
Kiara pun langsung menanyakan apa yang membuat orang tua nya tersebut menangis satu sama lain nya.
"Kenapa mama sama ayah nangis"(Kata Kiara dengan wajah bingung nya)
"Gak apa sayang"(Kata ibu Aina singkat)
"Tapi kenapa ayah sama mama nangis?, jangan menyimpan kesedihan kalian berdua Ayah mama"(Lanjut Kiara)
"Begini Kiara ayah"(jawaban ayah Kiara terhenti saat mama Kiara menggelingkan kepala nya kepada ayah Kiara)
"Apa yah"(Tanya Kiara lagi)
"Gak apa sayang"(lanjut ibu Aina)
"tidak pasti kalian menyembunyikan sesuatu dari Kiara kan ma yah?"(lagi lagi Kiara meajukkan pertanyaan kepada kedua orang tua nya tersebut)
"sayang"(kata ibu Aina tak bisa melanjutkan perkataannya tersebut)
"Kiara harus tau ma"(Kata ayah Kiara kepada sang istri tercinta)
__ADS_1
"tapi yah?"(mama Kiara)
"kalian kenapa sih?,jujur saja pada Kiara kenapa sih he?"(Kiara bingung atas tingkah ayah dan mama nya tersebut)
"Begini Kiara perusahan dan saham serta properti ayah bangkut Kiara,kita miskin sayang"(kata ayah Kiara sambil menitikkan air mata nya tersebut)
Sedangkan Kiara rasa nya ia ingin ambruk kelantai namun ia harus kuat demi orang tua nya tersebut,ia gak lemah ia harus tetap semangat demi orang tua nya yang Kiara sayangi.
Kiara mencoba tegar dan tersenyum kembali kepada orang tua nya,ibu Aina yang melihat senyuman di wajah anaknya tersebut takut jikalau anak nya gak Nerima dan prostasi.
namun sang ayah yakin jikalau anak nya bisa menerima itu semua,karena Kiara walau putri semata wayang nya namun ia tetap begitu mendiri,ia yakin bahwa anaknya bisa bertahan diposisi sekarang.
Dan benar saja Kiara bisa menerima kenyataan bahwa saat ini ia dan keluarganya sedang dilanda kekurangan namun ia harus tegar menghadapi ujian hidup,bagi Kiara ini semua mau gak mau harus dijalankan karena inilah takdir hidup roda kehidupan bagi siapa pun saja.
"Ayah Apakah sudah nom obat nya ayah?"(Tanya Kiara pada Ayah Kiara)
Ayah Kiara pun menggelingkan kepala nya kepada Kiara
"Ya udah kalau begitu ayah makan dulu baru minum obat dan mama juga harus makan agar bisa merawat dan menjaga ayah ma"(Lanjut Kiara)
__ADS_1
"Kiara juga harus makan juga sayang"(Kata Ayah Kiara dan mama Kiara kompak)
"Oke,sekarang kita makan bertiga ya ma yah," ( Lanjut Kiara )
"Ia sayang" (lagi lagi mama juga Ayah Kiara kompak akan jawaban mereka kepada Kiara)
Mereka pun makan dalam kehaningan hanya saja ada suara adu sendok dan juga garpu sampai tak terasa mereka makan sudah selesai salah satu persatu hingga semua sudah kenyang dan ayah pun minum obat yang di kasih sang dokter kepada ayah Kiara.
Tak menunggu waktu lama seorang wanita mengetok pintu ruangan ayah Kiara dan dilihat ternyata sang dokter Wanita yang merawat ayah Kiara.
Tok tok tok.
(Bunyi pintu di ketok)
Kiara pun melihat kearah luar dan terdapat sang dokter berdiri didepan pintu kamar ayah Kiara,
Kiara pun menyilahkan sang dokter masuk.
"Masuk dok"(Ajak Kiara kepada sang dokter)
__ADS_1
dokter pun mengangguk dan segar masuk kedalam ruangan dan berdiri didepan sang ayah Kiara.