan Ayah ma"(Lanjut Kiara)


"Sayang mama mengerti maksud Kamu sayang, mama juga takut tapi kita berdoa saja semoga ayahmu diberikan kesembuhan oleh sang maha pencipta"(Lanjut ibu Aina)


"ia ma, Kiara akan selalu mendoakan keselamatan untuk ayah ma"(Nada Sedih yang keluar dari mulut Kiara)


Ayah Kiara membiarkan mereka terlelap tidur dan dia juga kembali melanjutkan tidur nya hingga hari pun sudah pagi karena jam menunjukkan jam 06-01 wib


Kiara terbangun dan ia pamit kepada sang ibu Aina ingin keluar sebentar mencari makanan untuk dimakan bersama orang tua nya

__ADS_1


ibu Aina pun mengijinkan sang putri tersebut hingga Kiara berjalan menuju lift untuk kelantai bawah dan didapati nya di dalam lift ada orang tua lelaki juga wanita paruh baya, Kiara pun memperhatikan kedua orang tersebut,


sedangkan orang yang Ia perhatikan meajukkan pertanyaan yang mungkin di anggap konyol oleh Kiara.


"engkau sangat cantik apakah kau telah bersuami"(kata sang wanita paruh baya Ter sebut kepada Kiara)


Kiara bingung akan pertanyaan orang yang ada di hadapan ya tersebut sampai ia menjawab dengan nada Ter bata bata


"ya Bu,saya masih sendiri"(Kata Kiara dengan senyum yang di paksakan oleh ya)


"kamu sangat jujur sayang"(Kata sang wanita paruh baya tersebut dan ia berlalu meninggalkan Kiara keluar lift tersebut)


Kiara ditambah bingung oleh wanita paruh baya yang berkata seperti itu hingga ia melanjutkan ke luar mencari makanan dan ia bergegas kembali ke dalam ruangan sang ayah ya tersebut dan didapati nya orang tua nya yang nampak menangis satu sama lainnya Kiara pun langsung mencepat langkah kakinya menuju orang tua nya.

__ADS_1



__ADS_2